My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Lupa



"Lo beneran gak papa kalo sendiri? Gak akan ikut?" Tanya Key yang sedang bersiap-siap.


Naila mengangguk. "Idih, enak aja gue ikut, di sana gue sebagai apa? Sebagai babu lo? Ogah!"


"Ahaha, ya enggak sebagai babu sih... Tapi sebagai nyamukk.. " kata Key lalu tertawa.


Naila memutar bola matanya. Tak lama kemudian, bel apartemen mereka berbunyi. Key segera mengambil jaket dan tas nya dan berpamitan dengan Naila.


"Bye bye cantik, " kata Key.


"Bye, "


Key pun hilang dari pintu. Naila mendudukkan tubuhnya di sofa sambil bergumam. Setelah nya, bel berbunyi kembali. Naila pikir itu Key, tapi setelah membiarkan nya dia kembali berpikir. Bukankah key tau sandi nya? Kenapa dia harus menekan bel berkali-kali?


Dengan malas, Naila melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya. Betapa kagetnya dia, ternyata itu adalah Jeremy. Astaga!! Naila lupa kalau dia mengajak Jeremy ke apartemen untuk menemani nya malam ini selama Key diluar bersama pacar nya.


"Eh, jer.. Lo udah dateng.. yuk masuk, " kata Naila cengengesan.


"Lo lupa ya kalo kita ada janji, " tebak Jeremy benar.


"Hah? E-enggak kok gue inget, tadi gue ada di toilet jadi gak kedengaran gituh, " jelas Naila.


Jeremy hanya mengangguk dan duduk di sofa. Dan menaruh keresek putih di atas meja. "Wiihh.. apaan tuh?" tanya Naila membuka keresek tersebut.


"Minuman soda, " jawab Jeremy.


Jeremy kemudian menarik tangan Naila agar duduk di samping nya. "Sekarang, kita mau ngapain?" tanya Jeremy.


"Mm? Bebas, mau nonton tv atau ngapain aja... Bebas, " kata Naila.


Jeremy kemudian menyalakan televisi dsn mencari film yang tayang malam ini. Naila merasa gugup dekat dengan Jeremy, padahal selama ini dia biasa-biasa aja di dekat nya tapi entah sejak kapan jantung nya tak bisa berkerjasama dengan nya. Dia berusaha mengalihkan pikiran dan pandangan nya ke arah lain. Berusaha untuk tidak menatap atau tersenyum tiba-tiba ke arah Jeremy.


Aduuhh,,, kenapa sih dia kalo mau tidur aja harus ganteng segala? Kan jadi degdegan, mas jantung aku lemah mas.. udah dong tebar pesona nyaaaa AAAAAA - batin Naila berteriak.


Naila meminum air soda yang ada di tangan nya. Tanpa dia sadari, Jeremy melihat nanar. "Nai, jangan kebanyakan minum nanti perut Lo sakit, " kata Jeremy. Tiba-tiba saja Naila tersedak.


"Uhuk uhuk uhuk... "


"Eh eh, sorry sorry.. gue gak bermaksud ngagetin Lo, " kata Jeremy menepuk-nepuk punggung Naila.


"Iya gak papa.. ini bukan salah Lo, tapi gue.. guee melamun hahah, "


"Tumben, ternyata Naila bisa melamun juga ya, " kata Jeremy tersenyum.


Naila melotot ke arah Jeremy. Dia langsung memejamkan matanya dan menengok ke arah lain.


Astagfirullah.. mas tolong matanya,, subhanallah.. - batin Naila.


Dekat, terlalu dekat, sangat dekat!!! Emaaakkk tolong jantung Naila seperti mau meledak saat ini..!!! Butuh tabung oksigen mak!!


cklekk..


"OMG OMG.. gue lupa hp gue ketingga--" Key tiba-tiba masuk dan melihat kejadian yang sangat sangat sangat... Ekhm.


Naila mendorong tubuh Jeremy dan langsung berdiri membenarkan rambut nya. Key masih tercengang dengan apa yang dia lihat barusan.


"A-ada apa key? kok udah balik lagi?" tanya Naila berusaha tenang.


Key menaikkan sebelah alisnya. "Hp gue ketinggalan.. sorry kalo gangguuuu, " kata Key sembari menutupi sebagian wajahnya dengan tangan. Segera pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan.


Jeremy yang bingung dengan situasi ini, berusaha setenang mungkin. Key salah paham. Iya pasti salah paham, pikir Jeremy.


Setelah Key keluar dari kamar. Posisi Naila dan Jeremy tak berubah. Naila terus tersenyum ke arah Key, yang membuat Key agak ngeri. Dia tersenyum singkat ke mereka berdua dan segera pergi dari apartemen.


"Gue pergi dulu ya, kalo kalian mau lanjut lanjut aja.. " kata Key tersenyum nakal ke arah Naila sembari mengedipkan salah satu matanya.


"Pergi Lo.. " gumam Naila kesal.


Setelah pintu tertutup. Naila mulai bingung harus bagaimana, pastinya keadaan ini akan sangat canggung. Apalagi tadi dia mendorong Jeremy menjauh, dia pasti bingung ada apa dengan dirinya. Padahal kan cuma niupin mata doang yang kelilipan. Kan teman..!! (prenjon)


"Nai, Lo gak akan duduk?" tanya Jeremy.


Naila duduk di samping Jeremy. Dan film pun di mulai. Selama beberapa menit mereka saling jaga jarak dan tak ada yang berani membuka topik pembicaraan.


"Eum, mau ngemil apa?" tanya Naila.


"Apa aja, " jawab Jeremy.


"Oke, "


Naila berjalan ke arah kulkas, beuh.. betapa malunya dia kalau di kulkas kosong. Dia lupa kalau dia dan Key belum belanja bulanan, bahkan stok cemilan dan juga makanan untuk makan sarapan atau apapun itu habis. Intinya kulkas nya kosong.


"Mau belanja?" tanya Jeremy berhasil membuat Naila kaget.


"Aaa..!!" teriak Naila melotot dengan segera dia menutup mulutnya.


Jeremy masih stay dengan senyuman nya. Selamat, anda meleleh...



Selamat selamat... Di tunggu PJ (pajak jadian) nyaaaaa sayah baper aaaa ><