My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Minum



Malam hari jam 23.00 tepat, terdapat lima orang gadis yang sudah jajian untuk pergi ke tempat karaoke.


Ruangan nomor 4, sudah lengkap dan mereka kini sedang memilih lagu untuk mereka nyanyikan untuk menghapus keheningan yang sedari tadi.


"Mau lagu apa dulu nih?" tanya Cindy.


"Lagu Korea, kalo bisa lagu NCT eaaaa, " kata Naila sambil memegang botol soju..


"Siapa dulu nih yang mau nyanyi duluan?" tanya Diana setelah menetapkan satu lagu.


"Gue nanti, " kata Syaila sambil minum soju.


"Gue dulu, " kata Nadia berdiri dan meraih mikrofon dan mulai menyanyi.


Awal lagu sudah benar, suara Nadia memang sangat merdu dan sangat bagus, kalau saja dia ikut kompetisi menyanyi sudah di pastikan menang.


Cindy, Naila, Diana, dan Syaila sedang enak menikmati lagu itu sambil minum minuman yang di sediakan.


Setelah selesai, Nadia kembali duduk dengan perasaan senang, karena beban terlepas begitu saja, kini giliran Naila. Saat Nadia akan menyerahkan mikrofon dia melihat Naila dengan keadaan yang sudah mabuk.


"Lah, udah mabuk aja nih anak... " kata Nadia.


"Kaya yang gak tau aja lu, tiga kali teguk aja udah mulai goyang-goyang, " kata Diana sambil melihat Naila yang berusaha menggapai mikrofon di meja.


"Ya ampun, kalo gak kuat gak usah minum banyak-banyak, " kata Nadia sedikit teriak.


Dalam keadaan mabuk, Naila bernyanyi asal tak melihat ke arah layar yang sudah menampilkan kata-kata.


"Aaaakuuuu sangaaatt mencintai muuuu... Oohhh Fauzan ku sayaaaangg.. Kenapa kamu malaahh, tertawa bersama nyaaa menangis di pundaaakk kuuu... "


Nadia dkk kaget mendengar Naila menyanyi mereka semua hanya menampilkan ekspresi aneh mereka.


"Oh wowowoooo uwwoooo uwooooooooo AAAAAAAA... "


Gedubrakk


Setelah berteriak cukup lama, Naila akhirnya tumbang dan dia malah tiduran di lantai sambil bergumam yang aneh-aneh.


"Pingsan juga tuh anak, " gumam Syaila menaruh gelas berisi soju di atas meja.


"Akhirnya, " kata Cindy yang sedari tadi menutup telinga.


Nadia dan Diana hanya melihat keadaan Naila yang sangat memprihatinkan.


"Kasian, cinta bertepuk sebelah tangan, " kata Cindy.


Diana, Nadia, dan Syaila melirik Cindy singkat. Syaila dan Diana menggotong Naila untuk tiduran di sofa yang ada dan membiarkan nya karena sudah terlanjur mabuk.


Mereka berempat melanjutkan nya tanpa Naila.


Jam 01.00 tepat.


Keadaan Nadia dkk sudah sangat mabuk sampai mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan di waktu mereka di sudah habis, mereka menambah waktu lagi.


"Eh, lu tau nggak, ternyata yaaa gue jatuh cinnntaaaa... Woooo, " teriak Diana sambil bertepuk tangan.


"Hig, aduh sayang, gue juga lagi juga jatuh hatiiii sama si anak bauuu... Arviiiinnnn... " kata Syaila lebih parah.


"Gue udah gak tahan laaggiii... Gueee capeekk woy capeeekk, " kata Naila yang sudah bangun dari tadi tapi minum lagi dan akhirnya mabuk lagi.


"Eh btwee.. Hig.. Lu kdrt sama Rafael? Hig.. " tanya Cindy cegukan (artinya sudah sangat mabuk)


Nadia tersenyum. "Gue kezeell sama Rafael... Dia gak bales chat guaaa diaaa GAK BALES CHAT GUAAAA.. hahaha.. " teriak Nadia sambil tertawa.


"Guaaa pikir luuu... Kdrt cok, " kata Diana bangun dari tidur nya sambil nunjuk-nunjuk ke arah Nadia.


"Ahahaha... nyanyi lagi yok, suara gua masih merdu, " kata Diana berusaha berdiri dan menggapai mic di hadapan nya.


"Kelamaan lu! Gue dulu!" teriak Naila mengambil mic tersebut dan berlari kecil ke depan.


"Eeehh sembarangan lu ngambil barang punya orang!" kata Diana masih berusaha berdiri dan akhirnya dia pun tumbang.


Brukk


Diana pingsan tepat di sofa bersamaan dengan Cindy yang sudah mulai goyang-goyang ke sana ke mari dan Cindy pun pingsan.


"Yaaahh cemenn... udah pingsan... kayak gue dong,, " kata Syaila sambil tiduran dan tangan kiri nya memegang gelas berisi bir.


"Owuwwooouwooooooooooo... Oooooohhh, ken ai miss too miss tyu... Ho ho ho hoooo whoo whooo... "


Brakk (suara mikrofon jatuh)


Nadia dan Syaila yang masih setengah sadar menutup telinga mereka karena suara mikrofon jatuh itu sangat lah berisik.


"Whee.. Kenapa sih lu? Cari masalah?" tanya Syaila bangun dari tidur nya.


