My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Ilang



Di kelas IPA 1 atau gabungan kelas.


Nadia dkk belajar seperti biasa. Nadia sudah merasakan kalau ada yang aneh dengan teman nya. Tapi karena melihat Early yang duduk di meja Naila dia pikir Naila pindah ke belakang atau ke meja lain.


Tapi, saat pergantian pelajaran, Early izin ke toilet. Disaat ini lah, Nadia memanfaatkan untuk mencari teman nya yang ilang itu.


Dia sudah bertanya ke setiap orang di kelasnya itu tapi tak ada satu pun dari mereka yang melihat Naila. Rafael pun ikut bertanya.


"Nad, lo liat Arvin kagak? dia gak ada, " tanya Rafael sudah capek nyari.


"Boro-boro gue urusin si Arvin sahabat gue aja gak tau kemana, " jawab Nadia kembali duduk di meja nya.


Tak lama kemudian, Early datang, dengan cepat Nadia menghampiri nya dan bertanya.


"Ly, lu liat Naila sama Arvin kagak?" tanya Nadia saat sudah di hadapan Early.


"Naila? enggak gue gak liat dia semenjak bel bunyi, " jawab Early.


"Aahh masa sih.. aduhhh, "


"Ke kelas lain kali, lu tau kan kalo Naila itu lupaan, "


"... bisa jadi juga, tapi ini sama Arvin lho, "


"Siapa tau dia juga ikut Fauzan sama Fauzi yekan, "


"Hem iya sih, "


Tak lama, guru masuk ke kelas mereka, Early menarik tangan Nadia untuk kembali ke meja dan melanjutkan pelajaran.


***


Bel istirahat ke 2


Nadia meminta Early dan Rafael menemani nya ke kelas sebelah untuk menanyakan Naila. Tapi...


"Hah? maksud lo Diana, Cindy, Syaila, sama si kembar gak ada?" tanya Nadia kaget.


"Iya, mereka gak ada semenjak bel masuk setelah istirahat pertama, " temen sekelas Rafael. Amanda.


"Trus kemana dong? Naila sama si anak baru itu ilang lagi, " tanya Nadia.


"Mm gak tau juga sih, udah ya nad gue duluan mau ke kantin laper, " jawab Amanda.


"Oh iya makasih ya, "


"Iya sama-sama, "


Nadia dkk pergi ke lapangan untuk menghirup udara segar.


"Tumben-tumbenan gak sih, " ucap Early tiba-tiba.


"Hah? maksud lo?" tanya Nadia bingung.


"Lu merasa gak sih masa iya Naila sama yang lain tiba-tiba bolos.. kan gak mungkin, " sahut Early.


"Kecuali ada yang ngajak, " sahut Rafael.


"Naahh iya, gue setuju, " sahut Early setuju dengan perkataan Rafael.


"Hemm.. Au ahh pusing gue mikir nya, mending lu duduk deh ly sambil liatin cogan main volly lumayan penyegar mata tambah-tambah vitamin juga, " sahut Nadia menggeser tubuhnya agar Early bisa duduk di samping nya.


"Oke, " ucap Early mendudukkan tubuh nya di samping Nadia.


Istri gak ada akhlak, ada suami di sini sempet-sempet nya nontonin cogan main volly, - batin Rafael.


***


Sementara di alam lain


(maksud di lingkungan yang tak jauh dari sekolah).


"Waahh mantep ini.. Hebat lu zann zann.. "


"Iya dong, lu kalo mau bolos tinggal gas gas ajee, "


"Ajak gue juga dong, masa lu sendiri gak seru, "


"Tapi untung nya lu ikut gue nitip motor di bengkel, " sahut Fauzan.


"Yaaa itung-itung amal ibadah ke kakak sendiri, " sahut Fauzi yang membuat semua orang tertawa.


"Kalo tau bisa nitip ke bengkel gue juga ikut, " sahut Diana.


"Ahahaha, "


"Eh udah ini kita ke mana?" tanya Syaila.


"Kalo pulang gue auto kena marah, " sahut Diana.


"Sama gue juga, " sahut Naila.


"Gimana kalo kita jalan-jalan, " ujar Fauzan.


"Lu gak liat ya? kita masi pake baju sekolah lho nanti gimana kalo ada yang kenal sama kita? bisa berabe ini urusan nya, " sahut Naila menunjukkan seragam nya.


"Auto ke rumah kepala sekolah yang aadaa, " sahut Diana.


"Hah? ruang kepala sekolah? aahh ga ga ga ga, gue gak mau ketemu sama bapak gendut itu, " sahut Fauzan.


"Ahaha.. kapok lu gegara dia lu jatuh dari tangga?" tanya Cindy ngakak.


"Kalo udah tau gak usah nanya, " sahut Fauzan.


