
"Gimana? Dia udah kapok?"
"Kayak belum deh.. harus di kasih pelajaran lebih... "
"Gue gak mau tau... pokonya siapa pun yang berani bicarain 'dia' dan teman-temannya harus di kasih pelajaran!"
"Lu tenang aja, omongan kita selalu bikin orang jatuh, "
"Iyap, betul sekali.. itu adalah alasan kenapa kita selalu di sebut ular, "
"Gue gak peduli apa sebutan kalian! gue cuma mau anak yang bernama Tina itu hancur sehancur-hancur nya!"
"Siap.. "
"Tapi lu jangan lupa janji lu sama kita, "
"Iya gue tau, malam ini kita nonton bareng kan? Gue inget kok santai aja, dan gue bakal jemput lu jam 8 malam, "
"Sip.. Oke kalo gitu, kita balik ke kelas.. "
"Iya, "
***
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring sampai keluar gedung sekolah. Anak-anak menyambut hangat suara bel itu dan segera membereskan buku-buku mereka.
Guru yang mengajar jam pelajaran terakhir segera meninggalkan kelas dan pergi ke ruang guru. Dan anak-anak murid nya mengikuti dari belakang tapi langsung pergi ke gerbang sekolah yang sedang di buka oleh pak satpam.
Di tempat parkiran sekolah.
"Mana sih ini, kata nya mau pulang bareng, " ucap Fauzan yang sedang bersandar di dekat motor sport nya berwarna merah.
"Haahh, gue kek berasa patung pancoran, nunggu lama, " sahut Fauzi.
"Eh btwe, lu beneran mau balik anterin Diana dulu?" tanya Fauzan.
"Iya, gue udah janji sama dia waktu di kelas, katanya dia mau beli tiket bioskop gitu, terus nanti malem kita pergi, "
"Iihh kok gak ngajak?"
"Ya sana lah pergi sama siapa kek, Cindy, Naila atau siapa, tumben lu gak ada cewek, "
"Aahh kalo Cindy pasti sama Nathan, lu tau dia pacar nya, "
"Iya juga sih... ya udah sama Naila aja, "
"Heh syuutt sembarangan lu! Baru aja tadi siang gue di bicarain sama orang, masa iya sekarang jalan bareng, anj*r emang gue punya adik, "
"Kan ngasih saran, "
"Hem.. "
"Oh, atau sama Syaila aja? kan dia tuh jomblo, bisa mereuunn lu deketin diaaaa biar gak terlalu keliatan jomblo ngenes, "
"Hmm, nanti coba gue pikirin, "
"Jangan lama-lama keburu di ambil orang, "
"Emang ada yang mau sama dia?"
"Arvin.. "
Fauzan kemudian menutup mulut nya dan menggeleng pelan.
"HELLO GUYS!! SORRY NUNGGU LAMA.. " teriak Diana menghampiri Fauzan Fauzi yang sedang duduk dan bersandar di motornya.
"Iya gak papa.. "
"Jadi nih kalian?" tanya Nadia dkk bertanya ke Fauzi dan Diana.
"Iya jadi, gue sama Fauzi duluan ya... bye bye para jomblo, " kata Diana sambil naik ke motor Fauzi.
"Gue duluan.. " pamit Fauzi.
"Gue gak jomblo ya maaf!" teriak Nadia setelah motor Fauzi menjauh.
"Oh iya sorry... gue lupaa, " teriak Diana yang telah keluar dari lingkungan sekolah.
"Eh sya.. malam ini lu ada acara gak?" tanya Fauzan.
"Ada, " jawab Syaila sambil main HP.
"Acara apaa?" tanya Fauzan.
"Acara pergi bareng sama Arvin, kita mau makan-makan di cafe berdua.. kenapa?" kata Syaila.
Jleb.
"Mm pasti sakit tuh, " kata Naila.
"Oh, engga sih nanya doang, " kata Fauzan.
