
"Yah engga si, " sahut Maikel cemberut.
"Jadi gak nih?" tanya Nadia menunggu.
"Iya jadi, barin lah bulak-balik ke ATM dari pada kagak ada duit sama sekali, " jawab Maikel.
"Nah udah gue tranfer, " kata Nadia sambil menunjukkan bukti tranfer-an ke wajah Maikel.
"Oke, " kata Maikel.
"Udah masuk belum?" tanya Nadia.
Maikel langsung memeriksa ponsel nya. "Udah, thankyou kakak ku cantiiikkk... mumumumuuu, " kata Maikel memanyunkan bibirnya untuk mencium pipi kakak nya.
cup.
"Aaaaa enak nya di cium, " kata Nadia memegang pipi kanan nya yang habis di cium oleh Maikel.
"Oh iya dungs.... " kata Maikel.
Saat Maikel akan memasukkan ponsel nya ke saku celana nya, dia sedikit melirik Rafael. Terlihat dari ekspresi wajah nya dia sangat kesal.
"Kenapa kak? mau di cium juga? boleh siniii... " tanya Maikel.
"Iihh engga, jijik gue di cium sesama cowok, " kata Rafael segera berdiri saat Maikel menghampiri dirinya.
"Jahadd.. " kata Maikel cemberut.
"Tapi kalo sama gue lu mau kan?" tanya Nadia melirik Rafael yang ada di samping nya.
"Kalo sama lu gue gak masalah.. lagian udah sah ini, " jawab Rafael.
"Hemm, " Nadia bergumam.
"Ehem, permisi saya mau pergi dulu, assalamu'alaikum, " ucap Maikel berjalan pergi.
"Waalaikumsalam, " jawab Rafael.
"Waalaikumsalam... eh maik, itu uang jangan sampe habis! gue gak ada duit, " ucap Nadia.
"IYAAAA" teriak Maikel.
"Eh ngegas.. " gumam Rafael.
Blam...
"Gak usah kenceng-kenceng nutup pintu nya!" ucap Rafael sedikit berteriak.
Setelah suara motor Maikel menjauh dari rumah nya. Rafael berencana mengajak Nadia untuk pergi dengan nya mencari angin.
"Sekarang kita gimana?" tanya Nadia melipat tangan nya.
"Gak gimana-gimana kita masih manusia, " jawab Rafael.
"Ya iyalah manusia, emang nya kita bakal berubah jadi kuda? ya kali, "kata Nadia.
"Mm.. Gimana kalo pergi ke luar?" tanya Rafael.
"Kemana?" tanya balik Nadia.
"Kemana mana-mana hati ku senang, lalalalalala, "
"Nj*rt malah nyanyi, "
"Ahahaha... gak kok bercanda... udah ayoo nanti tambah panas lagi, "
"Eh eh eh.. EYY FELL!" teriak Nadia.
"APA?!" tanya Rafael sambil teriak.
"Eh kok ngegas... lu gak malu apa jalan sama gue?" tanya Nadia melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Rafael.
"Ya engga lah, orang lu cantik gak pake make up juga, " kata Rafael melihat wajah Nadia tak melihat ke bawah.
"Bukan masalah make up gue... lu gak liat gue pake baju beginian? tapi ya kalo lu berniat ngasih gue sugar daddy yang lebih kaya dari lu boleh sih gue mah hayu hayu aja, " kata Nadia main narik tangan Rafael.
Saat menarik tangan nya, Rafael melihat dari atas sampai bawah dan dia baru sadar.
(Anggap aja kayak gini, aku lagi males mengekspresikan^^)
"Eeehh ganti baju, " ucap Rafael menarik tangan Nadia.
Nadia berbalik kebelakang dan melihat Rafael dengan ekspresi yang dapat di artikan.
"Ganti baju, pake jaket, helm, pake sepaaa.. pake sendal juga gak papa, mau nyeker juga gak papa, " ucap Rafael.
"Ya kali gue nyeker... nanti ngelupas semua kulit kaki gue.. enggak ya makasiiihh, "
"Bacot muluu udah sana ganti baju atau gue tinggal, "
"Eh jangan lah gue gabut ini di rumah, "
"Ya udah sana gue tunggu di sini, "
"Iya, bentar jangan tinggalin gue! awas lu!"
