My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Mimpi



Sudah satu tahun berlalu. Semenjak Naila meninggalkan Indonesia. Dan begitulah nasib Naila selama di California bersama dengan Nenek nya. Belajar, belajar dan belajar.


Dua bulan sekali orang tua Naila datang untuk menjenguk dan memberikannya uang agar tak bekerja paruh waktu lagi.


Dan pagi ini, sekitar jam delapan pagi. Teman Naila datang untuk berkunjung ke apartemen Naila dan neneknya.


Tingtong... Tingtong..


ceklek


"Hello, "


"Hai.. "


"Yuk masuk..


"Thankyou.. "


Kedua orang itu masuk ke dalam dan mereka juga tak lupa memberikan sebuah paperback ke Naila. "Jeremy, udah gue bilang kalo lo mau dateng ke sini gak usah repot-repot bawa makanan, lo juga key!"


"Ehehehe, sorry kebiasaan.. " ujar Key. Keyra Anastasya.


"Kalau gue mah memang sengaja bawa, lagian apa salah nya sih kalo kita bawa makanan.. toh makanan nya juga nanti abis lagi sama kita juga.. " ujar Jeremy tak salah. Jeremy Dinayaksya


"Ho'oh, "


Naila menghembuskan napas pelan. "Yaudah bentar, gue mau bawa piring sama makanan yang kalian bawa.. silahkan duduk, anggap aja rumah sendiri, "


"Oke bestie, "


***


Setelah sekian lama mereka tak berkumpul seperti ini. Akhirnya di hari libur yang panjang selama dua hari ini, mereka bisa berkumpul menikmati hari yang sangat mendung ini :V


"Lo udah move on belom?" tanya Key.


"Sama siapa?" tanya balik Naila.


"Ya siapa lagi lah, kalo bukan mantan pacar lo yang habis lo putusin kemarin malam itu lho.. " jelas Key.


"Oh, udah... " jawab Naila.


"Mm.. bagos! gue suka nih cara lo mutusin dia!" kata Key ribut.


"Ya gimana gue gak baku hantam orang udah tau kalo gua itu pacar nya dan hampir satu kampus tau eh dia malah main selingkuh di belakang gue... ya sorry aja gue baku hantam... " jelas Naila panjang lebar.


"Tapi aneh nya, kok lo gak di score sih? padahal si Thomas di score selama sebulan" tanya Jeremy yang sedikit bingung soal kejadian kemarin.


"Dia kan ngehancurin fasilitas kampus, jadi ya maklumi aja.. " jawab Naila. Jeremy mengangguk paham.


"Lo masih suka kerja sampingan?" tanya Key.


"Udah enggak, gue di marahin dua minggu yang lalu sama bokap sama nyokap gue.. kayanya kalo perlu apa-apa bilang aja gitu.. " jawab Naila agak sedih.


"Yaiyalah, kan lo itu orang kaya, mana butik nyokap lo kan udah terkenal banget hampir di seluruh indonesia... " kata Key.


"Hemm, kalo menurut gue sih biasa aja.. " ucap Naila memajukan bibirnya.


"Itu menurut anak nya, tapi kalo gue menurut gue otu sangat lah luar binasah.. " ucap Key.


"Iya-in.. " kata Naila.


***


"Siapa lo? jangan main panggil nama aja anjng!! tunjukin diri lo pengecut!"


"Fauzan... makasih udah jadi temen gue selama gue di Indonesia, gue sayang sama lo... "


"Lo siapa anj*ng!!! jangan bikin orang merinding..!"


"Jujur gue sayang sama lo, tawa lo, senyum lo, suara lo ketika lo nyanyi di samping gue... gue kangen sama lo zan, tapi sayang takdir tak mengizinkan kita untuk bersatu... dan sekarang gue izin ya sama lo.. gue mau ngelupain lo selama nya, "


"ANJ*NG BANGS*T... LO CURHAT HAH DARI TADI? TUNJUKIN DIRI LO ANJ*NG JANGAN JADI PENGECUT... !!!"


Tiba-tiba saja ada sebuah cahaya yang mendekati Fauzan dan dia mendorong Fauzan ke jurang.. Fauzan dapat melihat kalau dia itu menangis dia tak bisa melihat jelas wajah seorang wanita itu, dengan rambut panjang, wanita dengan dress berwarna putih selutut. Dia mendorong Fauzan sambil menitikkan air matanya. Tak jelas*...


