
Pagi hari di hari sabtu yang sangat berawan dan lebat nya hujan di luar rumah. Semua keluarga berdiam diri di kamar masing-masing, kecuali Tante Betly yang sibuk menggoda cowok yang lewat depan rumah.
Nenek dan kakek yang melihat itu hanya diam saja dengan ekspresi aneh nya.
"Anak siapa sih itu?"
"Nggak tau, yang pasti bukan anak saya, "
"Saya juga gak merasa melahirkan nya, "
Kamar Nadia dan Rafael.
Rafael sedang minum kopi di kursi dekat jendela besar di samping pintu balkon yang sedikit terbuka di tambah dia membaca buku misteri yang membuatnya semakin berdamage.
Sedangkan, Nadia hanya duduk di atas kursi sambil menatap hujan.
tok.. tok.. tok...
"Iyaa.. " kata Nadia berdiri dan berjalan ke pintu.
cklekk..
"Kenapa tan?" tanya Nadia melihat Tante Betly yang berdiri di depan pintu sambil senyum-senyum.
"Eeee... giniii, " kata Tante Betly masuk.
"Eh ada Rafael, " kata Tante Betly melihat Rafael yang sedang baca buku.
Rafael hanya tersenyum. "Kalian mau ngobrol? kalo gitu gue ke bawah dulu ya, " kata Rafael.
"Iyaa hehehe, makasiihh.. " kata Tante Betly cengengesan.
blam
Setelah Rafael keluar kamar. Tante Betly mengunci pintu dan menutup pintu balkon dan duduk di kursi tempat Nadia tadi.
"Kenapa tan?" tanya Nadia duduk di samping kasur.
"Ikut tante yuk nad, cuma kamu satu-satunya yang ngerti tentang perasaan tante kesayangan mu iniii, " kata Tante Betly memegang kedua tangan Nadia.
"Ikut kemana?"
"Mm, kencan... butaa.. " kata Tante Betly.
"Hah... "
"Plis nad, kamu cuma temenin tante aja... gak usah cari cowok lagi, temenin ajaaa.. " kata tante Betly.
"Gimana ya tan, tapi aku harus izin dulu ke Rafael, " kata Nadia.
"Eeeee iya juga sih, emang harus izin... kan kamu udah istri sah nya, " kata Tante Betly.
"Yakan, " kata Nadia.
"Aduh pusing, mau ajak kak Nanda malah kek berasa di nasehati sama emak sendiri, " kata Tante Betly merenung.
Nadia pun ikut diam tanpa berbicara satu kata pun. Tak lama hujan pun berhenti dan cahaya matahari mulai memasuki kamar Nadia di tambah dengan suara kicau burung yang mulai terdengar jelas dari pepohonan.
"Kalau tante ngajak kamu sama temen-temen kamu gak papa kan?" tanya Tante Betly.
"Ini yang mau kencan buta siapa sih? kok sampe harus ngajak temen-temen aku juga?" tanya Nadia.
"Awalnya mau ngajak kamu doang gitu, soal nya tante janjian sama dua cowok ganteng... " kata Tabte Betly sambil mengeluarkan lidah nya.
Nadia hanya geleng-geleng kepala. "Terus apa hubungannya sama temen-temen aku?" tanya Nadia.
"Ya takutnya kamu gak mau, kan mending kamu main sama temen-temen kamu yakan, atau engga temen-temen kamu yang masih jomblo bisa tuh ikutan juga, nanti tante cariin yang sesuai sama kriteria mereka, gimanaa?" jelas Tante Betly.
"Hemm, kalo buat ngalihin perhatian Rafael, Ayah sama Mama sih boleh-boleh aja tan... kapan berangkat nya?" tanya Nadia.
"Mau sekarang boleh, mau malam juga boleh, " kata Tante Betly.
"Malam aja deh biar seruu, " kata Nadia tersenyum miring.