Mereka semua tertawa. Sudah lebih dari sejam mereka duduk dan mengobrol di cafe sambil makan-makan.


"Gue bawa, " sahut Diana menunjukkan jaketnya begitupun dengan Syaila dan Naila.


"Gue juga bawa, " sahut Cindy.


"Tumben lu bawa biasanya juga kagak, " sahut Naila.


"Yee, kebetulan gue ke sekolah hari ini bawa motor, " jawab Cindy.


"Kenapa? lu mau ketemu sama seseorang?" tanya Diana.


"Sama si anak IPA 3 itu yaa.. " sambung Syaila.


"Bukan.. mobil gue mogok, kemarin gue ajak dia muncak ehh tau-tau nya mogok di tengah jalan untung nya gue bisa naik motor, " jelas Cindy potong-potong.


"Kalo engga?" tanya Syaila.


"Kalo engga bisa-bisa gue di terpa angin pagi yang sangat estetis dingin nya, lu kayak gak tau aja gimana si kembar ini bawa motor, " jawab Cindy.


"Gue pernah di bonceng sama Fauzi, " sahut Diana.


"Terus? Gimana rasanya?" tanya Naila.


"Kek berasa di ajak balapan nj*rr, " Jawab Diana melihat Fauzi sinis.


"Ahahaha, maaf maaf lain kali gue bawa pelan, " sahut Fauzi tertawa.


"Nah itu maksud gue, " sahut Cindy.


"Nah kebetulan kalian semua bawa, di pake pas mau kita pergi, tutupin seragam sekolah kalian.. " jelas Fauzan.


"Kan cuma kalian berdua yang bawa motor, kalau Naila sama Diana yang ikut, kita bertiga gimana?" tanya Cindy sambil melirik Syaila yang sedang main ponsel dan Arvin yang sibuk makan dan minum.


"Gue belum selesai ngomong, " sahut Fauzan.


"Oh iya silahkan, " sahut Cindy mengembalikan pembicaraan ke kakaknya.


"Sisanya kalian naik taksi ke gue rumah gue, kebetulan mommy sama daddy lagi gak ada... iya kan Cin?" tanya Fauzan memastikan.


"Mana gue tau, " sahut Cindy.


"Kan elu anak cewek harusnya tau dong, " sahut Fauzan m


".... iya kali, " sahut Cindy tak yakin.


"Iya, katanya mommy sama daddy lagi di luar kota dan bakal balik malem, "


"Naahh sip.. eh sebentar, lu tau dari mana?" tanya Fauzan.


"Gue chat daddy, " jawab Fauzi menunjukkan chatan nya bersama daddy.


"Setan.. " gumam Fauzan.


"Yee gak papa kali, sekalian gue juga nanya nanti kita makan apa, "


"Terus apa katanya?"


"Pesen aja sendiri, Shopeepay sama Gopay kita udah di isi barusan, "


"Oke sip, "


"Jadi mau sekarang nih berangkat nya?" tanya Cindy.


"Iya lah, gabut gue, " sahut Diana.


"Kali-kali kita mampir ke rumah Sultan, " sahut Naila sambil melihat Syaila dengan tatapan yang mudah di mengerti bagi kaum ngambil barang orang.


"Iya juga yaa, " sahut Syaila dengan tatapan dan senyuman yang sama seperti Naila.


"Kok tiba-tiba perasan gue gak enak yaa.. " ucap Cindy melihat Naila dan Syaila.


"Sama, " sahut Fauzan.


***


"Pak yang tanggung pembayaran nya Fauzan ya pak, "


"Oh iya siap, "


"Itu yang pesen taksi juga Fauzan bukan sih?" tanya Diana.


"Iya, dia juga yang harus bayar, kali-kali seorang kakak nanggung utang adiknya, " jawab Cindy.


Diana, Syaila dan supir taksi terkekeh pelan. Mereka bertiga turun dari mobil, dan pak supir segera mengirim pesan ke Fauzan untuk segera membayarnya.


Mereka bertiga melihat motor Fauzan yang membonceng Arvin dan motor Fauzi yang ngebonceng Naila.


"Hey, zan.. " panggil Cindy.


"Apaan?" tanya Fauzan yang baru sampai.


"Bayar tuh taksi, " sahut Cindy sambil melirik singkat ke arah mobil putih di samping nya.


"Lah.. kok jadi gue yang bayar?" tanya Fauzan menunjuk dirinya.


"Kali-kali ngapa sih, lu tega banget sama adik cewek lu, " sahut Naila yang baru turun dari motor Fauzi.


"Ya udah iya, " sahut Fauzan segera turun dari motor nya dan menghampiri mobil itu.


"Tumben nurut, " gumam Cindy yang bisa di dengar oleh Diana.


"Biasaa ada si ehem, " sahut Diana sambil melirik singkat Naila.


"... oohh iya, " sahut Cindy paham.