My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Tanggung jawab?



Di kamar mereka berdua.


cklekk..


"Aduh duh duuhh... "


Rafael menidurkan Nadia di tempat tidur dengan hati-hati. Saat Rafael berhasil menidurkan nya, Rafael berjalan menuju pintu untuk menutup nya tak hanya itu Rafael bahkan memegang pinggang nya karena sakit menggendong Nadia.


Blam..


"Aduh, pinggang gue sakit... bb nya berapa sih? kata Mama sama Mami bb nya 43kilo tapi kok rasanya 80kilo yaa, " gumam Rafael.


Rafael melepas jaket nya dan memakai kecamatan untuk melihat ke sekeliling. Rafael pun menghampiri Nadia untuk memenangkan Nadia karena dia trus mengigau tak jelas.


"Hey, Nadiaaa.. kenapa?" tanya Rafael duduk di samping Nadia.


"Mm... Fell, gue sayang sama luu... " gumam Nadia.


Rafael tak sengaja mendengar gumaman tersebut dan tersenyum.


cup


"Gue juga sayang sama lu nad, " kata Rafael.


"Mm... Rafaaaeelll... " panggil Nadia sambil membalikkan badan nya ke Rafael dan memeluk perut nya.


"Kenapaa?" tanya Rafael terkekeh pelan melihat ekspresi Nadia yang menurut Rafael imut dan gemesin.


Nadia bangun dari tidur nya dan menarik baju Rafael dan mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Rafael.



"Nadiaaa, lu jangan macem-macem nad, " kata Rafael sedikit mendorong tubuh Nadia agar menjauhkan wajah nya.


"Emm, emang lu pikir gue bakal ngejauh?" tanya Nadia terus mendekatkan wajah nya dan akhirnya bibir mereka menempel satu sama lain.


Di awal, Rafael hanya diam saja membiarkan Nadia yang mencium dan mel*mat terus menerus. Sampai akhir nya Rafael sadar kalau tangan Nadia mulai membuka kancing baju nya satu persatu sampai semua kancing itu terlepas semua.


"Mm.. Nad... Mm... "


Tahan fell tahaann... inget dia itu lagi dalam pengaruh alkohol... lu harus sabaaar... - batin Rafael menutup mata nya.


Akhirnya Rafael terlepas dari ciuman panas itu dengan segera Rafael menjauhkan dirinya dari Nadia dan melihat ke arah baju nya sendiri.


Sedangkan Nadia malah tidur lagi di kasur dengan posisi terlentang dan tak sengaja juga Rafael mendengar suara ngorok Nadia.


"Haahh, untung dia langsung tidur kalau engga mungkin gue udah kebablasan, " gumam Rafael.


Rafael pun membenarkan posisi tidur Nadia dan menyelimuti nya dengan lembut. Setelah itu, Rafael hendak pergi tapi tangan Nadia dengan cepat menarik tangan Rafael sampai akhir nya Rafael terjatuh ke dekapan Nadia.


"Jangan pergi, " kata Nadia.


Rafael sedikit menegakkan tubuh nya untuk melihat Nadia. "Dia nangis?" gumam Rafael panik.


Rafael pun menarik napas panjang dan dia pun ikut tertidur di samping Nadia sambil memeluk nya. Nadia yang tertidur itu mulai tersenyum menikmati kehangatan yang ada.


Jam 09.30


"Mm... Hoaamm, astagaa! Aduh kepala gue pusing.. " gumam Nadia baru bangun tidur.


Dia bangun dari tidur nya dan memegang kepala nya karena pusing kebanyakan minum.


"Hah? Gue di kamar? Siapa yang bawa guaa?" tanya nya dalam hati.


Nadia melihat ke sekeliling, akhirnya matanya tertuju pada seorang lelaki yang tertidur pulas dengan baju yang terbuka menampilkan dada bidang berotot di atas kasur itu. Di tambah dengan posisi tidur nya yang membuat perempuan mana pun tergoda.


"Ha-hah? Rafael? kenapa dia ada di sini sih? kenapa jugaaa... eee.. ituu bajuu... "


Nadia merasa pusing di kepala nya dia pun memegang kepala nya lagi. "Alamak, ingatan gue samar-samar, gue gak inget sama sekali, " gumam Nadia.


"Mm? Lu udah bangun? Gimana? Udah enakan?" tanya Rafael membuka mata dan bangun.


"Ki-ki-kita gak ngelakuin itu kan? Enggak kan?!" tanya Nadia panik.


"Ng? Oh ituu... tanggung jawab... " kata Rafael dengan smirk nya.


"Ha-hah? Ta-ta-tanggung jawab?" tanya Nadia kaget.