Naila sudah tidak tahan lagi, dia berjalan gontai ke arah sofa. Bukannya naik ke atas untuk tiduran tapi dia memilih tidur di lantai dengan kepala di atas sofa.


"Heh, kuat dari mana lu! gitu aja udah pingsan, " kata Syaila meremehkan.


Syaila terus-menerus mengomeli Naila yang sudah pingsan itu, sedangkan Nadia masih terduduk diam tanpa melakukan apa pun. Pikiran nya sudah kemana-mana. Karena sudah tak tahan lagi, Nadia mengambil bir di atas meja dan minum dengan satu teguk setelah itu pingsan.


Syaila yang melihat tak mau kalah, dia terus mengambil bir di atas meja dan terus meminum nya sampai habis dan setelah itu pusing dan pingsan bersamaan dengan suara telpon dari ponsel Nadia.


"Suami Laknat is calling"


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Suara ponsel itu terus berbunyi tapi sayang tak ada yang bangun di saat itu. Tak hanya ponsel Nadia saya yang berbunyi, suara ponsel teman-teman nya pun ikut berbunyi.


Cindy yang merasakan kalo ponsel nya bergetar hanya gerak-gerak dan kembali menutup mata karena pusing yang terus melanda kepala nya.


***


Di sisi lain dan di waktu yang sama. Rafael tak bisa tidur dengan tenang karena Nadia dari tadi tak membaca pesan nya atau mengangkat telpon nya.


"Fell... "


"Eh, iya pih?"


"Kenapa kamu belum tidur? Besok kita harus ke kantor pagi-pagi lho, "


"Iya pih ini mau tidur kok, cuma aku khawatir aja sama Nadia... "


"Kenapa?"


"Dari tadi dia nggak angkat telpon aku pih, jadi bikin khawatir kan, "


"Mungkin dia udah tidur karena kecapean, tadi supir nya bilang ke Papi kalo Nadia sebelum pulang ke rumah kumpul ekskul dulu katanya..."


"Hem, mungkin, "


"Ya udah kamu tidur ya, Papi juga mau tidur, "


"Iya pih, "


***


Rumah kediaman Ferdiansyah.


"Di angkat gak?" tanya Fauzi.


"Kagak di angkat-angkat, " jawab Fauzan.


"Astgaa, kemana tuh anak jam 1 malam gini belum pulang, " gumam Fauzi kesal.


Fauzan yang stres mengacak-acak rambut nya sendiri sambil terus berusaha menelpon adik nya Cindy.


"Iisshh, kemana siiihh... " gumam Fauzan kesal.


"Kak, udah bisa di hubungi?" tanya mommy Dwi.


"Belum mom, dari tadi kakak telponin gak di angkat-angkat, " kata Fauzan.


"Tapi ponsel nya aktif mom, " sambung Fauzi.


"Ya ampun. Kamu udah coba telpon Teman-teman nya? siapa tau Cindy nginep, " kata mommy.


"Udah mom, mereka juga sama gak di angkat, aku tadi udah telpon Nadia, Syaila, Diana sama Naila juga mom, " kata Fauzan.


"Coba kamu telpon nomor telpon rumah Nadia, Diana atau siapa pun, " perintah mommy Dwi


"Iya mom, " kata Fauzan.


"Dek, coba kamu telpon mamah nya Diana sama Nadia. " kata mommy ke Fauzi.


"Malah tadi Mamah mereka nanya ke kita mom, " kata Fauzi


"Hah? Jadi Diana sama Nadia juga gak ada?" tanya Mommy kaget.


"Kayak nya sih gitu, " kata Fauzi.


"Mom, kata Mamah Naila, Naila juga gak ada di rumah dan bahkan belum pulang dari jam 10, " kata Fauzan.


Mommy Dwi yang kaget mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada.


"Aduh, punya anak gadis satu-satu nya kok hobi nya ilang mulu, " gumam mommy.


"Oh zan, coba lu telpon Nathan deh, " kata Fauzi.


"Gila kali lu! Ngapain juga si Cindy datang ke rumah Nathan malem-malem gini, "


"Di coba aja dulu siapa tau kan, "


"Iya kak, coba telpon, "


"Iya mom, bentar, "


Fauzan pun menelpon Nathan, dan akhirnya setelah beberapa menit, Nathan mengangkat telpon nya.


"Hallo, "


"Halo halo halo.. Than, lu lagi sama Cindy gak?"


"Enggak, lagian ngapain juga gue sama Cindy malem-malem gini, "


"Lo tau dimana Cindy?"


"Enggak... Emang kenapa sih?"


"Cindy belum pulang than dari jam 10 malem, dan sekarang udah jam 1..."


"Hah? yang bener lu zan! Jangan bohong!"


"Allahuakbar, siapa juga yang ngebohong di jam segini sih... gue serius, "


"Aduh sorry bro, gue sebenernya nya mau cari Cindy sih sekarang juga, tapi ini udah malem banget dan gue di gak di bolehin keluar, "


"Oh ya udah gak pakai sih bro, thanks.. "


"Nanti gue coba cari dia jam 5 pagi sekalian ke sekolah juga... "


"Yoo thanks ya, "


"Yoo... "


tuutt.. tuutt... tuutt...


Fauzan berbalik melihat mommy dan Fauzi, Fauzan pun menggeleng pelan.