My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Pindah ke Apartemen



Ayah Marcell mengantar pulang Nadia dan Rafael pulang terlebih dahulu. "Kamu kalau mau pindah jangan lupa telpon Mama ya, " kata Nanda.


"Iya mah, tenang aja, nanti aku telpon kok, " kata Nadia.


"Mau kapan pindah nya fel?" tanya Marcell ke Rafael.


"Mau nya sih, sekarang yah, kebetulan juga Mami sama Papi ada, jadi mereka bisa ikut, kalian juga kalo mau ikut, ikut aja, " kata Rafael.


"Nggak ya boy, kami sibuk, " tolak Marcell mentah-mentah.


Rafael tersenyum tipis. "Oh iya, "


Nanda bersalaman terlebih dahulu ke Mila dan Bagas baru setelah itu kembali ke mobil dan pergi.


Di dalam rumah. Seperti yang di katakan Rafael barusan ke Ayah Marcell, mereka akan pindah hari ini. Koper baju-baju mereka sudah di kemas oleh Mami Mila dan kini tinggal cuss berangkat.


Rafael membawa mobil miliknya bersama Nadia, sedangkan dua motor sport milik Rafael di bawa Mami dan Papi ke apartemen.


Nadia melihat ke belakang, "kenapa gak kita aja yang bawa motor? kasian kan Mami sama Papi, kasian pinggang nya nanti encok, " kata Nadia.


"Nggak tau lah sayang, tadi aja aku udah maksa mereka buat naik mobil mereka aja yang keukeuh mau naik motor, " kata Rafael.


Nadia menghembuskan napas panjang. Rafael hanya melirik singkat ke arah Nadia.


Sesampainya di apartemen milik Rafael. Mereka turun dari mobil dan menurunkan koper-koper mereka, begitu mereka siap memasuki apartemen, datanglah Mami dan Papi yang habis pacaran di jalan.


Brumm.. Brumm... Brumm..


"Nyampeeee... "


"Uuuhhh, berasa jadi muda lagi nih boss... "


"Pasangan anak motor nih boss, senggol dongg, "


"Jangan di senggol sayang nanti kamu jatuh, nanti kalau kamu jatuh siapa yang mau tangkap?"


"Kan kamu ada sayang, "


"Aku tangkep kamu langsung ke hati aku aja gimanaa... "


"Aaaaa.. "


"Bucin gak tau tempat, " gumam Rafael. Sedangkan Nadia tersenyum melihat ke uwuan mertua nya.


Mereka berempat memasuki apartemen, dan lihat lah, apartemen ini sangat besar, mewah, dan luas. Terdapat dua kamar tidur dan masing-masing punya kamar mandi. Dapur di desain minimalis cukup untuk Nadia memasak. Ruang keluarga dan ruang tamu di pisah, jadi mereka berasa di rumah.


Rafael membawa koper miliknya dan milik istri nya ke kamar, dan kembali ke dapur untuk mengobrol sebentar dengan Mami dan Papi sebelum mereka pulang. Seharusnya mereka pulang dengan mobil, tapi mereka berdua menolak dan memilih untuk naik taksi, memang, ada yang mudah milih jalan susah. Aneh!


***


Malam hari nya. Nadia sudah memasak nasi goreng kesukaan Rafael dengan sosis dan baso. Rafael keluar dari kamar dan duduk di kursi menunggu Nadia menyajikan masakan di atas meja.


"Tadaaa.. "


"Wih asik nasi goreng, " kata Rafael.


Sudah lama sekali, Nadia tak memasakkan nya nasi goreng, apalagi kalau di rumah orang tua, Nadia tak pernah menyentuh dapur sama sekali kecuali kalau waktu makan saja.


"Iya sayang, "


Setelah selesai makan, Rafael mengajak Nadia untuk tiduran di kasur, tapi Nadia menolak dia lebih memilih membereskan barang terlebih dahulu, apalagi besok mereka sekolah atau lebih tepat nya mereka ujian nasional.


"Sayang, ayo tidur, aku ngantuk, " kata Rafael.


"Kamu aja dulu, aku masii harus ngemas barang, " kata Nadia sibuk.


Rafael menghempaskan kedua tangan nya. Sambil menatap langit-langit kamar. "Ayaaaannkk.. " panggil lagi Rafael. Nadia masih tidak menyahut.


"Sayang.. "


"Nadiaa.. "


"Nadia, "


"Ayaankkk.. "


"Sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang sayang, "


Nadia yang mulai kesal, menghampiri Rafael dan mengelus lembut rambut lelaki itu. Rafael menarik tangan Nadia dan sampai di pelukan nya.


Nadia kini berada di dada bidang Rafael. Nadia mendengar suara detak jantung Rafael yang begitu cepat.


Deg.. Deg.. Deg..


"Kedengeran ya?" tanya Rafael.


Nadia tersentak kaget, "i-iya, " jawab Nadia dengan senyuman tapi tak bisa di lihat Rafael.


"Tidur yuk, " ajak Rafael.


"Tapi kan.. "


"Syuutt, jangan bikin aku marah gara-gara kamu lebih milih barang dari pada aku, " kata Rafael mengeratkan pelukan nya.


Rafael mengambil selimut dan menyelimuti dirinya dan juga Nadia, Nadia masih setia berada di pelukan Rafael. Sampai pada akhir nya, Rafael mengelus lembut rambut istrinya dan menepuk-nepuk punggung nya. Tak butuh waktu lama, Nadia mulai menutup mata dan tertidur lelap.


Rafael mencium kepala Nadia.


*cup


"Wangi, " gumam Rafael tersenyum.


Seperti yang kalian tahu, mereka berdua lupa menarikan lampu dan begitulah mereka tidur dengan lampu menyala terang.


***


Selamat membaca bos, maaf kalau jarang up!


JANGAN LUPA VOTE COMEN LIKE!!!


GAK LIKE GAK ADA UP!!!