
Siang hari di ruang OSIS
"Baik, kita akan mulai sekarang saja ya... Ehem.. perkenalkan saya Resmi senior OSIS di SMA Margasatwa ini, hari ini saya akan memberikan tugas khusus kepada seluruh anggota OSIS termasuk ketua, wakil, bendahara, sekretaris dan yang lain nya... "
(Skip)
Semua anggota OSIS sedang mengambil kertas berwarna yang di lipat kertas putih yang di masukkan ke dalam sebuah kotak untuk menentukan kelompok.
Setelah nya...
"Fell, lu dapet apaan?" tanya Rizky teman OSIS Rafael.
"Kuning, elu?" jawab Rafael menunjukkan kertas kuning di depan wajah Rizky.
"Lahhh samaaa... kita satu kelompok dong, "
"Hemm, "
"Kenapa lu? gak seneng sekelompok sama gue?" tanya Rizky menyipitkan matanya.
"Ya engga, " jawab Rafael.
"Kalo gak seneng, gue mau tukeran nih yeee sama Tina yang tergila-gila sama elu itu, " kata Rizky hendak melangkah tapi dengan cepat tangan Rafael menahan kerah baju Rizky dan menariknya kembali ke tempat semula.
"Eehhh...Mau kemana lu? jangan!" tanya Rafael.
"Okee, senyum dong, " kata Rizky.
Dengan terpaksa Rafael menunjukkan senyuman nya.
"Nahh oke bagus, " kata Rizky puas.
"Semua nya sudah dapat kelompok masing-masing? Oh masih nyari ya... "
"Heeyy, kalian para coghaaann... liat niiihh gua dapet apaaaa.. " kata Erlina sekretaris OSIS (paling receh, barbar, banyak tingkah, dll) sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan kertas yang dia pegang.
"Lah kuning! yess kita satu kelompok sama sang sekretaris, " kata Rizky senang hendak memeluk Rafael, tapi Rafael dengan cepat menghindar.
"Bentar, kita cuma tiga orang? atau ada OSIS yang gak masuk?" tanya Rafael memperhatikan kelompok lain yang berjumlah 4 orang.
"Masa sih, tapi tadi pas gua tanyain, semua kertas udah di ambil... kertas nya juga di tentuin sama keseluruhan anggota dari kelas 10, 11 sampai 12, " jelas Erlina.
"Eeyyyoooo... sorry telat kumpul guys, tadi gue ke wc dulu biasa ada panggilan alam, " kata seorang lelaki merangkul leher Rafael dan Rizky secara bersamaan.
"Yaelah panggilan alam mulu, gak ada yang lain apa.. " kata Erlina kesal.
"Gak ada!" tegas nya.
"Lepasin leher gua ahh, sakit bro, " kata Rafael memegang leher belakang nya.
"Hehehe sorry sorry, " kata nya.
"Lu dapet kertas apaan? Ri?" tanya Erlina.
"Koneng, " kata Ari teman sekelas Erlina, teman OSIS Rafael dkk.
"Koneng koneng koneng... KUNING!" kata Rizky sedikit teriak.
"Iya itu maksud guaa... " kata Ari.
"Tau lu, gak bisa apa ngebedain O sama U... pantesan nilai lu akhir-akhir ini turun, " kata Erlina.
"Er, jangan bahas itu napa si ahh, " kata Ari sedikit kesal.
"Ahahaha sorry sorry sorry, gue gak sengaja, " kata Erlina meminta maaf ke Ari sambil tersenyum.
deg... deg... deg.. (Suara jantung Ari)
"I-iyaudah gak papa, " kata Ari memalingkan wajah nya.
Rafael dan Rizky yang melihat senyum-senyum gak jelas tapi penuh arti.
"Di maafin gak?" tanya Erlina.
"I-i-iya di maafin, " kata Ari gagap.
"Apa kalian senyum-senyum?" Tanya Ari ke Rafael dan Rizky.
"Oohh nggak papa, " jawab mereka berdua.
Erlina yang melihat menunjukkan ekspresi bingung.
"Baik, karna semua anggota kelompok sudah di bagi dan sudah lengkap, kita akan mulai menentukan ekskul yang akan kalian awasi hari ini... " kata Kak Resmi.
Kak Resmi menulis di papan tulis.
*Merah: Taekwondo*
*Hijau: Tataboga*
*Pink: Animal lovers*
*Kuning: Renang*
*Jingga: Bola basket*
*Ungu: Bola voli*
*Hitam: Futsal*
*Dan seterusnya*
Rafael dkk keluar dari ruangan OSIS menuju ekskul Renang. Pasti di sana ketemu sama Naila dan Diana.
"Waahh asik nih kita ke ekskul renang, bisa ikutan rendem kakii... " kata Erlina senang.
