My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Penginapan



Benar saja apa kata Rafael barusan, mereka baru sampai di penginapan yang lumayan bagus untuk pasangan suami istri.



(ini penginapan nya)


Setelah chek in, mereka masuk ke dalam kamar. Tanpa basa basi Nadia langsung loncat ke kasur dan merebahkan dirinya. "Aaaa.. ya Allah!! rebahan adalah anugerah yang sangat luar binasah!" kata Nadia.


Rafael yang baru saja menutup pintu melihat Nadia yang seperti kangen ke kasur hanya tersenyum. "Gimana? suka?" tanya Rafael.


"Sukaaa bangeett... apalagi kasur nya empuk, " kata Nadia guling-guling.


"Aku ke air dulu ya, kamu jangan kemana-mana, " kata Rafael.


"Lah emang aku mau kemana?"


"Ya siapa tau, nanti nyari cowok di luar, "


"Emang banyak cogan ya? okeylah otewe, " kata Nadia semangat 45.


Rafael yang baru saja melangkahkan kakinya masuk seketika berhenti. "Jangan macem-macem!" peringatan Rafael.


"Ehehehe... engga kok canda, " kata Nadia cengengesan.


Blam.


Setelah Rafael masuk ke kamar mandi. Nadia melihat ke sekeliling kamar nya itu, sesekali dia juga melirik jendela yang menunjukkan pemandangan yang sangat luar binasah.


"Emang kita mau nginep? atau cuma numpang istirahat doang terus malem nya pulang?" tanya Nadia pada dirinya sendiri.


"Kalo nginep.. gue kan gak bawa baju masa iya tidur pake baju beginian, mana gue pake jeans lagi, " kata Nadia kesal.


cklekk.


Melihat Rafael keluar dari kamar mandi. Nadia langsung bangun dari tidur nya. "Fel, kita di sini nginep? kan gak bawa baju, " kata Nadia.


"Iya kita nginep. baju? coba kamu cek di lemari, aku mau ke depan mau pesen makanan, " kata Rafael segera keluar dari kamar.


Nadia melihat lemari kayu coklat tua yang sangat dominan dengan warna kamar. Dia pun turun dari kasur dan membuka semua pintu sekaligus.


Terlihat sudah ada dua baju tidur berwarna abu-abu. "Ooohh udah di siapin toh, " kata Nadia tersenyum tipis.


Dia melihat ke bawah, dia ada sebuah kotak berwarna merah. "Ini kotak apaan?" tanya Nadia saat mengambil kotak itu dan duduk di pinggiran kasur.


"Feell.. "


"Feell... Rafael.. "


"Rafael!"


Nadia terus memanggil Rafael dari dalam kamar. Tapi sayang, pintu yang tertutup itu gak kunjung di buka juga. Karna sudah sangat penasaran dia pun membuka kotak merah itu.


Saat di buka, mata nya membulat tak percaya dengan isi kotak itu. Ya! kotak itu berisi baju dinas/baju haram. Di tambah adanya Lamborghini berwarna merah yang dominan dengan warna hitam.


"AAAA... " Nadia teriak dan melempar kotak itu ke sembarangan arah.


"IIHH, apa-apaan tuh!" Nadia terlihat shok melihat nya. Dia segera pergi dari kamar menyusul suaminya.


Tak lama kemudian, Nadia datang lagi ke kamar bersama Rafael yang sedang bermain game online setelah memesan makanan.


"Kenapa nadi?" tanya Rafael matanya masii fokus ke ponsel.


"Ituu.. " kata Nadia dari belakang badan Rafael.


"ASTAGFIRULLAHALAZIM!" teriak Rafael kaget dengan cepat dia memejamkan matanya dan menyingkirkan kotak itu dari hadapan nya.


"Iihh, Rafael mah gitu! ngajak anu anu.. kan aku belum siap!" ucap Nadia duduk di pinggiran kasur.


"Ya Allah! siapa juga yang mau anu-anu? aku cuma pesen baju tidur doang! ya kali pesen baju haram juga!" kata Rafael.


"Ya terus itu apa?" tanya Nadia menunjuk ke lemari.


"Nggak tau!"


Ada rasa canggung di antara mereka setelah diam beberapa saat.


Ting..


"Em, makanan nya udah dateng kita makan dulu, " kata Rafael canggung.


"Iya, sok duluan gue di belakang, " kata Nadia canggung.


Baru saja mereka mengucapkan aku-kamu dalam beberapa jam sekarang gara-gara satu set baju haram mereka kembali ke bahasa sehari-hari.


Di meja makan.


Mereka makan dengan lahap. Tak seperti biasa Nadia hanya melihat pizza itu, padahal Pizza adalah makanan favorit Nadia yang ke-8 setelah Hamburger.


"Kenapa gak di makan?" tanya Rafael.


Nadia menggeleng. "Gak suka? atau mau pesen yang lain?" tanya Rafael, Nadia hanya menggeleng.


"Kenapa? masih kepikiran sama yang tadi? tenang ajaaa, aku gak akan minta itu sekarang, " kata Rafael.


Nadia melihat ke wajah Rafael. "Aku bakal minta itu nanti saat sekolah kita selesai, aku juga takut kalau kamu nanti malah hamil, dan orang kira kamu hamil di luar nikah, " jelas Rafael.


Rafael beranjak dari duduk nya mendekati Nadia. "Jadi, saat sekolah selesai, aku bakal langsung minta gak ada penolakan!" bisik Rafael lembut di telinga Nadia.


Nadia yang mendengar nya merasa merinding. "Heh, kayak yang Iyah aja gak bakalan nyosor, " kata Nadia.


"Kenapa? gak percaya?" tanya Rafael mengerutkan keningnya.


"Iya, gak percaya... aku pengen tau reaksi kamu waktu liat aku pake baju seksi, " kata Nadia mendekatkan tubuhnya.


Rafael tersenyum. "Gak usah liat reaksi aku.. aku udah pernah beberapa kali liat tubuh kamu tanpa sehelai benang, " kata Rafael.


Wajah Nadia seketika memerah. Melihat itu Rafael jadi semakin gemesh dan ingin sekali rasanya memegang tubuh Nadia di saat mereka sedang makan.


Rafael mendekatkan wajah nya, Nadia segera memejamkan matanya. Dia kita Rafael akan mencium nya lebih dulu, eh tapi... tunggu.. kenapa tidak ada rasa apa-apa?


.......


Nadia membuka matanya melihat wajah Rafael yang hanya tinggal beberapa cm saja. "Nungguin ya?" tanya Rafael membuat wajah Nadia semakin memerah.


"Iiihhh! RAFAEL!!" teriak Nadia malu karna tiba-tiba menutup mata tanpa alasan. Dia pikir Rafael akan mencium nya.. huuh! benar-benar.


Rafael segera pergi dari hadapan Nadia. "Udah, makan dulu, aku tunggu di kamar ya.. " kata Rafael dengan senyum nakal.


blush..


"Au ahh.. " kata Nadia memalingkan wajah nya.


Rafael terus tersenyum sampai dia masuk ke kamar. Nadia berusaha menenangkan jantungnya yang terus saja berdegup kencang setelah kejadian beberapa menit yang lalu. Ada keinginan untuk di cium Rafael lebih dulu, tapi nyatanya... pahit!