My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Ke Pantai Lagi



Setelah bercerita seharian. Malam pun tiba, Nadia dkk dan Rafael dkk pergi ke luar untuk mencari makan.


Walau tadi Mama nya Diana menawarkan makan malam di rumah nya tapi mereka menolak.


Di cafe yang tak jauh dari rumah Diana, hanya berjarak sekitar 2.5 km. Mereka semua segera memesan makanan yang mereka inginkan sambil berbincang-bincang lebih lama lagi.


Setelah semua nya selesai, Nadia dkk dan Rafael dkk memutuskan untuk jalan-jalan bersama dengan pasangan masing-masing, oh iya, dan kebetulan tadi saat di cafe Cindy menelpon Nathan untuk ikut gabung bersama mereka.


Nadia-Rafael


Cindy-Nathan


Diana-Fauzi


Syaila-Arvin


Naila-Fauzan (terpaksa)


Dengan berpasangan seperti ini tidak ada yang menjadi nyamuk atau merasa ngejomblo sendiri.


"Kita mau kemana bro?" tanya Fauzan menyamakan kecepatan Fauzi di depan nya.


"Gak tau, ngikut aja dulu... tanya yang di depan.. " ucap Fauzi.


Fauzan melajukan motor nya lebih cepat untuk menghampiri orang yang ada di depan. Tapi... Sebelum itu Naila tak sengaja merekam dan dia tak sengaja melihat tangan Diana yang memeluk pinggang Fauzi dengan begitu erat nya.


Saat di depan ternyata ada Arvin dan Syaila yang tengah asik mengobrol sampai lupa kalo mereka sedang bersama teman-teman nya.


"Ey, pacaran mulu, kita mau kemana ini?" tanya Fauzan.


"Jalan-jalan lah, "


"Iya jalan-jalan... maksud gue gak ada tujuan nya gitu mau kemana? kita udah naek motor berjam-jam, " kata Fauzan.


"Halah berjam-jam pala mu... baru juga sekitar 10 menitan kita momotoran, " sambung Rafael.


"Aaduuhh meni uwu... " teriak Naila iri melihat tangan Nadia yang memeluk pinggang Rafael dan kepala nya bersandar di punggung Rafael.


Sungguh... sangat pemandangan yang sangat langka dan sangat tragis kalau ada poto nya T-T (author nya jomblo).


"Oohh, kita ke pantai aja.. " ujar Diana.


"Malam-malam begini?" tanya Naila.


"Iyaa.. " jawab Diana.


"Okee.. " kata Nadia setuju.


"Hayuuu... " kata Fauzan.


"Kasih tau yang lain, " kata Rafael.


"Woke, " kata Arvin.


Motor Arvin dan motor Rafael sedikit melambat untuk memberitahu yang lain kalau tujuan mereka selanjutnya adalah pantai.


***


Sesampainya mereka semua di pantai. Para gadis segera turun dari motor dan segera berlari menyusuri hamparan pasir putih dengan ombak yang terlihat lebih indah pada malam hari.


Di saat Nadia dkk sedang menikmati angin malam yang sejuk dan juga memenangkan,5 orang lelaki pun datang menghampiri dan mereka satu persatu mulai memisahkan diri.


Seperti biasa, Nadia dan Rafael (suami istri) Cindy dengan Nathan (pacaran) Diana di ajak Fauzi untuk berjalan-jalan bersama nya (otw nyusul Cindy-Nathan) sedangkan Arvin dan Syaila memilih untuk diam di sebuah cafe untuk menghangatkan tubuh (otw juga sama) dan teruntuk Naila dan Fauzan mereka berjalan-jalan dengan kesibukan masing-masing tak ada yang berkutik atau ada yang berani bicara terlebih dahulu mereka saling diam, hanya hembusan angin saja yang terdengar di antara mereka berdua.


(Udahlah, aku capek sendiri kalo ceritain Naila sama Fauzan mending kita langsung aja ke tokoh utama)


Nadia dan Rafael yang sudah memisahkan diri dari gerombolan teman-teman nya. Kini sedang berjalan-jalan berdua saja kalau yang ketiga itu author sendiri😌 Ehh... astagfirullah


"Kenapa gak tempat lain aja sih? Bosen gue ke pantai lagi ke pantai lagii.. " ucap Nadia.


