My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Salah Ngomong



"Nah ituu... sekarang kita lagi dalam misi penting, "


"Iya sih penting tapi gak usah ganggu orang yang lagi pacaran dong, "


"Ehehehe.. soal itu nanti gue ganti waktu kalian untuk berduaan.. sekarang kita harus... "


"Eehh ehh eehh mereka udah pergi cuy, " kata Arvin tiba-tiba.


"Kemana?" tanya Syaila berbalik badan dan benar saja meja yang di duduki Naila n Fauzan sudah kosong.


"Ke sana... " sahut Arvin menunjuk ke arah yang tak ada orang sama sekali.


"Kita pergi dulu ya nad, fel.. selamat berduaaa... " sahut Diana mengambil jaket Fauzi dan berlari bersama yang lain.


Sementara Nadia dan Rafael masih bingung. "Gue belum liat foto nya.. " ucap Nadia membuka HP nya dan mencari nama Naila di instagram.



*Nai_nai* ada sebuah alasan kenapa aku harus memilih dia untuk menjadi seseorang yang spesial di hidupku♡ *@UzanFer*


Setelah melihat poto postingan Naila, Nadia dan Rafael ikut menyusul Diana dkk.


***


Mereka berempat masih bersembunyi untuk mengawasi sebelum mengambil tanggapan kalo mereka berdua benar-benar 'pacaran'


"Aduuhh mereka jalan mulu gak capek apa?" kata Diana meregangkan kaki menendang pasir putih.


"Tau nih, mentang-mentang dua duanya kaki jerapah, " sahut seseorang di samping telinga Syaila.


"Astagfirullah... " teriak Syaila kaget.


"Yawloh kalian ini ngagetin orang aja hobi nya... mending kalo bermanfaat, " kata Diana yang juga kaget.


"Eeehh bermanfaat lho kata siapa enggak, " sahut Nadia.


"Manfaat nya apaan emang?" tanya Syaila.


"Bikin orang jantungan, " jawab Nadia.


"Eeuuhh dasar psikopat... " gumam Diana.


Nadia hanya tertawa. Arvin dan Fauzi menghampiri Rafael.


"Tumben lu nyusul, ada apa nih?" tanya Fauzi ke Rafael.


"Gak papa, tiba-tiba aja gue ketularan kepo, " jawab Rafael.


"Anj*y, " gumam Fauzi.


"Lu jangan bilang kalo ini semua gara-gara gue... " sahut Fauzi mengingatkan.


"Yaahh ketahuan, padahal tadinya gue mau salahin elu sih, " kata Rafael terkekeh.


"Dasaarr, " gumam Fauzi sabar.


"Untung lu udah nikah sama Nadia, kalo engga mungkin lu hari ini udah lenyap dari dunia... tapi sayang nya gak jadi karena gue ini anak yang sangat baik hati, soleh, gak pernah nakal, gak pernah bolos kelas, rajin ngerjain PR dan selalu mendapat ranking tiga besar berlalu seumur hidup, " kata Fauzi dengan pd nya.


Rafael dan Arvin hanya diam dengan ekspresi 'gak percaya, iya-in aja kasian, pengen nabok muka nya biar sadar tapi kasian' (intinya mah gampang di artikan)


"Udah nikah?" tanya Arvin.


Fauzi yang sedang bergaya segera melirik Arvin yang penuh dengan tanda tanya. Sementara Rafael hanya melirik singkat dan tersenyum tipis.


"Maksud lu apa zi? Rafael sama Nadia udah nikah?" tanya Arvin.


"I-iyaa.. Mereka udah nikah, usia pernikahan mereka baru nginjek tiga minggu kayaknya, tapi gak tau juga, "


"Jadi lu bukan cuma pacar nya Nadia? tapi lu juga udah nikah sama dia?!" tanya Arvin kaget kepada Rafael. Rafael hanya diam saja.


"Jawab fell... " kata Arvin.


".... kalo iya kenapa? apa masalah? atau jangan-jangan lu suka sama Nadia ya? heh baru beberapa hari sekolah lu udah berurusan langsung sama ketus osis, " tanya balik Rafael.


Kemudian Arvin diam kembali tak bisa menjawab pertanyaan Rafael karena dia juga memiliki perasaan kepada Nadia tapi itu seketika hancur berkeping-keping, sudah tak ada lagi celah bagi nya untuk mendapatkan Nadia.


