My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Melihat...



Jam menunjukkan pukul 22.45 sudah hampir tengah malam. Rafael masih duduk di meja belajar sambil membaca buku. Sesekali Rafael melirik ke arah kasur untuk melihat Nadia kalau dia tiba-tiba bangun.


Seperti yang dikatakan Mami pada nya, Mami sudah menyiapkan makanan di kulkas jika tiba-tiba saja Nadia bangun tengah malam.


Dan untuk berjaga-jaga, Rafael sengaja tidak tidur sejak tadi dan memilih membaca buku untuk mengawasi Nadia.


"Jam?" tanya Rafael dalam hati sambil


menguap dan meregangkan tangan dan kaki.


Setelah melirik jam, Rafael kembali melihat Nadia dari kejauhan. Karena bosan dan tak ada kerjaan. Rafael jail sedikit menelpon teman-teman.


*Fauzan*


"Halo siapa?"


"Ini gue"


"HAH? siapa? Oh orang gila, gue tutup ya, makasih"


tuutt.. tuutt.. tuutt..


Telpon pun terputus begitu saja.


"Aiishh, telinga gua sakit bet... kenapa lagi harus teriak, " gumam Rafael kesal.


Rafael menyimpan ponsel nya di atas meja belajar dan kembali melirik jam dan Nadia di atas kasur secara bergantian.


Tapi... setelah di pikir-pikir mengganggu teman-teman nya itu juga ada hal yang lumayan menghibur.


*Nathan*


tuutt... tuutt.. tuutt.. tuutt.. tuutt..


"Halo"


"Ntan ini gu---"


"Mon maaf Nathan yang ganteng sedang tidurrrr jadi gak usah ganggu.. makasih"


syung (HP di lempar, terdengar sampai ke ponsel Rafael)


tuutt.. tuutt.. tuutt...


"Hape nya di lempar dong, " kata Rafael menganga.


"Dasar orang kaya, memang bedaaa... "


Karena bosan dan merasa gak tega ngebangunin cewek tengah malem, Rafael memilih untuk tidur dan bodoamat kalo Nadia bangon, bukan salah gue kalo dia bangun terus makan sendiri... - batin Rafael.


***


Matahari mulai terbit dari barat:p angin sepoi-sepoi mulai memasuki kamar pasutri yang masih terlelap di atas kasur itu. Tak lama di susul dengan kicauan burung yang mulai membangunkan salah satu dari mereka.


"Mm.. "


Jam sudah menunjukkan pukul set 6 pagi. Terdengar suara alarm yang berbunyi nyaring seisi kamar tersebut.


Salah seorang gadis yang dulu duga adalah istri dari seorang cowok yang masih tidur mulai membuka mata nya perlahan dan tangan nya meraba-raba meja kecil di samping nya untuk mematikan alarm yang masih berbunyi.


Tak... (jam alarm nya di tonjok sampe jatuh dan gak bisa diselamatkan, saya author mengucapkan selamat tidur kembali).


Gadis itu sekarang sedang mengumpulkan nyawa untuk bangun dari kasur dan bersiap-siap pergi ke sekolah.


Sudah saat nya dia berjalan ke kamar mandi dan mulai merasakan percikan air dingin yang siap membangunkan nya dari alam mimpi.


"Fell, bangon... " kata Nadia menggoyang-goyangkan badan Rafael. Tapi Rafael malah memutar badan nya membelakangi Nadia.


"Gue mandi luan, " kata Nadia berjalan ke kamar mandi.


Blam.


"Mm? sapa itu?" tanya Rafael bangun tapi mata masih tertutup.


"Hoam... "


"Hah... mana bini gua? pantesan dingin gak di kasih pelukan, " gumam Rafael turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Tapi siapa sangka, ada ORANG!!! Rafael tak melihat jelas siapa itu. Rafael yang masih setengah tidur itu main masuk ke kamar mandi dan pintu tertutup rapat bahkan di kunci oleh dirinya.


Srakkk...


Gorden kamar mandi terbuka lebar dan terpampang jelas tubuh telanjang Nadia yang sedang di sabun itu. Rafael yang sadar kalo lantai basah langsung melihat ke depan dan berapa kaget nya dia saat melihat tubuh telanjang Nadia tepat di depan matanya.


Tak kalah kaget, Nadia yang mendengar suara langkah seseorang segera berbalik dan matanya melotot sambil menganga.


"............ "


"............ "


"....RAFAEL!!!" teriak Nadia tiba-tiba.


