
"LAIN KALI, AKU NGGAK MAU DI CIUM TANPA IZIN!" sungut Nadia pada Rafael yang sedari tadi duduk meringkuk di sudut ruangan karena agak ngeri dengan amukan Nadia.
"Tapi kan--"
Mata milik Nadia itu menyorot tajam, tangannya mengecak di pinggang seperti hendak memangsa seseorang. "STTT... NGGAK ADA YANG BOLEH NGOMONG KECUALI GUE, NGERTI?!"
ampun bos, galak sekali anda
Satu manusia tersenyum kaku. Kenapa istri nya ini, pikir manusia berjenis kelamin laki-laki tersebut. Biasanya Nadia fun-fun saja dengan kebiasaan nya yang sering kali mencium tanpa izin. Lalu kenapa sekarang dipermasalahkan?
"Iy--"
"Gue bilang diem, fell!" sela Nadia membuat Rafael spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sangat lucu kalau di bayangkan.
Nadia memangku kucing yang bernama Kuceh itu, dia duduk di pinggiran kasur sambil mengelus-elus Kuceh yang ada di pangkuan nya.
Mendamaikan sekali si Kuceh ketimbang Rafael yang sangat-sangat menyebalkan pagi ini, pikir Nadia entah kenapa.
Melihat Nadia sibuk dengan Kuceh, Rafael berdiri meninggalkan sudut ruangan, berjalan perlahan hingga mencapai posisi dibelakang sang istri.
"Dengan sekresek bunga rupa-rupa warnanya dan semburan air keran PDAM yang nunggak empat bulan, enyahlah engkau dari segenap jiwa raga my wife, " tutur Rafael yang seperti dukun yang sedang membacakan mantra. Tak lupa kedua tangannya menangkup kepala Nadia, istilah nya mendalami peran.
"Lepasin!" Nadia meronta dan tanpa usaha berlebihan Rafael melepaskan tangan nya dari kepalanya.
Atas perbuatan Rafael yang tidak mengenakkan tersebut. Nadia berdiri angkuh di depan sang suami. "LO KIRA GUE KERASUKAN, HAH?!" bentaknya.
"G-gue-"
"DIEM!!" sungut Nadia mulai lagi.
Nadia mengambil Kuceh dan pergi begitu saja dari kamar. Rafael yang habis di bentak tiba-tiba saja diam. Masalah utama nya adalah tadi pagi saat bangun tidur sekitar jam 5 subuh, Rafael mencuri 2-3 kali ciuman dari bibir Nadia. Harusnya Nadia biasa aja karna itu adalah makanan sehari-hari sebelum melakukan aktivitas.
Rafael menyusul Nadia ke lantai bawah. Saat sampai, terlihat di ruang tengah, Nadia tengah sibuk mengelus-elus Kuceh di samping kanan dan kiri nya ada para asisten rumah tangga.
"Bisa tinggalkan kami berdua," ucap Rafael. semua para asisten langsung mengangguk dan pergi.
"Sayaaangg, kenapa? kamu mau apa?" tanya Rafael memegang pundak Nadia serta ikut duduk di samping sang istri.
"Lepas!" ketus Nadia. Kuceh tiba-tiba saja berdiri dan pergi begitu saja.
"Eh... Kuceh..!"
Makasih kucell..- batin Rafael.
"Sayang, kamu mau apa? jangan diemin aku kayak gini... babe, sayang, cintaku... ayanggg..."
"Bisa diem nggak sih? jangan manja-manja!!"
Rafael langsung menutup mulutnya. "Terus kamu mau aku ngap--"
"DIEM!!" teriak Nadia berhasil membuat Rafael bungkam sepenuhnya.
***
"Selamat tidur sayang, "
"Hmm"
Jam 01.45
"Huek..."
"Huek..."
Tidur Rafael terusik mendengar suara di dalam kamar mandi. Dia melihat Nadia yang tidak ada kasur, Rafael bangun dari tidur nya lalu berjalan menuju kamar mandi.
"Sayang?" panggil Rafael sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Kamu gapapa kan di dalem?" tanya Rafael khawatir.
Cklekk
Nadia keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Rafael mengangkup wajah Nadia. "Kamu sakit?"
".... Bawaannya pengen muntah terus, " jawab Nadia lesu.
Rafael diam. Senyum manis Rafael terbit di sudut bibirnya. Hal itu membuat Nadia bingung.
"Kok senyum? Kamu suka kalo aku sakit?"
Tangan Rafael mulai meraba perut rata Nadia. "Pasti ada baby di sini, "
"Hah??" Nadia semakin bingung.
"Aku yakin ada baby di dalem perut kamu, sayang, "
Kening Nadia itu menunjukkan kebingungan nya. "Hah, jangan ngadi-ngadi deh fell, mana mungkin... "
"Sayang, aku kan subur, kita udah pernah ngelakuin itu beberapa kali loh, mana mungkin kamu gak hamil, "
Perkataan sang suami ada benarnya juga, di usia mereka yang menginjak usia 21 tahun, memang tidak mungkin dia tidak hamil.
Nadia hanya terdiam membisu. Di satu sisi dia senang jika perkataan sang suami benar. Tapi, di satu sisi takut mengecewakan suami jika hasilnya tidak sesuai.
Nadia meraih tangan Rafael. Ia meletakkan telapak tangan Rafael diperutnya. Ia tersenyum lebar m
"Coming soon Papa, "
****
LUCU BANGET YA SUAMIKU SAMA NADIA🙏
OTW JADI NENEKKKKK😭😭🫶🏻