
Setelah teman-teman nya berhasil membawa istri, gebetan mereka pulang. Kini hanya ada Naila yang sedang mengobrol dengan laki-laki yang bernama Kiky. Paling mengejutkan nya adalah Kiky si teman kecil Fauzan sejak Tk, dan SD. Fauzan mulai marah saat Kiky menyentuh bibir Naila.
Tanpa berpikir panjang lagi, Fauzan menghampiri Naila. Tanpa basa basi dia duduk di kursi di samping Naila sambil merangkul pundak nya.
Naila yang kaget melihat kedatangan Fauzan dan tiba-tiba main merangkul dirinya, hanya bisa diam. Kiky yang di kala itu sedang membersihkan bibir Naila dari saus menurunkan tangan nya karena ada Fauzan.
"Lu, ngapain di sini?" bisik Naila.
"Nyelamatin lo dari si Wibu turunan Jepang yang suka nonton piiipp... " jawab Fauzan dengan berbisik.
"Hah? masa sih? tapi kan dia bukan orang Jepang, dia juga gak suka tuh anime apalagi nonton piippp... "
"Itu menurut lo! tapi Kiky yang gue kenal dia suka nonton begituan, "
"Oke oke gue percaya, tapi sejak kapan lu ada di sini? terus kenapa lu tau kalo gue ada di resto ini, lu ngikutin gue yaaa, "
"Ya ampun mon maaf ibu, kayak gak ada kerjaan aje gue ngikutin lu ke sana ke mari, gue tadi cuma lewat aja mau cari angin, kebetulan gue gak sengaja liat Rafael, Fauzi sama Nathan... ya udah gue ikut gabung aja, " jelas Fauzan (di kasih micin dikit)
"Hemm, "
Mereka berdebat dengan suara pelan (berbisik) Kiky yang sedang minum mulai jengah melihat mereka berdua.
"Maaf gue ganggu obrolan kalian, tapi ini makan malamnya mau di lanjut lagi?" tanya Kiky dengan tatapan tak suka melihat Fauzan.
"Eeeee... " Naila kehabisan kata-kata untuk menanggapi perkataan Kiky barusan.
"Nggak! Naila harus pulang ngurus anak!" tegas Fauzan.
Kiky dan Naila kaget mendengar perkataan Fauzan barusan. Apalagi Naila dia sambil melotot dan menganga tak percaya.
Naila menyenggol pinggang Fauzan. "Apa-apaan sih lu! sembarangan aja kalo ngomong!!" kata Naila geram.
"Jadi Naila itu udah punya anak?" tanya Kiky.
"Eng--"
"Iya, bahkan anak kita berdua kembar, " potong Fauzan dengan PD nya.
"Oh gitu ya, SELAMAT YA AMPUN SELAMAT!!! ASTAGAA gue gak nyangka bakal ketemu sama ini dengan dua anak kembar, oh yaa omong-omong boleh gak kalo aku dateng ke rumah kalian... " kata Kiky yang sangat senang.
Fauzan dan Naila hanya diam saja mereka kaget dan senang kalo dia tak tahu kalo Fauzan berbohong.
"Boleh kan?" tanya Kiky girang.
"I-iya tentu boleh, haha, siapa juga sih yang gak boleh dateng kalo buat jenguk malaikat kecil kita... iya kan sayang?" tanya Fauzan melihat ke Naila.
"Hah?"
"Udah ikutin aja... " bisik Fauzan.
Gue masih gak paham ini konsep nya masuk ke mana? - batin Naila.
"Beneran nih? kalo gue nanti aku bakal bawain dia hadiah... oh iya kalo boleh tau anak kalian itu cowok? apa cewek? atau kembali cewek cowok?" tanya Kiky dengan wajah polos nya.
Mampus gue... harus jawab apa nih... mana nih cewek satu gak mau nolongin lagi (Naila) - batin Fauzan.
"Anak kita kembar cewek cowok... " kata Naila.
Fauzan pun bisa menghembuskan napas lega, akhirnya Naila datang untuk membantu nya.
"Oh ya? kalo gitu nanti Naila jangan lupa share lock ya, "
"Iya iya, "
"Aku pamit dulu, makaseh atas makan malam nyaaa, "
"Iyaaa.. "
Setelah Kiky pulang. Seharusnya ada kalimat yann terlintas dari mulut Naila tapi seperti nya dia sangat lelah sampai tak bisa berkata satu kata pun.
"Pulang yuk, " ajak Naila.
"Ayoo, " kata Fauzan.
"lu bawa mobil kan?" tanya Naila saat hendak berdiri.
"Nggak, gue bawa motor.. " jawab Fauzan. Naila yang tadi nya sudah berdiri kembali duduk.
"Mau gue pesenin taksi?" tanya Fauzan.
"Nggak gak usah, kebetulan gue bawa jaket, gue mau hirup udara segar, " kata Naila menolak.
"Tapi kan lu pake rok pendek, mana nih baju terlalu kebuka lagi, " kata Fauzan.
"Kalo gitu mana jaket lu.. " kata Naila. Fauzan pun memberikan jaket nya ke Naila. Dengan cepat Naila memakai jaket itu.
"Nahh, udah gak kebuka lagi kan baju gue?" tanya Naila.
"Pinter sih lu, tapi sial nya gue gak bawa helm dua, "
Dan mereka pada akhirnya pulang naik motor Fauzan, walau hanya ada satu helm saja. Naila yang ada di belakang memeluk Fauzan dengan erat. Fauzan pun hanya pasrah.
Sesampainya di rumah Naila, Mama Rara menghampiri mereka berdua. Mama Rara menanyakan belanjaan baju Naila... Naila bahkan lupa kalo dia izin ke luar dengan alasan akan belanja baju dengan teman-teman nya. Tapi untung saja, Fauzan masih belum pergi. Fauzan memakai alasan apa saja agar Mama Rara percaya, dan tak lama Mama Rara hanya mengangguk dan kembali masuk ke dalam rumah.
Naila berterima kasih ke Fauzan karna telah mengantarnya pulang. Saat ini jam 22.30 sudah hampir tengah malam. Fauzan pamit untuk pulang kalo tidak dia akan kena b4c0k4n seorang emak.