My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Main [21+]



Setelah makan, Nadia kembali ke kamar seharusnya ini adalah hak yang biasa bagi nya, tapi entah kenapa perasaan nya menjadi sangat aneh semenjak tadi sore (gara-gara Rafael)


cklekk..


Pintu terbuka, saat Nadia masuk ke kamar, berapa kaget nya dia melihat Rafael yang sedang memegang baju haram di tangan nya dengan ekpresi datar.


"Nga-ngapain lu megang tuh baju?" tanya Nadia gugup.


"Gue cuma penasaran aja, " jawab Rafael.


Rafael melirik singkat ke arah Nadia dan tersenyum miring. "Gimana kalo lo pake nad? Kayaknya pas deh di badan lo, " kata Rafael.


"Jangan macem-macem!" kata Nadia menatap Rafael dengan tatapan sinisnya.


"Ahahhaha, iya iya nggak kok... udah makan nya? enak nggak? besok mau makan apa? 2-3 hari lah kita gak usah sekolah, males gue, " kata Rafael panjang lebar.


Nadia jadi bingung harus menjawab yang mana dulu, tapi apa boleh buat dia menjawab dengan satu suara. "Makanan nya enak, besok kalo bisa makan sayuran aja biar sehat, kalau kata gue mending kita sekolah lu ketos kenapa malah males-malesan.. "


"Oke... males Naadiaaaa, " rengek Rafael seperti anak kecil.


Rafael memanyunkan bibir nya dan menarik tangan Nadia untuk duduk di pangkuan nya. "Males kalo di rumah, gak bisa berduaan, kata Mamih bagus kalau tinggal nya cuma berdua, gimana kalo kita pindah aja?" tanya Rafael.


Nadia yang duduk di pangkuan Rafael merasa gugup, ini pertama kalinya mereka sedekat ini. "E-emangnya mau pindah kemana?" tanya Nadia gugup.


"Ke apartemen aja, rumah bisa di pikirin lagi nanti, sekarang kita ke apartemen aja dulu, " kata Rafael.


"Kalo gue mah sih ikut-ikut aja, mau kapan pindah nya?" tanya Nadia tak berani melihat wajah Rafael. Padahal Rafael terus melihat wajah Nadia.


"Besok aja gimana? besok kita gak usah sekolah, "


"Maksud lo kita bolos? eh bapak! gara-gara ban bocor sama bensin mobil kagak ada, gue jadi gak ikut ulangan tau!" ucap Nadia kesal.


"Emang wajib?" tanya Rafael.


"Eh.. ya engga sih kata Syaila tadi, itu cuma buat yang di remedial doang, "


"Terus istri ku tercinta ini remed nggak?"


"Ya engga lah, dari gue lahir aja gak remed-remed, " kata Nadia sombong.


"Mmm... boleh sombong soal ulangan, tapi nanti gak boleh sombong kalo kamu udah gak perawan lagi, " kata Rafael memindahkan rambut Nadia ke belakang.


Nadia memejamkan mata nya dan menggigit bibir bawah nya sekuat tenaga saking gugup nya menerima sentuhan Rafael yang tak biasa. Rafael yang melihat itu hanya tersenyum, sebenarnya dia hanya menggoda Nadia tapi entah kenapa dia jadi ikut terbawa suasana.


"Nadiaa, gimana kalo sekarang aja kita main? gue takut lu di ambil sama orang, " bisik Rafael.


"Ma-main? main apa? congkak? atau kartu?" tanya Nadia tak paham.


"Ma-in.. " bisik Rafael membuat Nadia semakin salah tingkah.


Nadia merasakan tangan Rafael yang mulai merogoh masuk ke dalam baju dan seperti yang kalian ketahui di sana Rafael bersama melepas kait bra. Nadia yang sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan suami nya ini, segera berdiri dan memegang dadanya karna kait bra itu sudah terlepas.


"Mau kemana?" tanya Rafael melihat Nadia tiba-tiba berdiri.


"Gu-gue harus ke depan, "


"Mau ngapain?"


"Mauuu maaauu ambil HP.. Iya hape, " kata Nadia.


"Hape lu ada di sana tuh di cas, " kata Rafael menunjuk ke arah kabel casan dan HP di sana.


Sial! "gue mau ke dapur dulu mau beres-beres, " kata Nadia berjalan mundur sedikit demi sedikit.


