My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Pacaran



"Kek nya kalo lu gak sadar, bakal keceplosan tuh kata-kata 'suami' dari mulut lu itu, " sahut Syaila mengikuti mereka dari belakang.


"Diem lu syaa!" sahut Nadia malu.


"Wwooyy nyantai, "


Nadia memberikan Syaila tatapan membunuh nya. "... Oke gue diem, " sahut Syaila.


Setelah jauh dari tempat kejadian, Nadia melepaskan tangan Cindy dan Diana. Nadia malah jalan duluan setelah melepaskan tangan teman-teman nya itu.


"Eehh, nad! tungguin napa, " panggil Diana.


Diana dan yang lain langsung berlari menghampiri Nadia. "Heh, lu kenapa sih? khawatir sama suami lu?" tanya Diana.


"Heh! syutt.. nanti gimana kalo ada yang denger? lu mau gue sama Rafael keluar dari sekolah ini gara-gara nikah di usia muda?!" sahut Nadia kesal.


"Ya maaf, gue kan gak sengaja, " sahut Diana.


"Kalo ada yang denger, lu tenang aja.. kita bakal langsung bikin tuh anak gak bakalan ada di dunia.. " sahut Cindy.w


3


"Terus pergi kemana?" tanya Syaila.


"Ke akhirat, tenang ajaa, " jawan Cindy.


***


Di UKS.


Di sana ada Rafael sebagai korban yang jatuh dari tangga, ada Fauzan yang juga jadi korban keserempet pak kepala sekolah dan ada juga Naila sebagai saksi.


"Aduuhh maaf yaa Fauzan.. bapak gak liat ada kamu di tangga, " sahut kepala sekolah.


"Ahaha.. iya gak pak gak papa.. santai aja, "


"Iya pak santai aja, dia tubuhnya kecil, kerempeng, gak ada daging banyak nya tulang.. maklum jailangkung, " sahut Naila yang duduk di kursi samping kasur tempat Fauzan yang tiduran.


"Iya yah.. kamu itu kurang gizi kayaknya, kamu harus banyak makan makanan yang banyak vitamin.. buat kayak bapak nih.. jadi gak kurus kering kayak gini, " sahut kepala sekolah.


"Nah bener itu.. " sahut Naila setuju.


Ini teh mereka lagi ngehina badan gue apa apa sih? - batin Fauzan.


"Oh iya, untuk Rafael siapa yang ngedorong kamu?" tanya kepala sekolah.


"Fauzan, " jawab Rafael.


Fauzan yang sedang santai-santai di tempat tidur langsung melotot ke Rafael.


"Apa?" tanya Rafael.


"Engga.. gue cuma kaget aja, " jawab Fauzan menciut.


Tak lama kemudian, guru lain datang untuk memberitahu kepala sekolah kalau ada rapat orang tua.


"Permisi pak, maaf menganggu, rapat orang tua mau di mulai pak.. kita harus pergi sekarang, " rapat dulu kalian kalau ada apa-apa langsung pergi aja ke kantor saya ya.. "


"Iya pak, " jawab Rafael dan Fauzan barengan.


Setelah kepala sekolah pergi. Masuklah Diana dan Fauzi ke ruang UKS. "Heh! kalian kenapa?" tanya Diana ingin marah tapi gak tega liat mereka tergeletak seperti anak gak keurus itu.


"...."


"...."


Kedua anak itu tak menjawab dia hanya diam dan melihat dua makhluk yang saling suka itu masuk. Saat Diana menghampiri Naila. Datanglah Nadia, Cindy dan juga Syaila seperti nya mereka habis berbincang-bincang dengan kepala sekolah dan guru lain.


"Ayaannkk!" teriak Nadia berlari kecil menghampiri Rafael.


Rafael yang melihat Nadia, dia berusaha bangun dari tidur nya.


"Kamu gak papa kan?" tanya Nadia.


"Iya gak papa, cuma kaki aku doang yang sakit, "


"Oohh kasiann.. kamu kalau kayak gini tetep mau ikut rapat OSIS?"


"... Gak tau juga sih, "


"Kalau di gerakin kaki kamu sakit gak?"