"Baru juga deket udah main makan berdua aje kalian, " kata Nadia.
"Gak tau dia yang ngajak, " kata Syaila melihat jalanan yang mulai sepi.
"Iya gue tau kok, " kata Syaila.
Diid... Diidd... Diidd...
"Ayooo.. " kata Rafael datang dengan mobilnya.
"Gue duluan ya, pawang gue udah nunggu, byee... " kata Nadia kemudian masuk ke dalam mobil Rafael.
"Iya byee... " kata Naila dkk.
"Hati-hati nad, " kata Fauzan.
"Yoo, " sahut Nadia membenarkan posisi duduknya.
"Duluan bro, " kata Rafael ke Fauzan.
"Yoo bro, " kata Fauzan.
Nadia dan Rafael pun berlalu.
"Sekarang kita ngapain?" tanya Naila melihat teman-teman nya.
"Gue nunggu Nathan ngambil motor, " jawab Cindy sambil melihat jam di layar ponsel nya.
"Gue nunggu jemputan dari bokap, " jawab Syaila sambil menelpon papa nya.
"Kalo gue?" tanya Naila sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Lu bareng sama Fauzan, " kata Cindy.
"Gak mau!" tolak Naila dengan cepat.
"Gak gak gak! siang ini gue berusaha menghindar dari Naila biar gak di omong-omong-in sama orang, " jelas Fauzan.
"Nah betul!" kata Naila setuju.
"Gak papa kali... udah pulang juga, kalo ada yang liat kalian bilang aja terpaksa, " kata Syaila menyarankan.
Naila dan Fauzan saling melihat. "Ya udah ayo, gue juga males nunggu orang yang di anter sama pacar nya, " kata Fauzan terpaksa.
"Yaudah gue duluan ya... " kata Naila terpaksa ikut karena gak bawa mobil.
"Iyaaa.. " ucap Syaila, Cindy barengan.
Di dalam perjalanan pulang Naila dan Fauzan.
"Mau di anter sampe depan rumah atau di tepi jalan?" tanya Fauzan.
"Ya depan rumah lah, tega bener lu nurunin gue di pinggir jalan, "
"Siapa tau, " kata Fauzan terkekeh.
"Gak lucu!" kata Naila.
"Siapa yang ngelucu?" tanya Fauzan.
"Au ahh, " kata Naila kesal.
Fauzan terkekeh pelan dan sesekali melihat wajah Naila dari spion nya.
Tak lama, mereka sampai di depan rumah Naila. Terlihat di sana Mama nya Naila (Rara) dan Ayah nya (Agung) yang sedang mencuci mobil.
"Assalamu'alaikum... "
"Waalaikumsalam, " jawab kedua orang tua Naila.
"Kamu udah pulang.. " kata Mama Rara basa basi.
"Iyalah udah pulang, kamu itu yaaa mata di pake sayang, " kata bapak Agung.
"Berisik! atau mau tidur lagi di luar?" tanya Mama Rara kesal.
"Yaaaa engga... " kata bapak Agung menciut.
"Ya udah diem, gue tuh basa basi doang, " kata Mama Rara.
"Iya... marah-marah mulu perasaan gue punya istri, " gumam bapak Agung.
"Mau mampir dulu?" tanya Naila ke Fauzan.
"Nggak usah lain kali, gue mau langsung pulang meratapi nasib kejombloan gue, " jawab Fauzan.
"Isshh kasian, kayak gue dong, walau jomblo gue tetep jalan-jalan, " kata Naila mengibaskan rambut panjang nya.
"Jalan-jalan kemana lu?" tanya Fauzan.
"Ke mana-mana hati ku senang lalalalalala... " kata Naila nyanyi sambil pergi dari hadapan Fauzan.
"Gue nanya serius, malah di bercanda-in.. " gumam Fauzan.
Fauzan melajukan motor nya menjauh dari kediaman Naila menuju rumah nya.