
Selama beberapa hari ini, Fauzan jarang sekali pulang ke rumah, jadilah Fauzi sendirian dan terkadang Cindy dan Nathan datang untuk mampir kadang-kadang nginap selama beberapa hari.
Dwi dan Lukman pikir anak pertama mereka, pergi entah kemana dan jarang masuk kuliah, tapi ternyata dugaan mereka salah, dua Minggu sekali dia datang berkunjung hanya sekedar menyapa setelah itu pergi entah kemana.
"Zii.. kamu bisa telpon kakak kamu? mommy kangen sama kakak, " kata Lukman.
Fauzi yang ada di dalam kamar segera berlari ke lantai satu saat Daddy nya memanggil. "Kenapa dad?" tanya Fauzi panik setengah mati.
"Mommy kangen sama Fauzan, kamu bisa telpon dia? dari tadi Daddy telpon gak di angkat-angkat, " kata Lukman.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Fauzi segera menuju WhatsApp dan mengetik nama kakaknya.
WTF😪
Fauzi : BALIK LU BANGS*T MOMMY KANGEN SAMA LO SAMPE SAKIT 🖕
Ceklis dua abu, dia online tapi kemana? "Anj, " karena kesal dia menelpon Cindy.
my sister🥰
"A-haloo kenapa?"
"Mommy sakit"
"HAH? OTW!!!"
Baru saja dia ngomong sekali, dia langsung datang ke rumah. Dan si Bangs*t ini...!!!
"Zii..." panggil mommy. Fauzi yang ada di depan pintu segera menghampiri mommy yang sudah bangun dari tidur nya.
"Mom, jangan banyak gerak, kenapa? mommy mau minum?"
"Mommy tiba-tiba punya perasaan gak enak, apa yang terjadi antara Fauzan sama Naila? terus, Tina... "
"........."
Fauzi tak berani menjawab pertanyaan dari mommy nya. Tak lama, anak ketiga dan menantu beserta Daddy datang.
"MOMMY...!!!" teriak Cindy berlari menghampiri mommy yang ada di atas kasur.
"Cindy..?"
"Mommy kenapa bisa sakit mom? kita ke rumah sakit sekarang mom..!!" kata Cindy panik, dia memegang pundak Dwi untuk membantunya berdiri. Tiba-tiba Dwi memegang tangan Putri nya, dan seketika itu juga Cindy menatap wajah mommy nya nanar.
"Mana kakak kamu?" tanya Dwi dengan suara lemah.
Cindy menatap Fauzi dan Nathan secara bergantian. Daddy yang sadar akan hal itu langsung memberikan pertanyaan. "Kenapa kalian saling liat? ada apa?" tanya Daddy mengerutkan keningnya.
Ketiga anak nya hanya diam saja, tak ada yang berani menjawab. Dwi melihat satu persatu anak nya.
drrtt... drrtt.. drrtt..
Fauzi melihat ponsel nya yang berdering.
'WTF😪 caling'
"Akhirnya si bang--" Fauzan menutup mulutnya ketika semua melihat nya.
"Mm, aku angkat telpon dulu ya mom, dad, " izin
'WTF😪'
"balik anj--"
"gue sibuk, gue udah transfer uang 20 juta ke rekening Lo, pake buat mommy berobat"
"Lo--"
tuutt tuutt tuutt
Tak sampai di situ. Fauzi kembali menelpon Fauzan.
'WTF😪'
"BALIK GOBL*K MOMMY SAKIT KANGEN SAMA LO...! DIA MAU KETEMU SAMA LO ANJ*NG"
"Gue gak bisa, gue sibuk"
"SIBUK NGAPAIN LO! SIBUK NGEBOBOL ANAK ORANG? MINTA NIKAH SANA SAMA MOMMY DADDY...!! HARAM ANJ*NG"
"Bukan urusan Lo.."
"BACOT... kalo Lo gak--"
"Fauzan ini Daddy, kamu di mana sekarang?"
"~~"
"Daddy minta malam ini kamu datang ke rumah, gak ada penolakan.."
"~~"
"Kita sekeluarga akan membicarakan soal pernikahan kamu sama pacar kamu itu..."
"~~"
"TIDAK ADA PENOLAKAN FAUZAN..! SIAPA YANG NGAJARIN KAMU MELAKUKAN ITU? DADDY SAMA SEKALI GAK PERNAH MENGAJARKAN KAMU MELAKUKAN HAL ITU!! DADDY SEBAGAI AYAH KAMU MERASA GAGAL MENDIDIK ANAK...!!! Mamah kamu sakit dia pengen ketemu sama kamu, tapi kamu kemana... Malam ini jika kamu tak datang, maka Daddy tidak akan menganggap kamu sebagai anak Daddy lagi dan Nama Marga Ferdiansyah, kamu tak pantas memegang nama keluarga kita"
tuutt... tuutt.. tuutt...
