My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Malam pertama



Setelah hari yang sangat panjang, kini pasangan baru itu berada di hotel. Nathan masuk terlebih dahulu dan di susul oleh Cindy yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu.


Cindy meregangkan tubuhnya ketika sudah berhasil masuk ke kamar hotel yang di dekorasi dengan berbagai jenis bunga. Ia diam-diam mengintip tingkah pria yang baru saja memegang status sebagai suami dirinya itu.


Sejujurnya, Cindy merasa gelombang menyebut pria itu sebagai suaminya. Nathan menyadari bahwa dia diperhatikan hanya mendengus kasar. Pria tersebut menanggalkan kancing kemeja yang membalut badan atletisnya satu persatu.


"Kenapa?" tanya Nathan tersenyum.


Ada yang punya tabung oksigen? tolong! datang sekarang! Cindy lagi kumat! Gila nya :D


"Kamu mau mandi?" tanya Cindy.


Nathan mengangguk, badan nya gerah dan terasa lengket. Mana mungkin dia tahan untuk tidak mandi.


"Abis mandi kita skidipap pap chikichips ahoy?" seloroh Cindy, ia menunduk dan terkekeh.


Nathan memejamkan mata, sejenak dirinya lupa bahwa sesungguhnya Cindy bukanlah gadis lugu yang sering dia jumpai di luar sana. Terlihat jelas bagaimana netra Cindy berkilat semangat.


Astagfirullah... Mengapa Cindy malah lebih agresif dan tak sabar melakukan malam pertama dari para dirinya pihak pendominasi. Pasti ada yang mengajarkan nya..


***


Di sisi lain, pelaku utama dari dialog di atas sudah sampai di rumah bersama sang suami.


Nadia terus menerus bersin sepanjang perjalanan menuju apartemen. "Kamu sakit?" tanya Rafael.


"Iya kayanya, dari tadi aku bersin-bersin teruss, " jawab Nadia.


"Nanti aku beliin obat, aku mandi dulu ya, "


"Iyaaa.. "


Pasutri yang membisikkan hal-hal goib😙


***


Pagi hari nya.


"Hikss... Mommy sakit banget.. "


Cindy menarik selimut menutupi tubuh dirinya yang tidak memakai sehelai benang pun.


Dia memicingkan mata menatap Nathan yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi.


"Kamu mau sampai kapan tiduran gitu, Cin?"


Nathan memasangkan jam tangan di pergelangan kirinya. Dia ingat hari ini, wajib datang ke reuni SMA Margasatwa.


"LO MAH LAKI ENAK-ENAK AJA! LAH GIMANA GUE YANG DI UNBOXING?! SAKIT! HIKSS... " teriak Cindy.


Perempuan itu kembali meringis merasakan sakit di area selangkangannya.


Brengs*k! Padahal Cindy mendengar kalau melakukan itu sangat enak. Tapi setelah mengalami nya sendiri tidak seindah ekspetasi. Kenapa? BISA-BISANYA PASUTRI ITU? AAAAHHH KACAU...!!!


Saat dirinya bahkan nyaris pingsan meski Nathan telah melakukan pemanasan?!


Pembohongan privasi macam apa ini?! Rasanya seperti badan membelah menjadi dua bagian.


"Masih sakit?" tanya Nathan menghampiri Cindy.


"MENURUT LO!"


Cindy memiringkan tubuh yang tertutupi selimut putih. Menunjukkan bercak darah di seprei kepada Nathan Alexander yang teramat sangat pandai bikin anak orang baper!


"Liat? Gue no tipu! Ini sakit banget tau... Serius!"


Nathan berdeham. "Ya salah kamu lah, suruh siapa kamu menggoda aku pakai ribuan kata-kata manis? plus kamu nyentuh titik sensitif badan aku.. " Sejujurnya Nathan tak berniat melakukan kewajiban nya secara langsung. Dia hendak menunggu Cindy siap lahir dan batin.


Berakhir, dirinya tak dapat menahan diri dan membobol Cindy tadi malam.