"Iyaaa gak akan, "
Nadia menaikkan tangga satu persatu anak tangga rumah mertua nya itu.
"Lagian kalo gak ada elu gue juga males banget keluar rumah, " gumam Rafael melihat bunga mawar biru hiasan di atas meja.
***
"Nih udah, ayoo berangkat, " ucap Nadia saat menuruni satu anak tangga lagi.
Rafael yang sedang gabut menunggu Nadia sambil memainkan bunga hias di depan mata segara menengok.
"Gue bilang ganti baju bukan pake kardigan doang, "
"Yee masih mending gue, dari pada elu pake kolor.. gue mah gini-gini juga tetep cantiikk, "
"Eehh kalo cowok bebas mau pake aja keluar yang penting masih cool dan bergaya, elu itu cewek tolong jaga penampilan lu, "
"Apa bedanya sama cowok... tentu sama aja.. "
"Bedaa, "
"Sama aja, "
"Bedaa, "
"Sama, "
"Beda"
"Sama"
"Beda"
"Assalamu'alaikum, " ucap seseorang yang menghentikan debat Nadia dan Rafael.
"Waalaikumsalam, " jawab mereka berdua.
"Wahh tumben kompak kalian, " ucap mami Mila baru masuk rumah bersama papi Bagas.
"Kalian mau kemana siang-siang begini?" tanya papi.
"Tadinya sih mau pergi, tapi gak jadi, " jawab Rafael melirik Nadia singkat.
"Eh kenapaa?" tanya mami bingung.
"Iihh, gue kan gue capek-capek nyari baju kok gak jadi sih fel, " kata Nadia kesal.
"Ya lagian elu pake kardigan doang, gue udah bilang ganti baju ganti baju eh dianya mih gak mau denger... " jelas Rafael tak kalah kesal nya.
Mami Mila melihat Nadia dari atas sampai bawah. "Nadia mau pake baju apa-apa aja tetep cantik kok, " kata mami (emang kenyataan nya cantik)
"Tuuhh, gue juga bilang apaa, " kata Nadia.
"Ya tetep ajaa, " kata Rafael tak mau kalah.
"Kalian kalo gak jadi pergi gimana kalo kalian ikut pap---" kata papi yang tak jadi meneruskan perkataan nya.
"Kita pergi sayang... assalamu'alaikum mami papi, " potong Rafael sambil menarik tangan Nadia.
".... papi belum selesai ngomong hey, " sahut papi melihat kedua anak nya pergi menjauh dari dirinya.
"Dadahh, " sahut Rafael pergi mengendarai mobil hitam nya.
"Yaahh padahal papi tadi mau makan bareng di luar, " gumam papi Bagas.
"Tapii mereka yang bayar kan... " lanjut mami Mila yang sudah tau.
"Ehehehe tau aja mami ini.. Iyalah mereka yang bayar masa kitaa.. " kata papi menekuk pinggang ramping mami Mila.
"Udah udah lepas, malu di liatin sama orang, " sahut mami Mila melepaskan pelukan suami nya itu.
"Mmm.. Emesh nya istri kuuu... " sahut papi Bagas.
cup
***
Di dalam mobil yang terus berjalan yang entah mau kemana tak ada tujuan sama sekali.
"Katanya mau naek motor kok jadi naek mobil?" tanya Nadia.
"Terlanjur gak ada waktu ngambil motor di garasi, kebetulan juga ada kunci mobil di deket rak sepatu, " jawab Rafael fokus menyetir.
"Mm.. Kita mau kemana fel?" tanya Nadia.
"Gak tau, " jawab Rafael.
"Hmm, gimana kalo ke pantai?"
"Pantai?"
"Iya pantai, lagian sekarang hampir jam makan siang, kali-kali kita makan makanan laut, "
"Boleh... Eh bentar, lu bawa uang kan?"
"Iya bawa emang kenapa?"
"Gue gak bawa dompet, "
"Nih, "kata Nadia memberikan dompet dan dua kartu atm ke Rafael.
"Lah dompet sama ATM, kapan lu ambil?" tanya Rafael setelah menerima dompet itu.
"Tadi waktu di kamar gue ambil, "
"Oohh, bagus lah, kita ke pantai, "
"YEEE PANTAI!!" teriak Nadia semangat 86.
Rafael hanya tertawa melihat tingkah Nadia yang kekanak-kanakan.