My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Sial



Sesampainya Rafael dan Nadia di rumah. Nadia segera turun dari mobil dan berlari kecil menuju pintu rumah.


"Assalamu'alaikum, " ucap Nadia saat menginjakkan kakinya ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam, tumben kalian udah pulang, biasanya juga nanti jam setengah sebelas, " kata Mami yang kebetulan lewat.


"Yagitu deh mih, " kata Nadia cemberut.


"Rafael mana?"


"Nggak tau ilang, "


"Sembarang ilang-ilang, suami mu yang paling ganteng, kece badai begini di tinggal, " kata Rafael.


"Idiihh, " ucap Nadia dan Mami barengan.


"Yaudah mih, aku ke kamar dulu ya, " kata Nadia.


"Iya, sana istirahat lagian besok juga kalian masih sekolah, " kata Mami.


Nadia pun berjalan menaiki tangga satu persatu, entah apa yang di lakukan Rafael terlebih dahulu di sana. Seperti nya dia sedang berbicara dengan Mami.


Di kamar.


Nadia membuka jaket dan mengganti baju dengan baju tidur nya. Setelah itu dia rebahan di kasur seperti biasa. Nadia membuka ponsel nya, dan yang lebih kurang kerjaan adalah dia di masukkan ke grup.


Grup ******


Diana


anjing siapa yang masukin gue ke sini? kurang kerjaan abisss


...Diana keluar...


...081* **** **** telah menambahkan Syaila...


Syaila


eh setan gue bukan ****** mon maap


^^^Nadia^^^


^^^Ini siapa sih yang masukin gue?!^^^


Naila


Bukan gue! gue bukan admin anj-


Syaila


Gue udah keluar masuk hampir 7 kali


...Nadia keluar...


...081* **** **** telah menambah Nadia...


^^^Nadia^^^


^^^Goblok^^^


Syaila


@081* **** **** siapa sih elo!!


Naila


bantai bantai


Cindy


-_- siapa admin nyaa!! WOI


^^^Nadia^^^


^^^Kagak tau gue... gak kenal^^^


...**Nadia, Syaila, Cindy keluar...


...081* **** **** telah menambah Nadia, Syaila, Cindy...


Naila**


Cindy


Auto ganti nomor


^^^Nadia^^^


^^^Capek^^^


Orang gila mana lagi yang membuat grup ******, Fiks ini mah gabut - batin Nadia.


Karna capek terus keluar masuk keluar masuk grup aneh. Nadia menyimpan ponselnya dan memposisikan diri untuk tidur. Sengaja lampu tan di matikan karena ada Rafael yang belum datang.


10 menit kemudian.


cklekk


Pintu terbuka lebar, Rafael masuk ke dalam kamar. Melihat Nadia yang sedang tidur, Rafael berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk mengganti baju nya.


Setelah itu di matikan saklar lampu dan tidur di samping Nadia.


***


Pagi hari Nadia dan Rafael telat bangun mereka bangun tepat jam 6. Nadia segera pergi ke kamar mandi tak lupa juga membawa seragam nya agar cepat selesai. Rafael memakai kamar mandi bawah untuk membersihkan diri dan membawa seragam.


Setelah itu, mereka berdua berlari ke garasi setelag pamit dengan Mami dan Papi yang sedang makan di ruang makan.


Di garasi.


Rafael mengajak Nadia untuk memakai motor agar cepat, tapi sial! ban depan motor itu kempes. Nadia meminta agar naik mobil tapi sayang gak ada bensin. Karna sudah tak ada waktu lagi dan tinggal beberapa menit lagi masuk kelas atau bisa di bilang gerbang akan di tutup. Nadia memesan taksi.


Sudah hampir 5 menit mereka menunggu tapi taksi yang di pesan belum juga datang, terjebak macet.


"ARRRGGGHHH tau gini ikut aja Papi sekalian... " kata Nadia kesal hampir membanting ponsel nya.


"Ya lagian elu ngapain juga pake langsung pesen taksi segala... " kata Rafael tak kalah kesal nya.


"Gue kan panik!"


Rafael berdecak. Dia melihat arlojinya, jam sudah menunjukan pukul set 7 gerbang sudah di tutup, kelas sudah di mulai. percuma saja mereka ke sekolah hari ini yang ada pasti di hukum.


"Kagak usah sekolah ajalah, " kata Rafael.


"Sembarangan! gue sekarang ada ulangan, " kata Nadia.


"Ya percuma aja Nadiaaa.. kelas udah di mulai 5 menit yang lalu, gerbang juga udah di tutup. " kata Rafael.


Nadia menghembuskan napas kasar. "Ya udah deh, nanti gue minta susulan aja ke guru... "


"Itu masih belum datang juga taksinya?" tanya Rafael.


"Belum, malah gak maju-maju, " kata Nadia melihat layar ponsel nya.


"Kensel aja lah, percuma di tungguin, " kata Rafael.


Nadia pun menurut, setelah itu mereka masuk kembali ke dalam rumah dan berganti pakaian. Meraka meminta Mami untuk mengechat guru wali kelas mereka masing-masing untuk izin gak masuk hari ini. Mami yang paham langsung melakukan apa yang di katakan anak-anak nya.


Karna gak sekolah hari ini. Nadia ikut Rafael ke bengkel memompa ban motor. Mereka memakai baju santai mereka berjalan ke bengkel yang jaraknya lumayan jauh. Rafael berjalan sambil mendorong motor nya, sementara Nadia yang ada di depan hanya berjalan menikmati angin pagi yang segar.


"Bantuin kek, " kata Rafael yang mulai keliatan capek.


"Gue gak bisa ngedorong motor, " kata Nadia.


"Naik motor bisa, giliran ngedorong motor kagak bisa, " kata Rafael.


"Bariinn.. " kata Nadia.


Setelah sampai di bengkel. Rafael menyerahkan motor nya ke para pegawai yang ada. Mereka berdua duduk di kursi yang sudah tersedia sampai menunggu motor selesai di pompa.


"Hari ini sial banget gak sih menurut lu?" tanya Nadia.


"Sial gimanaa?" tanya balik Rafael.


"Ya... kita bangun kesiangan, mau ke sekolah ban motor lu kempes, mau naik mobil abis bensin, pesen taksi gak datang-datang... ujung-ujungnya kita gak sekolah.. " kata Nadia.


"Hem, iya juga sih.. tapi gak papa sial nya berdua, jadi bisa uwu, " kata Rafael mencubit pipi Nadia.


"Ih apa sih... " kata Nadia melepaskan tangan Rafael dari pipi nya karna malu di liatin orang.