
Beberapa saat kemudian, para guru dan kepala sekolah beserta para anggota OSIS berkumpul membariskan setiap kelas. Nadia dkk berbaris di bagian depan untuk melihat keajaiban dunia yang sangat langka ini, yaitu menyaksikan Arvin, Fauzan dan Fauzi menjadi petugas pembawa bendera.
Nadia dkk sudah menyiapkan ponselo mereka untuk langsung memvideokan mereka bertiga sekaligus.
Nadia yang berbaris di bagian depan, melihat Rafael yang dengan gagah berdiri di samping, sudah dapat di tebak kalau Rafael lah yang menjadi pemimpin upacara nya.
'Masing-masing pemimpin pasukan menyiapkan pasukan nya'
Ketiga petugas upacara yang memimpin pasukan maju ke depan.
"Siaap... Grak!"
'Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara'
Rafael pun datang.
'Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upacara'
"Hormat... grak!"
"Tegak grak!"
(Langsung skip)
'Pengibaran sang bendara merah putih, di iringi lagu kebangsaan Indonesia'
Anak-anak IPA 1 sudah menunggu ini dari tadi. Barisan paling tengah mulai mengeluarkan ponsel mereka dari saku celana/rok.
Fauzan, Fauzi dan Arvin berjalan ke depan seperti yang sudah mereka pelajari sebelum hari senin. Sesaat kemudian mereka sampai di depan tiang bendera yaahh walau tadi Fauzan hampir nabrak pemimpin upacara (Rafael) tapi sengaja sama author di skip.
Setelah sampai di tiang bendera, Fauzi segera memegang tali dan memberikan talinya ke Fauzan agar memasangkan tali bendera.
Saat Fauzan mundur beberapa langkah, "Bendera siap!" dengan tegas dan pd nya Fauzan berterima.
Tiba-tiba saja para murid menahan tawa nya saat. Fauzan, Fauzi dan Arvin bingung kenapa mereka malah tertawa, padahal menurut mereka, mereka sudah benar memalukan nya.
"Balik kanan... Grak!" perintah pemimpin upacara.
Semua murid segera melakukan balik kanan seperti apa yang di perintah oleh Rafael.
"Waahh, bendera kita ganti skil guys... " kata Diana yang hampir kedengeran satu sekolah.
Anak-anak yang mendengar menahan tawa mereka, rasanya ingin sekali tertawa setelah melihat bendera mereka terbalik. Merah putih — Putih merah.
"Balik kanan.. Grak!"
Semua murid kembali ke depan. Mereka melihat, bendera sudah di perbaiki. Dan upacara berlanjut dengan lancar.
***
Di kelas IPA 1.
"BWAHAHAHAA.. Aduhh aduhhh aduhhh.. Gue masih ngakak anjirr.. " kata Naila terus tertawa tanpa henti sampai perut nya sakit.
"Udah dong, gue jadi malu nih... " kata Fauzan.
"Ahahahahaha... tapi gue masih bengek sama insiden tadiii... Hahaha.. " kata Diana yang tak kalah ngakak nya dengan Naila.
"Temen yang tertawa di atas penderitaan teman sendiri... " kata Fauzan.
Sejenak hening mendengar perkataan Fauzan.
"EEEHH GUYS!! KALIAN LIAT GAK SOAL INSIDEN TADI?!!! Gue dapet video nya dari kelas IPA 3... " teriak Cindy masuk ke kelas dan langsung berlari ke arah Nadia dkk.
"Dari temen pacar lu ya?" tanya Syaila.
"Eh? Eheh iyaa.. " jawab Cindy.
"Udah gue duga, " gumam Syaila.
"Video apaan sih?" tanya Nadia turun dari atas meja dan menghampiri Cindy untuk melihat video.
"Ini... " kata Cindy menyalakan ponsel nya untuk memperlihatkan video tadi pagi.
