
Sesuai janji yang mereka buat tadi di sekolah. Mereka semua bertemu di restoran yang di kirim lewat WA oleh Naila.
Diana dan Fauzi lebih dahulu sampai. Cindy menunggu jemputan dari Nathan, sedangkan satu lagi (Fauzan) di suruh menjemput Naila.
"Mana sih mereka?" tanya Fauzi kesal menunggu.
"Sabarr, mungkin macet di jalan, " kata Diana.
"Hem, iya macet, tapi kan kita janjian nya jam 7 malem sekarang udah jam 8... mana Fauzan pergi jemput Naila di jam set 7 sampe sekarang blom dateng-dateng lagi, "
"Kemana aja sih? janjian jam sekian tapi dateng jam berapa... "
Fauzi terus menerus protes sampai akhir nya Alvin dan Syaila datang ke meja mereka.
"Sorry bro gue telat, tadi gue nyari dulu jaket, " kata Alvin langsung duduk.
"Nyari jaket nyari jaket, emang lu mau kemana?"
"Ini namanya s-t-i-l-e... " kata Alvin.
"Udah ngejah masih aja salah.. " kata Fauzi.
Alvin menutup mulut nya rapat-rapat karna malu. Tak lama kemudian, datang Rafael dan Nadia yang memakai baju couple.
"Widiww... gaya bener dah hidup kaliaaann.. " kata Syaila.
"Anjayy, tau gini gue juga couple sama ayank mbeb... " kata Fauzi melirik Diana.
Diana hanya tersenyum. Sekarang mereka tinggal menunggu Fauzan dan Naila datang. Tapi sudah hampir 30 menit mereka semua menunggu sampai pesan makan dan minum duluan.
"Tuh dua anak barang hidung nya belum juga keliatan, " kata Rafael.
"Tau nih... capek gue nunggu, makan minum makan minum, untung aja di traktir, " kata Alvin.
"Matikah di jalan? kok gak nyampe-nyampe, " pikir Cindy melihat jam di ponsel nya.
"Kecelakaan mungkin, " kata Nathan.
"Ya Allah mana dah tuh dua anakk.. kalau gak akan dateng kita pula-"
"Sorry bro gue telat!!" teriak seorang gadis yang memakai gaun biru berlari ke meja mereka.
"Ya ampun embaaakkk dari mana aja woy?" tanya Nadia kesal.
"Kok malah nyalahin gue sih... salahin noh si Fauzan.. " kata Naila.
"Eh lu curut kemana aja lu?" tanya Cindy.
"Sorry gue lupa... tadi gue nongkrong di warung sama temen-temen SMP.. " kata Fauzan.
"Astagfirullah... " kata Nathan.
"Ya ampun... " kata Diana berdecak.
"Gila kali lu!" kata Alvin tak habis pikir.
"Eh buaya, " panggil Nadia.
"Ey, " sahut Fauzan.
"Depan gue ada piso lho, jangan macem-macem lu, "
"Jujur! gue gak habis pikir sama kelakuan lu zan... kebayang gak sih gimana kalo cewek nya dia nunggu di pasar malem nunggu jemputan dari lo, tapi lo gak dateng-dateng... " kata Syaila.
"Gak usah di bayangin... emang udah kejadian, " kata Cindy.
"Nah bener banget, ada mungkin hampir 5 cewek, " kata Fauzi.
Mereka semua melihat ke arah Fauzan dan beristighfar di dalam hati.
"Gue nunggu berjam-jam... gak dateng-dateng, sekarang udah jam 9 malem, gak mood gue, " kata Naila.
"Kenapa lu gak nail taksi aja?"
"Mau nya gitu tapi lu taulah emak gue kalo gue mau pergi malem... harus ada jemputan dulu, mau cewek mau cowok.. gak mungkin kan gue bareng sama lu Nad, lu pasti nya sama Rafael, Diana... apalagi dia kan baru jadian, terus kalo sama Cindy udah pasti ada Nathan, terus kalo sama Alvin dia bilang mau jemputan Syaila.. ya udah gue terpaksa nunggu si buaya, " jelas Naila panjang lebar.
Semua orang geleng-geleng kepala mendengar kelakuan Fauzan yang tega dengan seorang gadis yang menunggu lama berjam-jam.
"Tenang, gue tau kalian semua kesel.. nanti di rumah gue hajar dia sampai besok gak bisa sekolah, " kata Fauzi.
"Nah bagus, itu baru cs gue, " kata Rafael.
"Setuju gue, hajar lah, " kata Nathan.
"Btwe kalian udah makan?"
"Udah, malah udah hampir abis 5 piring nungguin lu, "
"Lu pesen aja sana.. paling kita-kita pesen makanan penutup, "
"Nah iya bener.. "
"Ya udah deh... ini yang bayar Fauzi kan?"
"Iya santai ae.. gue yang bayar semua, "
Bayar semua, enteng banget ngomong nya, giliran tagihan datang melorot dompet gue... kosong melompong, - batin Fauzi.
Naila dan Fauzan pun memesan makanan untuk mereka berdua. Tak berselang lama mereka sudah menghabiskan makanan itu dan juga sudah memesan makanan pencuci mulut.
Tiba saat nya mereka semua pulang ke rumah, salah satu pelayan datang dan memberikan tagihan ke Fauzi.
Yang bikin kaget adalah Fauzi yang melihat total uang yang harus dia bayarkan.
Dompet gue menipis friend, - batin Fauzi.
Setelah menghabiskan sebagian besar kekayaan Fauzi mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
Kali ini, Naila naik taksi sendiri, dia bilang, "Kapok gue di anter sama buaya, bukan nya sampe rumah gue malah di ajak ke rumah mantan nya, " kata Naila.
"Eh sembarangan, gue gak punya mantan ya... " kata Fauzan menentang omongan Naila.
"Elaahh.. " ucap Fauzi.
"Halah gak punya mantan, " kata Nadia.
"Kalo gue sebar nih berita 3 tahun lalu apa yang akan terjadi?" tanya Cindy yang mengetahui rahasia terbesar Fauzan.
Fauzan pun tak bisa berkata-kata setelah nya. Oh iya lupa! Gak lupa juga Fauzi dan Cindy menghajar Fauzan habis-habisan sampai pingsan tergeletak di lantai kamarnya sendiri. Setelah itu, Naila bisa tidur dengan nyenyak.