Waduh kayaknya gue salah ngomong nih.. - batin Fauzi.


"Iyaa, " sahut Rafael santai-santai saja.


"Heh elu zii.. katanya lu penasaran sama mereka ya udah siniii buruaann.. " kata Diana


"I-iyaaa gue otw din... " kata Fauzi berlari kecil menghampiri Diana yang menunggu nya.


Fauzi berjalan di samping kanan Diana karena takut kalau di kiri dekat dengan Rafael dan Arvin. Diana yang tak tahu apa-apa hanya bisa pasrah kalo dirinya di dorong-dorong sama Fauzi.


Nadia merangkul tangan Rafael di depan Arvin dan Syaila yang ada di belakang mereka.


"Mm uwu mulu, mana gak tau tempat lagi, " kata Syaila.


"Makanya cari pacar dong sya, "


"Tau lu ngejomblo mulu gak bosen?" tanya Diana.


"Elu sendiri juga jomblo, " kata Syaila.


"Oh iya iya... aduh lupa, " kata Diana menepuk jidat nya.


Apa sebaiknya gue tanya aja ya ke Syaila, lagian mana mungkin kalo dia gak tau soal ini... aaakkhh tapi masa iya gue langsung nanya soal Nadia sama Rafael kan gak mungkin, - batin Arvin tak hanya itu dia pun mengacak-acak rambut nya.


"Kenapa lu? banyak pikiran?" tanya Syaila ke Arvin.


"Engga, "


"O-o-okee.. "


"Mm, sya.. guee---"


"Eehh, dahlah capek gue sembunyi-sembunyi mulu.. gas gaslaahh... " kata Nadia hendak berlari ke arah Naila dan Fauzan tapi di halangi oleh Diana, Rafael dan Fauzi.


"Jangan dulu laaahh... nanti kita salah paham lagi sama merekaa.. " kata Diana berusaha menahan Nadia yang terus memberontak dalam pelukan Rafael.


"Gak mau lah anj-- gue kesel sama merekaaa... " teriak Nadia berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Diana dan Fauzi.


"Heh! Woy! Kalian ngapain malah liatin aja! Bantuin napa sih!" teriak Diana.


"Sayang sabar sayang sabar... " kata Rafael.


Karena Nadia terus mendorong-dorong, kaki Diana dan Fauzi jadi tak seimbang mereka terjatuh tepat di hadapan Naila dan Fauzan.


Gubrakk...


"Aaaauu... awas anj---" kata Diana yang tergencet di antara tubuh Nadia dan Fauzi.


Naila dan Fauzan yang kaget hanya bisa diam dengan ekspresi kaget tak kalah kaget nya dengan yang baru saha jatuh itu.


"Nadiaaa... lu gak papa kan? nih pegang tangan gu-- eeehh ada Naila sama Fauzan kebetulan... " kata Syaila, niat awal mau ngebantu tapi saat dia melihat Naila dia jadi basa basi.


"Fell awas fell lu nindihin istri lu sendiri, mending kalo di kasur ini di pasir, kasian fell, " kata Fauzi yang sudah bangun dan sedang berusaha membantu Diana.


"Aduduh... nad, nad.. Nadiaaa... " panggil Rafael saat bangun dari tubuh Nadia.


Nadia yang di kala itu hanya tepar seperti kekurangan oksigen. Rafael yang panik berusaha membangunkan Nadia dari tiduran dari pasir nya itu.


"Nad.. Nadiaaa jangan mati dulu gue belum punya keturunan... "


"Heh! Setan kau! Lu pikir gue mau ngasih lu keturunan?" tanya Nadia segera sadar.


"Ya harus lahh... "


"Ya tapi gak sekarang... "


"Iya gue tauuu nantii maksud gue tuh, "


"Ehem... mohon jangan debat mulu, tolong bantu gue, nyawa gue berasa mau ilang sekarang lho kalo kalian semua gak ngeh... " kata Syaila.


"Nyawa mau ilang... tinggal masuk ke laut tuh tinggal diem apa susah nyaa, " sahut Nadia menunjuk ke air laut yang luas.


"Waahh ide bagus yaa itu Nadiaaa... apa percobaan pertama elu dulu ya?" tanya Naila dengan tatapan tajam tapi bibir nya menunjukkan senyuman yang manis.


"Mm, bisa jadi kenyataan ini mah, " gumam Nadia memalingkan wajah nya ke tempat lain.