"Pfttt... Bwahahahaha... Engga terjadi apa-apa kok amann... lu masih perawan, masih seorang gadis... yaaa walau tadi pagi gue hampir terbawa suasana gegara ciuman panas lu ituu, " kata Rafael tertawa.


"Ci-ci-ciuman...?"


Kali ini dia tak bisa berkata apa-apa lagi, karena perkataan Rafael membuatnya tak bisa berkata-kata sama sekali.


Rafael turun dari kasur menuju kamar mandi. "Gue mandi duluan ya, nanti lu yang mandi gue siapin air anget, lu pasti pusing... "


cklekk


Blam


Pintu kamar mandi pun tertutup, Nadia yang masih ada di atas kasur bengong pikiran nya kemana-mana mulut nya tak bisa berkata-kata.


Karena kamar nya gelap, Nadia pun turun dari kasur dan membuka gorden.


(Suara gorden terbuka)


Setelah gorden terbuka semua, Nadia mendiamkan dirinya di salah satu jendela yang sudah terbuka sambil melihat ke sekeliling taman yang ada untuk memenangkan diri.


cklekk..


"Nadia, " panggil seseorang.


Nadia yang kaget segera menengok kebelakang.


"Sekarang lu mandi, " kata Rafael.


Nadia melongo melihat badan kekar Rafael. Bagaimana tidak, Rafael keluar dengan handuk yang hanya melilit pinggang nya dan sekarang dia sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


"Ngapain lu masih di sini?" tanya Rafael.


"Hah? Oh iyaa.. Ha-ha-ha.. " kata Nadia berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi.


"Ey, anduk gak di bawa?" tanya Rafael.


Pintu kamar mandi pun terbuka sedikit dan mengambil handuk nya dan kembali tertutup.


".... kenapa sih dia? aneh, " kata Rafael.


"GUE DENGER RAFAEL!!" teriak Nadia.


"Oh, kedengeran... Heh, " gumam Rafael tersenyum.


Rafael pun mengambil baju nya dan mengganti mumpung Nadia masih di dalam kamar mandi.


***


Setelah semuanya selesai. Nadia dan Rafael turun ke bawah untuk menemui keluarga nya.


"Turun juga akhirnya kalian berdua, " kata Mamah Nanda yang sedang duduk sambil menikmati kue yang baru di buat Mami Mila.


"Ya gitu deh mah, " kata Nadia cengengesan.


Mama Nanda menggeleng kan kepalanya pelan dan lanjut menikmati kue. Mami Mila datang.


"Ehh, kalian udah turun, gimana tidur nya? Nyenyak?" tanya Mami.


"Nyenyak mih, " jawab Nadia.


"Ya elu nyenyak, gue engga, " kata Rafael.


"Loh kok? Bukannya tadi kalian tidur ya... " tanya Mama Nanda.


"Iya, tapi Nadia nya mahh.. "


"Heehh, "


Sebelum Rafael mengatakan yang tidak-tidak kepada Mama nya lebih baik Nadia membungkam mulut Rafael dengan tangan nya.


"Kenapa?" tanya Mami Mila.


Nadia menggeleng cepat.


"Ada apa?" tanya Mama Nanda mulai curiga.


"Enggak nggak ada, hehehe, " kata Nadia tertawa pelan.


Mama Nanda yang merasa aneh, menyipit kan mata nya itu tanda nya dia curiga pasti ada apa-apa. Sedangkan Mami Mila hanya diam saja dan duduk di kursi.


"Mih, kita berdua gak sekolah... Mamih udah kabarin wali kelas kita?" tanya Rafael.


"Udah tenang aja, sekarang kalian istirahat aja ya, apalagi kamu Rafael, kamu baru pulang langsung nyari Nadia ke sana ke sini gak ada istirahat istirahat nya.. " kata Mami Mila.


"Iya mih, " kata Rafael.


"Tau nih punya anak gadis kok keluyuran malem-malem.. udah tau udah punya suami malah keluyuran, " kata Mama Nanda.


"Nama nya juga lagi refresing, " kata Nadia.


"Ehh melawan, " kata Mama Nanda.


"Engga kok mah bercanda, " kata Nadia tersenyum.


Mami Mila mengambil kue dan memberikannya ke Nadia dan Rafael untuk makan.


"Yuk mil, kita berangkat takut nya telat, " kata Mama Nanda.


"Iya ndak bentar, " kata Mami Mila.


"Mau kemana mah?" tanya Nadia.


"Mama sama mertua kamu, mau kumpul dulu sama temen-temen, kangen, biasa reuni, " jawab Mama Nanda.


"Oh, "


"Oh doang?"


"Ya terus mau bilang apa?"


"Enggak, "


"Hemm... Ibu sama anak sama ajaa.. " kata Mami Mila menggeleng pelan.