"AAAAHHH... "


"ASTAGFIRULLAH!!!.. Ay kamu kenapa? mimpi buruk, hem?"


Napas Fauzan naik turun tak beraturan. Dia melihat ke sekeliling rumah. Pandang nya pun terhenti ketika melihat kekasihnya yang ada di samping dengan raut wajah khawatir. Keringat dingin terus bercucuran, tangan gemetar, nafas naik turun tak beraturan, jantung nya berdegup kencang. Fauzan terus menerus mengedipkan matanya beberapa kali sampai dia pun merasa tenang.


"Kamu gak papa kan ay?" tanya Tina.


"I-iya, aku gak papa, tadi aku cuma mimpi aja.. "


"Kamu mimpi apa sih? ini udah ke lima kali nya salam seminggu kamu kalau bangun suka teriak-teriak.. "


"Aku juga gak tau ay, masih sama kaya mimpi itu lagi, tapi kali ini Kata-kata nya beda, dia minta izin ke aku buat ngelupain aku selama nya.. "


"Siapa?"


"Aku juga gak tau... "


Tina menghembus napas nya pelan dan mengambil air putih di meja dan memberikan nya ke Fauzan. "Minum dulu, "


Fauzan mengangguk dan mengambil segelas air dari tangan Tina. "Oh iya ay, acara pensi kamu sebentar lagi ya?" tanya Fauzan.


"Iya, bulan depan... "


"Oh syukur lah, "


"Aku kepilih jadi pemain Teater sama kaya kamu tahun kemarin, "


"Oh ya? kamu jadi apa? apa judul Teater nya?"


"Judulnya Cinderella gitu, tapi ada beberapa kata yann sedikit di ubah biar agak dramatis gitu.. "


"Mmm.. Kamu meranin siapa? pasti Cinderella kan?"


"Salah! aku jadi kakak tiri nya Cinderella... katanya muka aku itu jutek, cuek dan dingin, sama pas banget kalau meranin jadi antagonis, "


"Kok antagonis? mana jahat-jahat nya? gak adaaa.. " kata Fauzan sambil melihat wajah Tina dengan teliti.


Fauzan memegang wajah Tina. "Manis gini kok di bilang pemeran antagonis?"


"Ahahaha, aku juga gak tau ay.. "


Mereka berdua tertawa bersama dan melupakan kejadian yang terjadi di mimpi Fauzan.


***


Malam hari. sekitar jam sepuluh malam.


"Lo yakin gak akan balik ke Indonesia?" tanya Key ke Naila yang sibuk menonton televisi. Sedangkan dirinya sibuk ngemil dan satu lagi Jeremy sudah turu.


"Nggak! mau gimana pun juga gue masih sakit hati atas kejadian setahun lalu, dan gue gak yakin kalo gue udah bisa ngelepasin dia sepenuh nya key, "


"Tapi kan lo di undang sama sahabat lo, masa iya lo gak akan datang, nanti dia sedih lho, "


"Huuhh, iya juga sih.. tapi gue bingung key kalo tiba-tiba aja gue ketemu sama 'dia' gue harus bersikap kaya gimanaa?"


"Kayak biasanya aja... kaya sikap lo waktu ke temu sama Thomas, "


"Gue gak yakin gue bisa.. "


"Lo harus yakin dong! gue sih gak kasian sama lo nya tapi sama sahabat lo yang mau nikah itu, dia malah berharap banget kalo semua sahabat nya dateng, temen lo aja yang udah nikah sekarang ada di Belanda, udah pulang... "


"Ya itukan mereka, liburan, Sedangkan gue di sini kan kuliah, "


"Ehehe.. oh iya lupa, " ujar Key cengengesan. "Ya intinya lo harus bersikap biasa aja... lo udah pesen tiket pesawat belom? keburu abis lho, "


"Santai, gue udah pesen lewat online, dua minggu pagi gue pulang ke Indonesia, " kata Naila melihat ke atas langit malam yang hanya di terangi cahaya bulan.


Dan gue harap sampai di sana.. gue bisa ngelupain lo selama nya.. - batin Naila.