Nathan mendekat pada Cindy, menggendong istrinya sehati-hati mungkin menuju kamar mandi. Setelah menidurkan Cindy di bathup, dia menyodorkan sabun dan perlengkapan mandi untuk Cindy.


Cindy sudah selesai bersiap, Nathan dongkol harus menunggu Cindy selesai dandan. Sampai sejam lebih! Nathan heran sendiri, mengapa wanita sangat lama dalam merias wajah?


Ayoo jawab pertanyaan nya bestie...!!


Nathan tersenyum, rasanya ingin tertawa terbahak-bahak. Melihat cara jalan istrinya terlihat lucu, mirip seperti pinguin. Nathan mengekor Cindy membawa koper di tangan. Pagi ini, mereka harus check-out dari Hotel guna bertemu teman-teman di tempat lain yang sudah di janjikan.


"Sayang mata kamu!" tegur Nathan.


Istri nya itu menatap intens seorang pemuda yang tengah check-in di bar resepsionis.


"Ganteng banget, nggak sih? kayaknya dia aktor deh, numpang foto yuk, gue upload ke IG.. "


Cindy membalikkan badan bersemangat sembari menempel manja kepada Nathan.


Tabahkan lah hati dan imam Nathan yang memiliki istri seperti Cindy Ferdiansyah. Kelakuan nya hampir mirip dengan Ayahnya Lukman Ferdiansyah:D


***


Cindy nampak kalem saat memasuki sekolah, hanya menampilkan senyum malu-malu. Ia sekolah menjadi perempuan dewasa setelah kejadian tadi malam.


Tak lucu, jika dirinya menunjukan sikap aslinya setelah kemarin menikah. Dia melihat ke kanan, Naila dan yang lain sudah berkumpul di satu meja sambil melambaikan tangan ke arah Cindy dan Nathan yang baru datang.


"Widiw, penganten.. gimana malam pertama nya?" tanya Naila.


Cindy duduk dengan anggun di kursi yang ada. Nathan mah langsung saja menunjukkan sifat aslinya ke semua orang.


Nadia meletakkan ponselnya di meja melihat leher Cindy.


"Lo malem di gempur habis-habisan sama Nathan ya?" tanya Nadia.


Nathan menegang mendengar pertanyaan Nadia. Jiwa iblis dalam diri Cindy berkobar-kobar. Saatnya pembalasan.


"Ah, nad, gimana, ya.. " Cindy menyempilkan rambut ke balik kuping.


"Anj*y tuh leher kenapa?" tanya Diana melihat leher Cindy yang ungu.


"Berapa ronde malem?" tanya Alvin.


"Berisik lo!" kata Nathan menahan malu.


Kenapa dirinya tak sadar kalau leher Cindy ada bekas cup*ng nya semalam? Ah! Tau gini dia menegur istri nya untuk memakai baju panjang dan kemeja yang menutupi leher.


Teman-teman nya lagi, bukannya hal tersebut merupakan privasi?


"Gila cok, sampe Ungu, perasaan gue sama Nadia gak sampe begitu dah.. " kata Rafael tertawa puas bersama yang lain. Melihat wajah Nathan yang memerah menahan malu nya. Cindy mah santai ae.


"Anj*rr jadi lo juga udah ituan sama Nadia?" tanya Alvin kaget.


"Yaudalah, ya kali belum! ya gak sayang?" tanya Rafael menaik-turunkan alis nya.


Nadia tertawa garing. "Ingin rasanya mengeluarkan kata-kata mutiara...!" ucap Nadia.


"Eeehh.. calon bumil gak boleh ngomong kasar... " ujar Rafael.


Nadia memutar bola mata malasnya. "Jiahkk, aku mah apa atuh.. hanya bisa nyimak, " sindir Diana.


Fauzi yang tengah minum tiba-tiba keselek dia segera mengambil tisu mengelap mulutnya.


"Sama.. " sambung Syaila. Alvin terdiam.