My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Perpisahan [Pensi 4]



Selanjutnya yang ketiga adalah Ela.


"Perpisahan"


"Perpisahan adalah hal yang paling sulit untuk dikatakan kepada seseorang yang berarti bagimu, terutama ketika perpisahan bukanlah yang kamu inginkan. Perpisahan bukan berarti berhenti menyatukan hati meski tidak ada disatu tempat."


"Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap. Perpisahan semanis apapun, seindah apapun, tetaplah perpisahan. Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan."


"Perpisahaan itu ada, agar kita bisa menghargai sebuah pertemuan. Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tidak ada yang namanya perpisahan. "


Tak hanya mereka yang mendengar menangis tapi juga semua orang di sekolah itu menangis tak keruan. Ada yang menangis sambil memeluk teman-teman nya, memeluk tiang, menutup wajahnya karna malu dan sebagai nya.


Nadia memeluk Rafael dan menangis di dada bidang suami nya. Ketiga teman nya pun sama, mereka menangis sambil memeluk pacarnya masing-masing.


Dan yang terakhir adalah Liora. Liora sudah menangis sejak tadi, dia menahan suara nya agar membaca surat yang dia buat terdengar jelas.


"Sahabat sejati"


"Sesungguhnya, perihnya perpisahan tidaklah seberapa dibanding dengan bahagianya pertemuan. Apalagi pertemuan baru setelah perpisahan itu. Kemarin membawa awal, esok membawa akhir, meskipun kita di suatu tempat yang berbeda, kita menjadi sahabat sejati."


"Terkadang, pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun kenangan dan perasaan tinggal terlalu lama. Perpisahan membuatmu berpikir. Mereka membuatmu menyadari apa yang kamu miliki, apa yang hilang, dan apa yang kamu anggap remeh."


"Beberapa orang masuk dalam kehidupan kita dan pergi dengan cepat. Beberapa tinggal untuk sementara waktu, meninggalkan jejak di hati kita. Bahkan jika kita tidak bisa bersama pada akhirnya, aku senang kamu menjadi bagian dari hidupku."


***


Jam sebelas malam. Acara itu baru selesai. Mereka saling memeluk dan mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman nya walau tak kenal tapi tetap saja mereka harus mengucapkan perpisahan.


Nadia dan Rafael pamit terlebih dahulu karna Nadia bilang dia sudah ngantuk berat habis nangis selama satu jam. Penuh.


Di perjalanan.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. "


"Udah sayang, gapapa, kita pasti bakal ketemu lagi sama mereka, " kata Rafael menghapus air mata istrinya.


"Ya tapi kan tetep aja! aku gak rela, susah senang kita harus udahan, " kata Nadia.


Rafael tersenyum. "Nanti gimana kalau setiap akhir bulan reunian?"


"Di mana?"


"Di mana aja, mau di Bali, di Belanda, di Paris.. Di mana aja.. "


"Hemm, bener yaa.. "


"Iya sayang, "


"Awas kalo boong, "


"Ya itu sih kalau mereka mereka nya mau, "


"Hem, iya, "


Sesampainya di apartemen. Nadia langsung merebahkan dirinya di sofa, sungguh sangat melelahkan hari ini. Seharusnya Nadia dan Rafael tak pulang dulu, mereka harus ke rumah Naila. Tapi apa daya, kalau sudah capek ya sudah besok lagi.


"Sayang ganti baju, tidur!" perintah Rafael baru selesai ganti baju.


"Iya sayang, sebentar, " sahut Nadia mengecek ponsel nya.


Nadia membuka instagram nya dan melihat instastory milik Naila.



❤ 6.825 like


💬 4.752 coman


@Inee : kk kenapa


@Yunita_kiwoya : ada masalah sayang? sini cerita aja ke aku🥺



Naila_Mlik sepi, sama seperti hatiku yang kau hancurkan beberapa jam yang lalu


❤ 4. 915 like


💬 236 comen



Naila_Mlik aku berharap jika aku tidak pernah memiliki perasaan kepada 'dia' aku harap aku tidak pernah mengenalnya sama sekali... Aku berharap...


❤ 572 like


💬 429 comen


Nadia yang membaca dan melihat nya merasa kesal dengan apa yang di lakukan Fauzan kepada sahabat nya yang satu ini.


"Harusnya kalau lo gak mau ngasih dia harapan jangan lu prioritasin! anj*ng ku!"


plak.


"Heh, mulut!" tampar Rafael.


"Ya lagian kesel sama Fauzan! kasian Naila.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " kata Nadia tiba-tiba menangis.


"Tapi... Kasian Nailaa.. " sambungnya.


"Iya iya, besok kita ke rumah Naila ya.. " kata Rafael menepuk-nepuk punggung istrinya. Nadia pun mengangguk pelan dan memeluk Rafael.


"Ayo ke kamar, tidur.. "


"Gendong, "


"Aduuhh manjaaa.. "


"Aaaa.. "


"Iya sini baby, "


Rafael pun menggendong Nadia menuju kamar dan menidurkan nya seperti bayi kecil.


***


**YEEEEE ADA YANG KANGEN SAMA AKU? 🤣🤣🤣


UDAH YA UP NYA...


SORRY LAMA UP NYA, BIASALAH MUDIK DULU AWOKAWOK


LIKE GRATIS BANG:V**