"Iya lah, kan aku ponakan Tante, "
Tante Betly mengangguk. "Bener-bener, nanti ya malem jam 7 , ajak juga temen-temen muu.. "
"Siap bos, "
***
Malam hari, tepat jam 7 malam. Nadia dan Tante Betly siap untuk pergi ke sebuah restoran tempat mereka untuk kencan. Nadia sudah menghubungi teman-teman nya untuk ikut juga.
Nadia juga sudah izin ke Mama, Ayah dan juga Rafael untuk pergi ke berbelanja bersama Tante Betly (mengalihkan perhatian) dan mereka bertiga setuju. Sudah biasa juga kalo Betly mengajak Nadia berbelanja ke mall atau kemana pun itu.
Di sebuah restoran tempat mereka janjikan. Nadia dan Tante Betly keluar dari mobil dengan penampilan yang sangat luar biasa, cantik luar dalam, membuat para cowok pengunjung restoran terpesona melihat kecantikan mereka berdua.
"Setdah cantik bener dah tuh dua cewek.. tadi ada 4 cewek cantik, bening, sekarang di tambah 2 lagi, beuuhh... "
"Mimpi apa gue tadi siang? malem-malem gini bisa liat dua cewek bening sekaligus, "
"Aaakkhh, kalo jadi pacar gue tuh dua udah gua pamerin ke museum, "
Pujian demi pujian pun mereka dapatkan. Setelah lama mencari tempat duduk teman-teman nya, akhirnya mereka bertemu. Di awal yang di bicarakan oleh salah satu lelaki itu ada 4 cewek cantik yang sedang duduk di sama tak kalah cantik nya dengan Nadia dan Betly.
"Sorry lama, " kata Betly.
"Santai aja tan, " kata Naila.
"Eehh, syuutt gak boleh manggil Tante, " kata Betly.
"Oh iya sorry lupa... santai aja Bet, kita juga baru dateng, " kata Naila mengulang perkataan nya.
Sudah biasa bagi mereka kalo bertemu dengan Tante Betly mereka tak boleh menggunkan kata 'Tabte' apalagi saat akan kencan buta seperti ini.
"Hai nad, " sapa Cindy melihat Nadia duduk di samping nya.
"Hello cin, lu juga dateng? Nathan gak marah? terus si kembar juga gak marah?" tanya Nadia.
"Nggak santai aja, gue bilang ke mereka kalo gue mau jalan-jalan sama kalian semua, terus di bolehin deh, " jelas Cindy membuat Nadia mengangguk pelan.
"Sip bagus, " kata Betly.
"Eh, baru sadar gue, kalo Syaila gak ada, kemana dia?" tanya Nadia
"Tadi gue udah ke rumah nya, katanya dia ada acara keluarga, padahal dia pengen banget ikut, kasian, " kata Naila.
"Yaahh gak seru dong kalo gak ada Syaila, gak ada yang bisa nyanyi, " kata Betly.
"Emang kita mau karoke?" tanya Diana.
"Yah engga, tapi kan siapa tau, para cogan itu ngajak yekan, " kata Betly.
"Kan ada elu yang bisa nyanyi, lu kan ada suara emas, " kata Nadia.
"Emang ada tapi gue gak mau yahh, kalo harus nyanyi dangdut, mending nyanyi yang selow selow kayak lagu-lagu Korea kek atau apa kek, " jelas Betly.
"Emang tuh cogan suka sama dangdut?" tanya Cindy.
"Nggak tau juga sih, soal nya gak ada di deskripsi mereka suka lagu apa, " jawab Betly mengecek ponsel nya.
"Oohh, gitu ya, " gumam Diana.
"Eh ngomong-ngomong... kalian mereka risih gak sih di liatin terus?" tanya Naila yang meminum minuman nya.
Nadia dkk melihat ke sekeliling restoran dan benar saja hampir semua lelaki yang melihat mereka dari awal datang sampai mereka duduk dan memesan makanan, semua cowok itu seperti tertarik oleh magnet.
"Kapan bet, cowok nya dateng?" tanya Cindy.
"Katanya sih bentar lagi, macet di jalan, " jawab Betly.
"Hem, it's ok, kita tunggu mereka sekitar 30 menitan, " kata Diana. Mereka semua mengangguk mendengar perkataan Diana.