
Setelah berjam-jam mereka naik motor dan sesekali Nadia mengeluh kalo pinggang nya sakit dan ingin istirahat. Sayang nya, Rafael menulikan pendengaran nya.
"Feell... pinggang gue sakiittt!!" ucap Nadia ini sudah ke-100 kali nya Nadia bilang seperti itu.
Sama seperti di jam-jam sebelum nya, Rafael pura-pura tak mendengar. Karna kesal dengan tingkah suami nya yang tak peka-peka. Nadia dengan sengaja memukul kepala Rafael, mencubit nya sampai dia meringis kesakitan tak hanya itu dia juga sengaja melepaskan pelukan nya biar jatuh.
Merasa ada yang hilang, Rafael menepikan motor nya dan berbalik. "Kenapa?" tanya Rafael.
"Kenapa kenapa, pinggang gue sakit!" kata Nadia sedikit teriak.
"Bentar lagi nyampe, mau istirahat dulu?" tanya Rafael.
"Ho'oh, "
Rafael melihat ke sekeliling mencari tempat untuk beristirahat. Apalagi sudah hampir waktunya makan siang. Rafael melajukan motor nya perlahan sambil mencari tempat.
Mereka menemukan saung yang lumayan sepi, maksudnya gak banyak yang duduk-duduk. Tak hanya itu, di sana juga ada penjual segala macam, kaki lima.
Mereka berdua duduk di saung yang tak jauh dari tempat parkiran motor. Tepat di sana datang seorang wanita yang membawa buku pesanan, kertas dan pulpen. Perempuan itu langsung pergi begitu saja setelah memberikannya ke meja Rafael-Nadia.
Rafael terus saja melihat perempuan itu, bagaimana tidak, baru juga mereka sampai langsung di sodorkan kertas dan pulpen.
"Udah weh! gak baik liatin cewek lain!" kata Nadia mengusap wajah Rafael.
Astagfirullah - batin Rafael.
"Gue gak ngeliatin kok, gue cuma kaget aja gitu, baru aja kita duduk langsung di kasih materi ujian, "
"Materi ujian matamuu.. ini buat nulis pesenan bambang!" kata Nadia.
"Iya itu maksudnya, oke kamu mau pesen apa sayang quh.. "
"Apa aja.. "
"Apa aja?"
"Iya apa aja.. terserah, "
Kata kramat keluar dari mulut Nadia. Rafael jadi bingung, takut salah. "Aku juga ikut kamu aja, terserah kamu mau pesen apa, " kata Rafael menaruh kembali pulpen di atas buku kecil.
"Dih, kok jadi elu sih yang ngambek, "
"Oh kamu teh lagi ngambek sama aku?"
"Au ah gelap, "
"Eh kok gelap? perasaan ini masih siang deh, "
"GAK TAU AH MALES!!"
"Ahahaha, gak kok sayang bercanda doang, kita pesen ayam geprek aja y--"
"Emang di sini gak ada monyet geprek?"
"Gak tau... bentar kita nanya dulu... Mbak! di sini ada gak makanan monyet geprek? istri saya katanya mau, "
Nadia melongo mendengar nya, padahal dia hanya bercanda. Tapi nyatanya...
"Tuh kosong katanya sayang, udah ya ayam geprek aja.. kebetulan aku juga lagi pengen yang pedes-pedes, " kata Rafael.
"Ya udah deh terserah, aku mah ngikut aja, " kata Nadia.
Setelah menulis pesanan mereka, Rafael pergi untuk menyerahkan kertas itu ke penjual. Dan kembali ke tempat duduk nya. Melihat Nadia yang sedang menikmati angin di atas pegunungan yang lumayan dingin ini, Rafael ikut senang melihat nya dia tak henti-hentinya tersenyum.
"Kenapa lu liatin gue?" tanya Nadia.
"Kamu cantik ya.. "
"Dih, baru tau kalo istri nya cantik, emang selama ini lu liatin siapa? sampe lupa kalo punya istri yang cantik, bahenol, mempesona ini, hm?" tanya Nadia.
"Mami, aku kira yang cantik di dunia ini cuma dia, ternyata ada yang kedua, "
"Siapa? Tina? iya?"
"Nggak usah bawa-bawa nama orang luar kalo kita lagi berduaan!" tegas Rafael berhasil membuat Nadia diam.
"Sorry, bukannya gue kasar sama kamu, tapi plis tuk hari ini aja, jangan bawa nama orang lain ke hubungan kita berdua, " kata Rafael.
"Iya aku paham, maaf ya, " kata Nadia tersenyum tipis. Rafael mengangguk pelan menanggapi perkataan Nadia.
Setelah hampir 7 bulan purnama mereka menunggu makanan, akhirnya salah satu perempuan itu datang membawakan pesanan mereka beserta minum nya es teh manis dan ayam geprek plus nasi. (maafin bagi kalian yang lagi berpuasa, gak bermaksud)
Mereka menyantap makanan itu dengan lahap, biasanya mereka kalo lagi di luar suka ngobrol, bercanda, tertawa sampai salah satu dari mereka keselek meja, jendela, pintu, kursi, lemari, cinta.. eh..
Setelah habis, Rafael membayar makanan itu dan duduk sebentar menunggu Nadia bersiap-siap. Biasalah cewek! kalau lagi santai ada aja kesempatan untuk... make up!🥰
"Udah belum?" tanya Rafael.
"Belum, " jawab Nadia masih sibuk.
"Ya ampun lama bener dah, cuma pake liptin doang, " kata Rafael.
"Sabar ya suami ku tercinta, "
Wajah tampan itu kembali melukis sebuah senyuman yang manis bahkan gula pun mundur saking manis nya. Ini pertama kali nya Nadia mengucap kan hal itu. Dan itu membuat Rafael senang karna dia mendengar nya.
Setelah bermenit-menit menunggu. Nadia mengenakan jaket nya dan berjalan menyusul Rafael yang menunggu nya di atas motor. Jujur cowok itu berhasil menarik para gadis yang melewati nya, tapi sayang, saat ada seorang gadis yang meminta nomor HP Rafael, istri sah nya sudah ada di samping nya.
"Btw, berapa lama lagi gue harus nanggung pinggang sakit gara-gara naik motor?" tanya Nadia memakai helm.
"Gak lama, kita tinggal lurus aja ke sana terus nyampe, " kata Rafael.
"Masih jauh?" tanya Nadia.
"Enggak, paling 2 jam lagi kita sampe, "
"Palamuu.. "
"Ahahaa, sabar ya cantik, bentar lagi kok.. " kata Rafael memegang pipi Nadia. Nadia yang tadi nya malas, jadi penuh semangat, kali-kali suami istri yang nikah muda ini menikmati suasana pacaran di gunung.