My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Leona dan Leo



Sesampainya mereka semua di rumah Nanda dan Marcell. Satu persatu mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, karna pintu rumah itu sudah terlebih dulu terbuka.


Nanda dan Marcell sudah tidak penasaran lagi siapa yang datang tanpa di undang.


...


...


...


"Aaaaaa Firzaaaa... Firzaaaa... " teriak wanita paruh baya dari balkon kamar tamu di atas.


Firza dan istri nya melihat ke atas dan tersenyum dan juga melambaikan tangan.


Mama Nanda dan Ayah Marcell beserta Nadia-Rafael juga melihat ke atas di sana ada Nenek Patmi.


"Hemm, gak inget umur itu nama nya, " gumam Ayah Marcell dan langsung masuk ke dalam rumah di susul yang lain.


"Udah tua masih aja teriak-teriak, " gumam Mama Nanda.


"Nadiaaaa... Rafael menantu Kesayangan nanek!!" teriak lagi Nenek Patmi.


"Ahahaha haloo Nek.. " kata Rafael sambil melambaikan tangan, Nadia masih setia ada di samping Rafael.


"Aaaaaa Nenek loncat yaaaa, mau meluk, " kata Nenek Patmi, kaki nya sudah terangkat satu.


"Jangan macem-macem mak! Inget pinggang masih harus di obat!" teriak Mama Nanda berlari keluar dan langsung berteriak untung nya Leona sudah ada di tangan Firza.


Marcell: Thor bisa kah anda memberi keluarga yang kesan gak terlalu heroik? saya capek Thor capek... jujur... gak anak gak istri gak mertua bar-bar semuaaa..


***


Di dalam rumah.


Perdebatan antara emak (Nenek Patmi) dan anak (Mama Nanda) pun terjadi. Mereka yang tak mau berurusan hanya menonton sambil melakukan apa pun yang membuat mereka semua sok sibuk.


"Tan, Leona sama Leo, aku bawa ke kamar ya... kasian juga mereka, " kata Nadia.


"Nah ide bagus itu, boleh boleh, " kata Tante Frizzy.


"Fell, gendong tuh anak satu, " kata Nadia yang sudah mengais Leo (bayi laki-laki).


"Eee... gue gak bisa gendong anak, " kata Rafael bingung bagaimana harus mulai menggendong nya.


"Belajar, " kata Nadia langsung langkah pergi menaiki tangga menuju kamar nya di atas.


"Tenang aja, nih tante bantu... " kata Tante Frizzy mengangkat Leona dan memberikan nya ke Rafael. Di awal-awal Rafael kaku saat Leona sudah ada di pangkuannya Rafael mulai rileks dan berjalan ke atas menyusul Nadia.


"Oke makasih tan, " kata Rafael.


"Yaudah sana bawa ke kamar ya, " kata Tante Frizzy tersenyum.


"Oke, " kata Rafael.


***


Di kamar Nadia.


cklekk..


"Assalamu'alaikum, " ucap Rafael datang menggendong Leona.


"Waalaikumsalam, " jawab Nadia yang ada di atas kasur sedang bermain dengan Leo yang sudah bangun dari tidur nya.


Rafael pun ikut menidurkan Loena. Awalnya Rafael biasa-biasa saja tapi setelah dia mengangkat tubuhnya setelah Leona di tidurkan. Anak kembar itu tersenyum ke arah mereka berdua.


Dan Rafael jadi gemesh sendiri, dia main cium pipi Nadia sebagai pelampiasan nya.


cup


"Eh... " Nadia yang kaget tiba-tiba di cium hanya melihat ke arah Rafael sambil memegang pipi nya.


"Lucu banget sih mereka... jadi gemes, " kata Rafael dengan wajah memerah.


"Diem! atau engga... "


"Eh iya iya aku diem, "


Tumben aku biasanya juga gue, - batin Rafael.


"Nadiaaa, " panggil Mama Nanda dari bawah.


"IYA MAH... "


"Kesini sebentar, "


"Iya mah... eh aku ke sana dulu ya, kamu jagain mereka! awas mereka itu lincah banget!" kata Nadia.


"Siap bos... " kata Rafael hormat.


Nadia beranjak dari kasur dan keluar dari kamar. Setelah melihat Nadia keluar dari kamar, Rafael kembali memperhatikan si kembar.


Tak sampai 2 menit Rafael mengalihkan pandangan nya ke tempat lain. Salah satu dari bayi kecil itu hilang.


"Lah... mana satu lagi? kok gak ada?" tanya Rafael panik. Di kasur hanya ada Leo yang sedang bermain dengan guling.


Saat Rafael beranjak dari kasur dan kaki nya menapak di lantai, dia merasa ada yang basah. Rafael mengangkat kakinya dan memegang kakinya sendiri.


"Mm? iyuuuhhh air liur... " kata Rafael sambil membersihkan tangan nya dengan tisu begitu pula dengan kakinya.


"Aduh, gak sampe 2 menit gue ke sana ke sini... satu ilang, " gumam Rafael.


Rafael sudah mencari Leo ke sana kemari sampai pintu balkon pun di buka siapa tau ada di luar. Karna tak kunjung ada juga, Rafael memutuskan untuk mencari nya di luar. Tak lupa juga dia menggendong Leona agar tak hilang seperti kembaran nya.


Baru saja, Rafael membuka pintu Nadia sudah berdiri di depan pintu juga hendak masuk ke kamar.


"Mau kemana?" tanya Nadia.


"Mau nyari Leo, " jawab Rafael.


"Leo? dia ilang?" tanya Nadia.


"Iya, "


"Haduh.. tuh anak satu lincah banget, gak ada habis-habis nya bikin orang rumah kesusahan, " kata Nadia sambil memegang dahi nya.


"Emang udah pernah ilang?"


"Bukan udah pernah lagi... tapi hampir setiap hari, " kata Nadia.


"Bagus, "


"TANTE FRIZZY!!! LEO ILANG!!" teriak Nadia.


"Ada di tangan Tante, kalian ajak aja Leona jalan-jalan, kayaknya Leo capek, " kata Tante Frizzy dari kamar Maikel.


Lah, kapan keluar nya? terus kapan ada di kamar Tante Frizzy? kok bisa? - batin Rafael penuh tanda tanya.


"Kok bisa tiba-tiba ada di tangan Tante?" tanya Rafael bingung.


"Udah biasa, " kata Nadia mencubit pipi Leona.


"Terbang?" tanya Rafael.


"Bukan teleportasi, " jawab Nadia.


"Waw.. " ucap Rafael.


Nadia dan Rafael pergi keluar membawa si kembar jalan-jalan. Tadinya hanya Leona saja, tapi tiba-tiba Leo nangis mau ikut. Dan mereka berempat pergi ke taman terdekat saja.


Leona Zahab Nusyrandi & Leo Zandra Nusyrandi