
Setelah mendengar cerita yang sangat panjang, sampai si kembar kembali tertidur. Kiky mulai fokus membicarakan membuat anak kembar sekali gol.
Fauzan jadi semakin bingung harus menjawab nya seperti apa. Mana gak tega udah ngedenger cerita meng-sad barusan.
Terlihat dari tatapan kedua orang itu, berharap Fauzan memberikan mereka tips untuk mendapat anak kembar.
Fauzan hanya diam saja sambil memangku Leona yang asik mengemut tangan nya. Sementara Naila hanya diam saja tak mau ikut campur, padahal Fauzan sudah menyenggol tangan bahkan menepak paha Naila agar membantu nya, tapi sayang Naila gak peduli dan dia malah menahan tawa.
"Ayolah jangan malu-malu Pak Fauzan, kan kamu juga sudah pernah, " kata Kiky yang semakin berharap.
Seperti yang kalian lihat, Fauzan dan Naila tak bisa berkata apa-apa, bahkan satu katapun tak bisa di ucapkan. Padahal itu adalah pertanyaan yang sangat mudah bagi suami istri jika ada yang bertanya.
IYA BAGI SUAMI ISTRI!! LAH KAMI BERDUA BUKAN ANJ*RRR... - batin Fauzan berkata kepada Author tercintađź’™
"Kalau Naila bagaimana menurut kamu?" tanya Ayu ke Naila yang asik bermain dengan si kembar.
"Hah? eeeee... Mmm gak tau juga sih... " kata Naila sama-sama bingung.
Ekspresi Kiky dan Ayu yang awal nya semangat dan senang kini menjadi sedu, tak hanya itu, melihat ekspresi itu Naila yakin ada banyak hal yang ingin di tanyakan.
"Tapi kalian pasti taukan gimana dapet anak kembar?" tanya Ayu.
"Rasanya ini privasi ya, " Kata Naila.
"Pliss, kita cuma mau tauu, " kata Ayu memaksa.
Fauzan yang melihat Naila yang kebingungan jadi tak tega. Terpaksalah Fauzan berbohong lebih dari ini.
"Sebenarnya kalau mau punya anak kembar kalian harus punya gen keturunan, " kata Fauzan asal.
"Hah?"
"Ah?"
Naila melihat ke arah Fauzan dengan ekspresi bertanya.
"Maksud dari gen?" tanya Ayu.
"Jadi... kalau boleh jujur sebenarnya saya ini kembar 3, saya anak pertama... sesuai dengan gen dari bapak saya, eeee kakek dari anak saya juga.. " kata Fauzan sambil menunjukan Leo dan Leona.
"Jadi maksud kamu, kalau kita mau punya anak kembar itu harus sesuai dengan gen turun temurun gitu? sebenarnya saya anak tunggal sih, jadi saya gak akan punya-"
"Bisa ke dokter... " potong Naila.
Setelah mengatakan itu Naila terdiam. Dia pun bingung harus berkata apa lagi. "Yaaaa, konsultasi ke dokter, bagaimana cara mendapat anak kembar gitu... Ahahaha, " kata Naila terpaksa tertawa.
Fauzan hanya tersenyum.
"Oh begitu, oh ya, Fauzan.. gimana rasanya punya anak kembar?" tanya Kiky tiba-tiba.
"Repot, " jawab Fauzan santai.
Kiky dan Ayu hanya tersenyum dan mengangguk saja. Sudah sangat lama sekali, Kiky dan Ayu berada di rumah Naila. Fauzan yang kala itu sudah tidak menggendong si kembar mulai bosan dengan topik pembicaraan yang berhubungan dengan hubungan intim.
Naila sengaja membuat alasan, supaya bisa bebas dari topik pembicaraan tersebut, sebenarnya Naila itu malu mendengar nya, apalagi Fauzan yang sebagai laki-laki harus bersabar.
Jam 13.30 Kiky dan Ayu izin pulang.
Akhirnya, - batin Fauzan.
Setelah berpamitan dengan Mama Rara dan Ayah Agung di ruang keluarga, Fauzan di suruh menghampiri Naila di dalam kamar kata Mama Rara.
***
Di kamar Naila.
tok.. tok.. tok..
"Nai, " panggil Fauzan membuka pintu.
Saat masuk ke dalam dia melihat bayi kembar yang tertawa terbahak-bahak di atas kasur, yang satu dengan posisi duduk yang satu nya lagi tengkurap sambil tertawa. Ternyata mereka tertawa karna Naila yang sedang bermain dengan si kembar.
Fauzan pun masuk dan menutup kembali pintu kamar. Naila yang sadar segera melihat Fauzan dan memposisikan si kembar dengan posisi aman agar tak jatuh.
"Udah, 5 menit yang lalu, " jawab Fauzan.
"Kenapa lu gak panggil gue?"
"Gue kira lu tidur, karna gak keluar-keluar kamar, "
"Hem, tadi sih waktu Leo sama Leona minum susu gue sempet merem sebentar, " kata Naila.
"Oh, "
Fauzan dan Naila terus mengobrol soal tadi siang, tak hanya itu mereka pun bertanggung jawab atas Leo dan Leona di rumah itu.
***
Di rumah kediaman Nadia. Om Firza yang habis bangun tidur langsung menghampiri Maikel yang sedang bermain gitar di saung.
Jreng... Jreng... Jreng..
"Sendiri mulu... gak ada cewek nya?" tanya Om Firza duduk di samping Maikel.
Maikel segera melihat Om Firza. "Ada sih Om, tapi sayang kita udah putus tadi malem, " kata Maikel.
"Kasian, " kata Om Firza.
Punya Om gak ada akhlak... - batin Maikel.
"Mana kakak mu?"
"Ke rumah Kak Naila katanya mau ambil anak Om, "
"Emang tadi si kembar di rumah Naila?"
"Iya, kata kak Rafael si kembar di pinjem bentar sama kak Naila sama kak Fauzan, "
"Buat?"
Maikel mengedikkan bahu. "Katanya sih urusan negara, " kata Maikel setahu nya saja.
Om Firza sebenarnya mau bertanya, tapi karna nyawa belum kekumpul jadi nanti lagi. Nasib punya badan.
***
Setelah turun dari mobil. Pasutri itu mulai berjalan menuju depan pintu. Rafael menekan-nekan bel rumah.
"Assalamu'alaikum, " ucap Nadia.
"Wa'alaikumussalam, " kata seseorang dari dalam rumah.
cklekk..
Pintu terbuka ternyata itu Naila. "Eh nad, cepet amat datang nya, " kata Naila mempersilahkan masuk.
"Iya, di suruh sama Mama jemput si kembar, " jawab Nadia.
"Kenapa? gak ikhlas kalo si kembar di bawa?" tanya Rafael.
"Iyalah, gue udah betah banget ada mereka, rumah gue jadi gak terlalu sepi gitu, " kata Naila.
"Masaaa... atau lu seneng ya ada Fauzan, " tebak Rafael.
Deg!
Hampir benar. Perkataan Rafael tak pernah salah, ada kala nya seorang gadis nyaman dengan seseorang lelaki yang satu frekuensi dengan nya.
"E-engga siapa juga sih yang suka sama Fauzan, " kata Naila mengelak.
"Hem, yaudah terserah, sekarang mana si kembar? Emak gue udah ngebac0t, " kata Nadia.
"Ayo ke atas, " kata Naila menuju kamar nya di lantai dua.