Lukman mengembalikan ponsel ke Fauzi dan berjalan masuk ke dalam kamar. Fauzi yang mendengar ancaman Daddy jadi takut. Biasanya walau Daddy sering mengancam dia tidak pernah menggunakan suara berat nya yang tegas. Tapi kali ini, mungkin dia sungguh-sungguh.
***
Malam ini tepat jam 8 malam di rumah kediaman Keluarga Ferdiansyah. Dua keluarga sedang berkumpul menunggu dua anak kandung mereka. Tina dan Fauzan.
Mereka sedang membicarakan soal pernikahan ini. Dan Alhamdulillah nya keluarga Tina setuju, karena putri nya sudah jarang pulang sama seperti Fauzan.
Walau Tina dan Fauzan pindah ke Apartemen tapi tetap saja insting orang tua tak pernah salah. Ayah Tina, Gevan dan Lukman mulai berpikir macam-macam mereka mungkin melakukan hal itu.
"Dad, Tina sama kakak udah datang, " kata Fauzi.
Keluarga Fauzan dan Tina memasang wajah datar dan tatapan dingin menyambut mereka berdua. Cindy dan Nathan yang ada di luar sedang mengobrol menyaksikan ke-uwuan kakak nya bersama pacar nya.
Saat mereka melewati mereka berdua. "Selamat ya, udah bikin sahabat gue sakit hati sampai pindah negara, terus sekarang ngebobol anak orang tanpa ikatan pernikahan--" Cindy menyindir Fauzan dan Tina tapi gagal gegara Nathan suami nya menutup mulutnya.
Cindy menatap wajah suami nya, suami nya itu hanya melihat Fauzan dan Tina dengan tatapan dingin. Tina dan Fauzan masuk ke dalam sambil bergandengan tangan. Cindy dan Fauzi yang melihat merasa jijik.
***
Entah apa yang di bicarakan kedua keluarga itu. Nathan, Cindy dan Fauzi hanya menunggu di luar. Selama mereka di luar rumah, Cindy selalu menjaili Fauzi yang sedang bucin dengan Diana.
"Ahahaha... Diana, kata Fauzi dia mau nikah sama Lo... tapi nanti..." teriak Cindy, ketika Fauzi sedang voice note dengan Diana.
"Berisik Lo! gue emang bakal halalin dia... tapi nanti kalo udah lulus, " kata Fauzi menjauh.
"Cieee, anak gue udah besar, " celetuk Nathan.
"Dih, sejak kapan gue join jadi anak Lo, " ujar Fauzi. Cindy dan Nathan tertawa.
Tak lama kemudian. Keluarga Tina keluarga dari kediaman Ferdiansyah dengan Tina yang mengikuti mereka dari belakang dengan wajah yang menunduk. Lukman keluar dengan memegang pundak istri nya, seperti yang kalian lihat, Dwi habis menangis karena mata nya lembab.
"Tenang aja, Pak, saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas Tina dan Fauzan, kita akan segera melangsungkan pernikahan ini, "
'akan segera melangsungkan pernikahan ini' itu artinya....
"Terimakasih, saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu, seharusnya saya tidak membiarkan anak perempuan saya berkeliaran, "
"Saya juga minta maaf pak.. "
Lukman dan Gevan saling berjabat tangan, dan keluarga Tina pun pergi bersama dengan Tina-nya. Lukman tersenyum ke arah tiga anak nya, Cindy dan Nathan membantu mommy masuk ke dalam.
***
Pernikahan private ini, hanya di datangi oleh teman dan kerabat mereka saja. Rafael dkk tentu nya tidak akan pernah melewatkan acara penting dan bersejarah ini.
Keluarga Ferdiansyah masih bertanya-tanya kenapa mereka melakukan pernikahan private bukankah mereka berdua sudah berumur 20 tahun dan 19 tahun?
Fauzan yang memilihnya! entah apa alasannya. Lukman hanya mengiyakan saja agar Fauzan mau menikah dan bertanggung jawab.
"Saya terima nikah dan kawin nya Tina Aldiana Binti Gevan Alexio dengan mas kawin uang sebesar 10 M, hotel bintang lima 30 lantai, pulau pribadi di Swiss dan hotel 3 lantai di Bali di bayar TUNAI"
"Para saksi sah?"
"SAHHHHHH"
"Alhamdulillah.."
***
Sementara yang di AS yang menonton pernikahan itu lewat video call lewat Syaila tersenyum tipis dengan mata sembab. Dia tak sendiri di sekitar nya ada teman-teman nya.
"Lo udah betul ngambil keputusan ini, sekarang waktunya Lo cari kebahagiaan Lo sendiri, " ujar Key diangguki Naila.
Gue bakal buat Lo ngelupain dia selama nya... - batin Jeremy.