
Brakk..
Sekelas kaget mendengar suara pintu di tendang. Saat itulah orang yang menendang pintu pun datang dan langsung mendatangi meja Fauzan.
Brakk..
Naila menggebrak meja sampai Fauzan melihat ke Naila dengan tatapan bingung, penuh tanda tanya.
"Lu kan... "
"Hah?"
"Lu kan yang nempelin kertas... "
"Kertas apaan sih lu... "
"Gak usah pura-pura, gue tau kalo lu suka kan sama gue... terus lu sengaja sebar-sebarin tuh hoax sampai Aril tau dan minta putus dari gue..... "
Fauzan yang tak tahu apa-apa langsung berdiri dari duduknya. "Eh, asal lu tau ya gue gak pernah ngelakuin hal konyol kayak tadi itu... gue kalo suka sama cewek ya langsung nembak ngapain juga gue nulis di kertas... "
Seketika Naila berhenti marah setelah mendengar perkara Fauzan barusan. Dan dia baru sadar kalo dua yang lalu Fauzan pernah menembak nya. Dan juga Fauzan bukan tipe orang yang suka nulis sesuatu di kertas apa pun itu.
"Kenapa lu diem?" tanya Fauzan yang membuat Naila tersentak kaget.
"Bener bukan lu orang nya?" tanya Naila memastikan.
"Iya lah, gak kerjaan banget gue sampe harus nulis nulis di kertas... mana kertas nya?" tanya Fauzan.
Naila memberikan kertas yang dia pegang ke tangan Fauzan. Setelah itu Fauzan membaca kertas itu dengan suara kencang.
"PERHATIAN KENAPA SELURUH SISWA SMA MARGASATWA... SAYA FAUZAN FERDIANSYAH MEMBERITAHUKAN KALAU MULAI HARI INI NAILA FARISYA PUTRI (LUPA) TELAH RESMI MENJADI PACAR SAYAA.. SIAPA PUN YANG MEMPERLAKUKAN PACAR SAYA ATAU MENGHINA, MENGINJAK ATAU MELECEHKAN TAK AKAN SAYA BIARKAN ORANG ITU MENYAKITINYA LAGI!! CAM KAN ITUU... tanda seru sekebon... " kata Fauzan.
"Hah? Lu pacaran sama Buaya Darat nai?" tanya Reri teman sekelas Nadia dkk.
"Engga! Ini tuh salah.. " jawab Naila.
"Mana coba manaa... " kata Fauzi main ambil kertas itu dan membacanya juga.
Teman sekelas nya yang kepo segera menghampiri untuk ikut membaca nya juga.
"Ini siapa yang nulis?" tanya Nadia merasa aneh dengan tulisan tangan nya.
"Itu mah bukan tulisan tangan Fauzan, Nai.. " kata Cindy.
Naila yang bingung hanya melihat ke teman-teman nya ngomong sana sini. Fauzan yang tak kalah bingung hanya melihat ke arah Naila.
"Gue gak salah denger nih? lu mau sama si play boy nai? uuhh jangan deh... "
"Waahh kejadian yang sangat waww.. "
"Wahh gila, sejarah ini... "
"Iya juga yaa.. "
"Udah diem kalian semua.. " kata Diana.
"Tenang aja kita gak akan bocorin ini kok, kecuali kalo beritanya memang bener, "
"Naahh betull.. gue juga sama... "
"Kita temen IPA 1 mengucapkan...."
"SEMOGA KALIAN LEKAS JADIAN..." sorak seluruh kelas IPA 1 sambil menundukkan kepala seperti ala-ala Jepang.
"Iiihh kalian tuh apa-apaan sih... gak lucu tauu.. " kata Naila mulai terpancing emosi.
"Aauu aahh... kesel guee.. " kata Naila memalingkan wajah nya.
"Ya udah diem, " kata Diana.
"Iihh elu yaa... gak bisa diem?!"
"Engga kenapa? Masalah?"
Dua gadis itu saling berdebat, Diana yang sedang pms jadi mudah terpancing emosi sensitif, dan suka marah-marah gak jelas. Sedangkan Naila yang sedang bingung malah di buat bingung oleh satu kelas bukannya membantu malah membuat dia gampang marah.
Sementara Diana dan Naila saling adu mulut massal. Nadia, Syaila, Cindy, Fauzan dan Fauzi sedang berpikir siapa yang memiliki dendam? Atau siapa yang sengaja melakukan ini kepada dua insan yang status nya belum pasti berpacaran.
"Aduuu otak gue lagi nge-lag.. gue gak kepikiran siapa-siapa.. " kata Syaila memegang kepalanya.
"Sama gue jugaa.. malah yang ada kepala gue pusing, " kata Cindy.
"Udah jangan mikir siapa yang benci sama gue atau gak suka sama Naila... sekarang ada yang tau gak ini tulisan tangan siapa?" kata Fauzan.
Nadia mengambil kertas itu. "Widiaww tulisan nya rapi bener.. " kata Nadia kagum dengan tulisan tangan yang rapi itu.
Cindy dah Syaila mengintip.
"Asli ini mah tulisan cewek.. gak mungkin tulisan cowok... " Kata Cindy.
"Tapi bisa juga kan ini itu tulisan cewek... buktinya Fauzi tulisan nya kayak cewek... " kata Syaila.
"Iya juga ya... " kata Cindy.
"Eehh.. kok jadi gue yang kenaa.. " kata Fauzi.
"Ya udah kalo gitu nanti kita tanya aja ke ketos, siapa tau dia tahu... eh btwe sekarang kita jamkos?" tanya Nadia melirik jam tangan nya.
"Lah iya, guru nya ilang guys.. " kata Fauzan baru sadar kalo kelas jadi rame bahkan ada yang cosplay jadi Spayderman.
(maksudnya manjat-manjat dinding, rak buku, naik meja bahkan loncat ke papan tulis, tapi sayang nasib jadi manusia, mereka langsung jatuh kebawah dan berakhir di UKS)
*Adik-adik yang membaca mohon jangan di tiru kejadian tadi*
"Eh, kalau gitu kelas IPA 2 jamkos gak?" tanya Nadia.
"Bentar gue liat dulu, " kata Fauzi segera pergi ke luar kelas dan mengintip di jendela IPA 2.
Tak lama kemudian, Fauzi datang. "Ada guru.. " kata Fauzi sambil duduk di atas meja.
"Yaah... yaudah deh nanti istirahat aja nanya nyaa... "
"Dan yang paling kesel adalaah.... istirahat sekitar 30 menit lagi.. " kata Syaila.
"Haahh.. Lamaa.. " kata Nadia mendudukkan tubuhnya.
"Hiyaudah kita tunggu, " kata Fauzan pasrah.
"Sebelum kita balik ke meja masing-masing, mau di pisahin dulu gak tuh dua orang yang udah baku hantam... " kata Cindy melirik Naila dan Diana.
"Gak aahh males.. " kata Nadia.
"Gue juga males kalo berurusan sama cewek.. "
"Tummmbeeenn... " kata Cindy menggoda Fauzan.
"Berisik lu, " kata Fauzan kesal.
"Ahahaha canda bang, " kata Cindy tertawa.