"Tapi gua tadinya berharap kita dapet ekskul tabog (tataboga) sih, " kata Rizky sedikit kecewa.
"Lah kenapa?" tanya Erlina.
"Kan lumayan nanti istirahat gak usah makan, kita udah makan gratis di sanaa... " kata Rizky tertawa.
"Hemm, makan mulu... inget perut bapak, perut udah mirip kaya gajah aja masih mau makan, " kata Erlina menusuk-nusuk perut Rizky yang sedikit besar.
"Eh eh, perut gua... " kata Rizky kesal.
Erlina dan Ari hanya tertawa. Sedangkan Rafael sangat kesal kenapa dia gak dapet ekskul basket, dan malah kelompok lain dapet.
Aaarrgghh, biar setres gua.. Bisa-bisa nya kelompok Adimas yang dapet, mana tadi yang jingga cowok semua lagi gak ada cewek nyaa.. - batin Rafael kesal.
Buukk...
Rafael memukul tembok di dekat nya sambil mengacak-acak rambut nya sendiri. Ari, Erlina dan Rizky yang kaget saling berpelukan.
"Setdah, ngapa tuh bocah, " kata Rizky.
"Aauu ahh nyeremin, " kata Erlina masih meluk badan Ari yang kuat menahan beban.
Posisi mereka saat ini. Rizky di gendong Ari sedangkan Erlina memeluk badan Ari yang besar dengan tangan nya karena kaget. Sedangkan Ari hanya senyum-senyum santai saja karena kaget nya udah kelewat setelah Rizky meloncat ke tubuhnya.
"Emm, guys... " panggil Ari.
Erlina dan Rizky segera melihat wajah Ari yang tersenyum.
"Kenapa?" tanya Rizky bingung, (padahal dia ada tepat di depan wajah Ari)
"Gue turunin elu ya, " kata Ari.
"Hah? oh iya... " kata Rizky.
Dengan perlahan Ari menurunkan Rizky napak di lantai. Dan Erlina segera melepaskan pelukan nya dan berjalan menghampiri Rafael.
"Napa lu fel?" tanya Erlina.
"Hah? oh engga gue nggak papa, cuma tadi kepala gue sedikit pusing aja, " kata Rafael.
"Yakin lu? atau engga lu sama Rizky atau Ari ke UKS aja, " kata Erlina.
"Nggak nggak usah, " kata Rafael.
"Itu mah namanya bukan pusing... tapi kesel gak bisa liat pacar nya main basket, " kata Rizky sedikit menyenggol tangan Ari yang di samping nya sambil tersenyum.
Awal nya Erlina bingung, tapi setelah di pikirkan. "Oohh, iyaa... lu kan pacar nya Nadiaaaa... kasiaann, " kata Erlina ikut mengejek.
"Napa lu jadi ikut-ikutan si anak sesat? lu dukung siapa sih?" tanya Rafael.
"Eh.. hehehe, bercanda kok fell gue, " kata Erlina cengengesan.
***
Di lapangan khusus Basket.
"Nad, " panggil Cindy berlari menghampiri Nadia yang sedang pemanasan.
"Kenapa?" tanya Nadia.
"Hah.. Bentar... yang awasin kita kali ini bukan anggota nya Rafael lho, " kata Cindy.
"Hah? kok bisa? terus siapa?" tanya Nadia kaget.
"Masa sih... tapi bukannya Rafael itu ketos ya... harusnya bisa dong dia milih ekskul basket, " kata Femmy teman Basket Nadia dan Cindy.
"Engga... katanya sih ada senior OSIS dan dia yang nentuin, jadi adil katanya, " kata Cindy.
"Iya adil menurut dia, tapi menurut gua ini gak adil, " kata Nadia kesal.
"Iihh, curang banget, gak seru dong kalo gitu, eh btwe kalo doi gua dia ke mana?" tanya Femmy.
"Ke ekskul Futsal, " jawab Cindy.
"Yaahh gak asik, " kata Femmy cemberut.
"Ahhh males deh gua, " kata Nadia gak terima.
"Emm, Rafael sekelompok sama siapa aja?" tanya Nadia.
".... Rizky, Ari sama Erlina, " jawab Cindy.
"Oohh Erlina, oke gak papa, yang penting pacar gue gak sama si Tina Tina ituu, " kata Nadia tenang.
"Tina masuk ke ekskul Animal lovers, " kata Cindy.
"Lah, bukannya dia gak suka sama hewan ya, bahkan di rumah nya aja gak ada hewan sama sekali, " kata Femmy.
"Yahh gak tau... bukan gue yang milih dia..., " kata Cindy dengan smirk nya.
"Ahahaha, "
Mereka bertiga terlihat senang akhirnya Tina masuk ke ekskul animal lovers, satu serangan untuk Tina yang berani genit ke Rafael, nulis pengumuman gak jelas di mading soal Fauzan dan Naila.