Setelah terus melangkah mundur akhirnya Nadia memegang ganggang pintu dia pun segera berbalik dan membuka pintu itu. Tapi sialnya! Rafael sudah lebih dulu menyadari kalo istri nya ini mau kabur.


"Jangan ke mana-mana... pliss, " kata Rafael memegang pinggang ramping Nadia mendekatkan nya badan nya.


Beberapa menit kemudian.


"Feel turun.. berat tau iihh.. "


"Nggak mau, "


"Feel... "


"Enggak!"


"Lu itu bukan anak kecil lagi, berat!"


"Kali-kali gue kayak gini nad, kalo di rumah suka ada aja yang ganggu, " kata Rafael yang berada di atas badan Nadia.


"Main yuk, " ajak Rafael.


"Apa sih main-main, enggak ah males gue, " kata Nadia memalingkan wajahnya ke tempat lain.


"Males? giliran di coba malah keenakan lagi, " kata Rafael.


"Eh mulut!"


"Pftt.. "


Karna kesal, Nadia tak mau di ajak main, terpaksa Rafael yang lebih dulu memulai. Dia mencium leher Nadia dengan lembut membuat gadis itu terkekeh kegelian.


Pelan tapi pasti!


Tak hanya melakukan itu, Rafael dengan santainya mencium bibir Nadia.


Cup


Satu kecupan harusnya cukup untuk seorang Rafael, tapi untuk kali ini tidak! dia mel*mat bibir Nadia dengan sangat agresif sampai Nadia terus memukul-mukul dada bidang Rafael karna kehabisan nafas.


Rafael pun melepaskan ciuman itu agar Nadia menarik napas. Tak lama setelah Rafael kembali mencium Nadia tapi kali ini ciuman itu lebih di tekan. Tangan Rafael mulai membuka kancing baju Nadia satu persatu.


Sedikit demi sedikit suara yang indah itu mulai keluar dari mulut Nadia. Dia mulai terbuai oleh permainan Rafael, saat Rafael berhasil membuka baju Nadia. Dia mulai memasukkan ****** ke dalam mulut nya dan mulai mengisapnya seperti bayi yang kehausan.


"Eemm... Ahh fell.. "


Nadia hanya menerima semua apa yang di lakukan suami nya pada dirinya. Semakin Rafael menyentuh badan Nadia, Nadia semakin terbuai. Dia seperti sudah siap menerima apa pun yang di lakukan Rafael terhadap nya.


Tangan kiri Rafael mulai nakal, dia memijat-mijat payudara sang istri memberikan sentuhan-sentuhan yang belum pernah dia rasakan.


Saat akan melanjutkan aktivitas nya ke yang lain, tiba-tiba...


Drrrtt.. Drrrtt... Drrrtt...


"Fell.. Itu ada telpon, " kata Nadia di tengah aktivitas nya.


Rafael naik ke atas dan mel*mat bibir Nadia dan berbisik. "Udah biarin aja, gak penting, " kata Rafael dan melanjutkan aktivitas.


Drrrtt... Drrrtt.. Drrrtt...


Nadia melepaskan ciuman nya. "Itu angkat dulu! Siapa tau penting!" kata Nadia.


Rafael berdecak kesal dan mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia pun mengambil ponsel miliknya di atas meja. Membaca nama nya saja sudah malas apalagi mengangkat telpon nya.


*Alvin*


"Halo! kenapa?"


"Wih santai dong bro"


"Yalagian lu ganggu! ada apaan!"


"Emang lu lagi ngapain?"


"Bukan urusan lo! cepet ada apaan?!"


"Hari ini lu gak sekolah, jadi sekarang gue mau ke rumah lu ngasih catatan tadi di sekolah, lu ada di rumah nggak sekarang?"


"Gue lagi gak ada di rumah! nanti gue pinjem kalo gue masuk"


"Lah, emang besok lu gak bakalan masuk lagi?"


"Iya!"


"Masuk lagi kapan?"


"Taun depan! lusa gue baru masuk, kalo udah selesai gue matiin!"


"Eehh... "


tuutt..


Rafael mematikan telpon itu dan memati dayakan ponsel nya agar tak ada yang ganggu aktivitas.


"Ayo nad, kita... "


"Gue ngantuk fel, nanti lagi ya, " potong Nadia membenarkan baju nya dan tidur.


Arrrggghhh Alvin b*ngs*t - batin Rafael kesal. Dalam dunia nyata, Rafael memukul-mukul kasur, menendang meja, dan mengacak-acak rambut nya frustasi.