"Ya mau gimana, kita mah bisanya ngikut aja, lagian ini juga kemauan nya Diana sama Fauzi yang otwe nyusul Cindy-Nathan, "


"Iya juga sih... kalo menurut lu gimana Syaila sama Arvin?"


"Maksudnya?"


"Mereka cocok gak?" tanya Nadia.


"Yaaa lumayan sih... "


"Syaila itu cantik, pinter, baik, lembut, yaahh walau agak nyebelin sih, " kata Nadia.


"Terus apa lagi?"


"Imut.. pipi nya temben bikin orang yang liat pen nyubit, " kata Nadia sambil mencubit pipi nya sendiri dan menggoyang-goyang kan nya.


"Tapii... "


"Tapi apa?"


"Lu yang imut di depan gue... " kata Rafael.


(Suara hembusan angin)


"Iihh apa sih gak lucu, " kata Nadia menatap lekat mata Rafael.


Rafael yang safar akan hak itu jadi salting sendiri, ingin mengalihkan pandangan dan pembicaraan tapi ada satu hak yang menarik nya untuk terus menatap balik mata hitam pekat Nadia itu.


Tanpa sadar, tubuhnya tertarik bagaikan magnet mendekat ke arah wajah Nadia. Dan...


cup


Satu kecupan kecil berhasil di dapatkan Nadia di salah satu pipi nya. Nadia yang merasakan itu menganga dan nata nya melotot tak percaya mendapat serangan tiba-tiba.


Rafael di kala itu menjauhkan wajahnya dari wajah Nadia hanya tersenyum manis. Setelag tersadar, Nadia menatap lekat wajah Rafael yang masih ada di hadapannya itu. Seketika wajah nya memerah seperti tomat rebus.


"Ciee merah, " kata Rafael.


Dua kata yang berhasil menyadarkan Nadia. Nadia segera mendorong tubuh Rafael menjauh dari nya dan dia berjalan meninggalkan Rafael sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan tangan.


Walau angin saat ini lumayan kencang, tapi tetap saja rasa panas berbunga-bunga di hati tetap saja mengalahkan angin malam.


"Hey, mau kemana? kita balik sekarang... udah mulai dingin juga, " panggil Rafael terkekeh.


Nadia yang mendengar segera berbalik tapi masih menjaga jarak dari Rafael sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Cieee meraahh... Baper tuh pasti, " kata Rafael mengikuti Nadia dari belakang.


"Nggak!"


"Udah gak usah boong, muka mu sayang merah begitu.. " kata Rafael terkekeh.


Sayang? Rafael barusan manggil gue sayang? Astagaa... jantung guee dag dig dug... - batin Nadia berbunga-bunga.


"Pasti di hati nya berbunga-bunga setelah gue cium pipi kenyal lu ituu, " goda Rafael.


Nadia yang di depan Rafael hanya tersenyum malu dengan keadaan pipi merona merah.


***


Rumah kediaman Maikel (ciee di ganti kediaman nya🤣)


"Mah! Mah! Mah! MAMAH!" teriak Maikel.


Prang


Brak


Bruk..


"Apa?!" tanya Mama Nanda memegang pisau di tangan kiri dan tangan kanan memegang sapu.


"Gak usah ngegas!" kata Maikel.


"Kamu yang ngegas! Mama lagi masak kok teriak-teriak... tinggal samperin Mama ke dapur, " kata Mama Nanda kesal.


"Ahahaha... mah aku ke rumah Mami ya... "


"Ngapain?"


"Jenguk kakak biasa... kayak nya kakak udah lupa sama kita, emang Mama gak kangen?"


"Enggak, Mama malah bersyukur kalau gak ada beban keluarga ilang satu, "


"Jahad bener punya emak, " gumam Maikel.


"Lagian kamu kan sering kali ketemu sama kakak kamu itu di sekolah, gak mungkin kan kakak kamu gak istirahat ke kantin, " kata Mama melanjutkan masak nya.


"Ya sering sih... malah aku sering malak kakak, "


"Maikel... "


"Eh iya mah engga kok mah bercanda, "


"Awas aja kamu!"


"Enggak bercanda, tapi kalau sekali lagi malak nya gak papa mereun, "


"Ke siapa? Rafael?"


"Belum berani sih mah ke Kak Rafael kalo malak nya, tapi kalo ke Kak Nadia berani, " kata Maikel jujur.


Ha-ha-ha ini anak mirip sama siapa sih... kok mulut nya ember banget ya, - batin Mama Nanda.