"Ahahaha... Bagus juga tuh anak IPA 3 mantaapp.. "
"Gue juga tadi sempet di video sih tapi tiba-tiba ada OSIS ngajak ribut jadi cuma dikit... " kata Diana.
"Sama gue juga, tuh PMR satu malah ngomelin gue, tapi anggota nya sendiri lagi video-in Fauzan sama yang lain gak di omelin... " kata Naila memutar bole matanya malas.
"Waah parah tuh, " kata Diana.
"Fiks tuh PMR mata gak di pake.. " kata Nadia.
"Mm.. Setuju.. " kata Naila.
"Setuju nad, " kata Diana.
"Setuju... " kata Cindy, Syaila.
Tak lama kemudian, bel masuk sudah berbunyi. Naila dkk kembali ke meja masing-masing.
2 menit sebelum guru masuk kelas, Naila chat Cindy untuk mengirimkan video Fauzan dkk saat di lapangan tadi ke WA nya.
***
Di kantin, ada lima orang gadis yang sedang menikmati makan dan minum mereka dengan tenang. Sampai akhirnya si pembuat keributan se-kantin datang.
"YUHUU... MY FAUZAN BABANG TAMVAN DATANG" teriak Fauzan saat memasuki kantin.
Nadia dkk hanya diam saja melihat Fauzan dkk datang. Awal nya hening, tapi tak lama kelamaan, para kaum hawa berteriak dengan kedatangan mereka.
Nadia dkk hanya melihat mereka berjalan datang menghampiri meja mereka dengan wajah datar nya.
"Hay guys, ada yang kangen sama gue gak?" tanya Fauzan dengan suara imut nya (sebenernya sok imut)
"Gak ada yang mau sama lo buaya padang pasir, " jawab Naila menyuapkan bakso nya kedalam mulut. (Iyalah kedalam mulut masa kedalam lubang hidung, kan gak lucu😌)
"Iya sekarang aja lu gak kangen sama gue, nanti juga lu kangen, " kata Fauzan dengan pd tingkat dewa.
Naila hanya menunjukkan ekspresi jijik ke semua orang yang melihat.
"Kalian udah pada mesen?" tanya Arvin.
"Punya, " jawab Arvin.
"Kalo punya, lu pasti liat kan kalo ada makanan di masing-masing tempat duduk, " kata Diana.
Syaila menyenggol tangan Diana agar diam. "Iya kita udah pesen, lu kalau mau pesen pesen aja, mumpung belum bel, " kata Syaila ke Arvin dan yang lain.
"Iya, nanti mungkin, gue gak terlalu laper juga, " kata Arvin.
"Kalo gak terlalu laper ngapain lu datang ke sini?" tanya Diana.
Nadia yang mendengar itu, mencubit paha Diana.
"Awsh.. Apa sih nad?" tanya Diana yang kaget.
"Bisa diem gak lu? dia ini belum punya temen makanya lu baik-baik sama dia, " bisik Nadia.
Diana hanya memutar bola matanya sambil berdecak.
Arvin dkk hanya menampilkan senyumnya.
"Fauzi, pacar u tuh kenapa?" sahut Syaila.
"Apa sih....?" tanya Fauzi melirik Syaila yang ada di samping Arvin.
"Tuh pacar lu kenapaa?" tanya Arvin mengulang pertanyaan Syaila.
"Siapa pacar gue? perasaan gue belum nembak cewek satu pun dia satu semester ini deh... " kata Fauzi.
"Halah bacot, itu di depan mata lu, " kata Fauzan melirik Diana yang dari tadi cembetut.
"Oohh, Dianaa... dia bukan pacar gue... " kata Fauzi.
"Tapi... " kata semua orang di meja itu.
"Calon istri gue, " kata Fauzi melihat Diana dengan mata hitam nya yang lekat dan seketika wajah Diana merona merah seperti tomat.
"Anjay... " sorak semua yang ada di meja itu kecuali Fauzi dan Diana.