"Sakit sih, kayak nya ini harus di urut, "


"Tuh kan, kamu udah bilang ke anggota OSIS yang lain atau ke siapa gitu, kalo kamu gak bisa ikut, "


"Ehem, kalian barusan denger semuanya?" tanya Nadia.


Keempat anggota OSIS perempuan itu mengangguk pelan. "Gue mau tanya Nad.. lu sama ketos pacaran?"


Waduh mampus gue, pertanyaan horor ini mah, gue harus jawab apa coba?!! Aduuhh!! - batin Nadia panik.


"Tadi gue denger lu ngomong ayank ke Rafael, "


"Iya, gue juga denger, jelas pula tuh, "


Anj*rt! mulut gue makin gak kekontrol.. kenapa coba gue ngomong ayank!! Emakk bantuin maakk! - batin Nadia.


"Jawab Nadia!"


"Gue penasaran.. "


"Jawab dong, "


"Mm.. gue sama Rafael itu cum.. "


"Kita pacaran, " potong Rafael.


Naila dkk yang ada di sana langsung menganga kaget dan tak percaya dengan perkataan Rafael barusan.


"O-oh, gitu ya.. maaf kalo gitu, "


"Kita permisi.. "


Keempat anggota OSIS itu pergi setelah tau kalau Nadia dan Rafael pacaran. Rafael menghela napas panjang. Tapi Nadia malah mencubit perut Rafael.


"Aahh! Apa-apaan sih lu?" tanya Rafael melotot.


"Lu yang apa-apaan! lu kenapa malah bilang kalo kita itu pacaran! Hah?!" tanya Nadia kesal.


"Ya maap, lagian mereka kepo sama urusan orang kayak yang gak pernah liat orang pacaran ajaa, lagian elu di tanya sama mereka malah diem.. ya udah gue jawab, "


"Ya tapi gak usah pacaran jugaaaa.. kan bisa bilang temen dari kecil, atau engga kita sahabat, atau apa kek selain kata Kramat, " sahut Nadia.


"Apa salahnya sih kalo gue bilang kita pacaran? emang kalau gue bilang gitu tiba-tiba bakal terjadi gempa bumi? tanah longsor? atau matahari tiba-tiba terbit dari barat?"


"Ya Allah perkataan lu itu nyebelin banget sih.. "


"Udah lu diem aja, kalo ada yang macem-macem sama lu tinggal bilang aja sama gue, "


"Kalo gue gak mau gimana?"


"Ya gak papa, paling mereka bakal di urus sama bodyguard nya Papih, "


Nadia yang ingin berbicara sesuatu tapi tidak bisa.


"Ehem, kalau sudah debat nya.. tolong ceritain gimana ceritanya sampe kalian bisa berakhir di UKS gak ke rumah sakit?" tanya Fauzi.


"Ya gila kali lu! mereka berakhir di rumah sakit!" teriak Naila kesal.


"Lu bener-bener ya! jahad lu sama kakak sendiri, " sahut Fauzan.


"Ya suruh siapa lu diet? demi apa siapa lu diet? Hah?" tanya Cindy.


"Heh! syuuuutt!" sahut Fauzan melotot ke adik-adik nya.


Fauzi dan Cindy merasa mereka sudah membuka rahasia kakak mereka malah senyum-senyum gak jelas.


"Jadi lu krepeng kayak kerupuk kulit ini diet? demi apa sih anj*r?" tanya Nadia.


"Ya gak usah di samain juga kek kerupuk kulit.. anj*r lu, " sahut Fauzan.


"Bb lu berapa?" tanya Diana.


"A.."


"Awalnya 50 dia diet udah hampir 3 Minggu atau hampir sebulan lah.. " potong Fauzi.


"Jadi BB nya 47, " sambung Cindy.


"Masih mending 47 dari pada nih anak cuma 38, " sambung Rafael tiba-tiba.


"Nah! lah lho kok ke gue sih?! Apa hubungannya?" tanya Nadia merasa.


"Lu merasa? oh bagus lah, "


"Iihh.. amit-amit deh punya suami, gak berperasaan banget, " sahut Nadia kesal.