Rafael yang kaget segera keluar dari kamar mandi dan menutup nya kembali.


BLAM.


"KURANG AJAR LO!!!" teriak Nadia dari kamar mandi.


Rafael yang sudah di luar, memegang dadanya yang masih berdetak kencang sampai sekarang. Rafael menempelkan telinga nya di pintu dan mendengar apa Nadia melanjutkan mandi nya atau malah mengoceh gak jelas.


"HUWAAAA.... RAFAEL JAHATTT!!!" teriak Nadia menangis.


Rafael yang sedang panik itu, tak bisa memikirkan apa pun yang bisa membuat Nadia tenang saat ini, apalagi tadi 2 menit yang lalu dia melihat tubuh Nadia yang telanjang tepat di depan matanya.


"Gu-gu-GUE MINTA MAAF NAD, PINTU NYA GAK DI KONCI... " teriak Rafael.


Rafael berjalan menuju balkon kamar nya dan melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menyiram tanaman di depan balkon nya. Tak lama seorang lelaki paruh baya datang dan memeluk istri nya dari belakang, melihat itu Rafael jadi lupa akan kejadian barusan. Dia bahkan tak sadar kalo Nadia sudah keluar dari kamar mandi dan diam-diam mengambil baju dari lemari.


Bagaimana pun juga, Nadia malas membahas hal yang tak terduga barusan. Setelah Nadia selesai memakai baju santai nya, dia keluar kamar awalnya membuka pintu dengan pelan tapi... saat akan menutupnya kembali.


BLAM..


Rafael yang tengah bengong kaget dan segera melihat kebelakang. Pintu kamar mandi terbuka itu artinya Nadia sudah selesai mandi dan mungkin Nadia sudah pergi ke sekolah naik taksi atau naik mobil miliknya.


10 menit kemudian, jam menunjukkan pukul 06.04.


Saat Rafael turun ke bawah untuk berangkat ke sekolah, dia melihat Nadia yang sedang makan di dapur. Sendirian. Gak ada teman.


Mau di samperin... takut marah, nanti malah di kutuk, baku hantam, di banting... Rafael tak peduli, dia segera pergi saja dari rumah ke sekolah dengan motor nya setelah berpamitan dengan Mami-Papi nya di taman.


Beberapa menit kemudian lagi. Mami datang ke dapur dan melihat Nadia yang sedang makan.


"Ehh, ada Nadia... kok kamu gak sekolah sayang? kamu sakit?" tanya Mami menghampiri Nadia dan memegang kening nya.


"Nggak kok mih, cuma Nadia agak capek aja, " jawab Nadia.


"Oh gitu, yaudah nanti Mami chat walkes kamu ya, biar kamu izin, " kata Mami.


"Iya mih, makasih, " kata Nadia.


"Iyaaa cantiikkk... cup, " kata Mami sambil mencium kening Nadia dan mengelus rambut nya.


"Mami udah makan?"


"Udah dari tadi, mungkin sekarang nasi nya udaaahh kemanaa.. "


"Eheheh... "


"Yaudah kamu lanjut makan nya ya, Mami mau ke kamar dulu, mertua kamu tuh katanya capek malem butuh di pijit, " kata Mami tersenyum.


"Iya mih, kasih adek miihh buat Rafael, biar gak manja, " kata Nadia terkekeh.


"Kamu aja yang kasih, Mami udah berumur... " kata Mami yang membuat Nadia diam tak berkutik.


Melihat menantunya yang kaget akan ucapan nya barusan. Bukan minta maaf, tapi Mami Mila malah semakin menjadi.


"Ahahaha... Mami tunggu yaaa, kalo bisa taun depan harus udah adaa, " kata Mami melangkah pergi.


Setelah Mami Mila pergi dari dapur. Nadia jadi gak mood untuk makan. Dia memilih menyimpan makanannya dan pergi ke kamar. Untung saja, Rafael sudah pergi jadi aman. Dan hari ini dia harus berusaha membuat suasana nya dengan Rafael menjadi lebih tenang tidak canggung seperti barusan saat Rafael turun dari tangga.


Nadia tahu, sebenarnya Rafael tadi mau nanya "kenapa gak sekolah?" atau "kenapa gak pake baju seragam? Lo gak akan sekolah? Atau lo mau bolos?" Yaaa Kira-kira seperti itulah. Tapi... gara-gara Kejadian tadiiii... membuat mereka harus menjauh untuk sementara sampai semua nya kembali normal dengan sendirinya.