"Gue restui... " kata Fauzan menepuk-nepuk pundak Fauzi.
"Gue juga merestui, " kata Cindy mengangkat kedua alisnya.
"Ahayy, tinggal nunggu restu kedua orang tua ini mah, " kata Naila.
"Gue juga merestui lu bang, lu sama Naila, " kata Fauzi.
"Aaaminn.... Eh, apaan sih lu, ngapain juga lu merestui gue sama si buatan betina, ga ga ga ga, " kata Fauzan kembali duduk di kursi nya dan melirik Naila singkat.
"Ogah banget gue sama lu, " kata Naila memutar bola matanya.
"Iihh apa lagi guaa, " ucap Fauzan dengan ekspresi gak sudi kalau di jodohkan.
Naila dan Fauzan saling membuang muka. Nadia dkk dan Fauzi dkk melihat mereka seperti itu sangat menggemaskan, terutama Naila yang ngambek dan mengembangkan kedua pipinya jadi sama seperti bapau.
*tokoh comen on*
*Naila: apaan sih thor, bisa gak sih kasih kesan yang lebih waow dikit mentang-mentang gak punya pacar di sekolah
*Author: astagfirullah... eh gini-gini gue laku tau gak lo di sekolah, banyak yang ngegebet guaa
*Naila: mazaaa...
*Author: masih mending lu gue kasih kesan seperti bapau, dari pada ikan kembung
*Naila: wew.. ikan kembung hanya untuk ehsan di sinetron upin ipin yaaa
*Author: hiyaa udah terima aja ngapa sih, di bawa ribet mulu
*Naila: ya udah deh iyaaaa, terimakasih telah menjadikan saya sebagai bapau rasa coklat yang bisa di makan
*Author: mm
(Balik ke topik ya guys, maap kan tadi ada keributan sedikit)
Di saat Nadia dkk terus menggoda Naila yang ngambek itu, sesekali Fauzan melirik Naila yang masih memalingkan wajah nya dari nya.
Kringg....
"Laahh baru juga istirahat masa iya udah bel masuk lagi... " kata Cindy.
"Tau nih, ketos bikin jadwal itu jangan seenak jidat ya... " kata Diana.
"Bukan gue yang bikin... tapi sekolah, kalo gue yang bikin ya gue buat semua jadwal pelajaran cuma satu jam istirahat 4 jam, " jelas Rafael.
"Anjay, lu memang ketos impian di setiap sekolah, " kata Fauzan.
"Iyalah, makanya di pemilihan berikut nya pilih gue aja, " kata Rafael.
"Pemilihan berikut nya,, kapan? lu udah lulus beg0, "Kata Nadia.
"Oh iya iya, gue lupa kan sekarang gue kelas 12, " kata Rafael baru ingat kalau tahun ini dia sudah lulus.
"Gagal gue membuat sekolah ini bebas dari siksaan pelajaran, " lanjut Rafael.
"Eeuuhh elu sih, dari kelas 10 udah di pilih jadi ketos gak mau aneh gue, " kata Fauzan.
"Ya gimana gue lah, itu urusan gue bukan urusan lu, "
"Iya iya ketos tamvan, tapi masih tetap tamvanan gue yaa... fiks no debat.. huh, "Kata Fauzan sambil mengibaskan rambut nya ke belakang dengan menggerakkan kepalanya.
"Iihh, " seru semua anak di kantin melihat kelakuan aneh Fauzan.
"Rambut lu kurang panjang kalo mau di kibas-kibasin, " kata Naila.
"Iya nanti sabar, kalo rambut gue panjang terus lebih bagus dari rambut-rambut kalian gue mau pamer se-indonesia, " kata Fauzan.
"Serah ahh capek gue ngomong sama buaya padang pasir, " kata Naila.
"Yuk cabut, " kata Syaila berjalan pergi dari kantin dan di ikuti oleh yang lain nua.