
Pagi hari nya. Nadia terbangun dari tidur nya, melihat Rafael sudah tidak ada di samping dia segera turun dari berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mandi, Nadia keluar kamar dan melihat Rafael yang sedang bersih-bersih rumah.
"Morning baby, " sapa Rafael melihat Nadia keluar.
"Morning, " sapa balik Nadia.
Beberapa menit kemudian. Rafael berada di dapur sedang mencuci piring sehabis mereka makan. Rasanya tak adil jika hanya suami yang bekerja membersihkan rumah, tapi karna hari ini rasanya malas Nadia hanya bisa diam membiarkan suami nya.
Nadia melihat ponsel Rafael nganggur dia segera mengambil ponsel itu hanya melihat-lihat isi nya saja.
Naila_Mlik kembali dengan perasaan yang berbeda
❤ 7.825 like
💬 624 comen
"Nai.. " gumam Nadia.
"Kenapa sayang?" tanya Rafael datang setelah selesai dengan urusan mencucinya.
"Ini, Naila bikin story lagi, katanya kembali dengan perasaan yang berbeda... apa malem dia nangis ya?" tanya Nadia.
Rafael membuang nafas nya pelan. "Kayak nya sih gitu, mau ke rumah Naila? Aku anter, nanti sore baru aku jemput, "
"Emang kamu mau kemana?"
"Ayah manggil aku ke perusahaan, katanya ada hal yang penting, "
"Oh gitu, ya udah ayoo.. "
Rafael mengangguk dia mengambil kunci mobilnya dan menunggu Nadia bersiap-siap. Aneh nya, kenapa setiap perempuan kalau mau siap-siap selalu saja lebih dari sejam, apa satu jam kurang untuk mengganti pakaian nya saja? sungguh, teka-teki yang sulit.
Ting...
Ada notifikasi pesan dari ponsel Rafael. Dia segera membukanya dan membaca.
Girl & Boy
Diana
Assalamu'alaikum, guys kumpul di tempat biasa... kita berduka berjamaah
Naila
Gaasss
Cindy
Hayuu.. cowok wajib ikut!!
Fauzan
Anj*r di font dong...
Nathan
Awokawok calon istri gue tuh
Alvin
Gue sama Syaila otewe
Diana
Lah lah, main otw otw aja lo pada, gue yang ajak aja baru bangun tidur
Syaila
Biar cepet..
Diana
iya udah sana
Syaila
Oke
Naila
@Nadia @Rafael wajib ikut
Rafael
Gue mah selalu ikut
Nadia katanya mau ketemu sama lo Nai
Naila
Ada apa? Tumben 😏
Diana
Ada yang mau ketemu, bukannya berterima kasih
Cindy
Tau nih
Naila
Awokawok
Ketemu aja di tempat biasa
Rafael
Oke
Nathan
Gue otw jemput @Cindy
Cindy
Oke
Fauzi
Gue otw jemput @Diana
Diana
Gue otw mandi
Naila
Lah
Syaila
-_-
Fauzi
calon istri gue gini amat dah
Rafael
Ngaco, dia yang ngajak anj*r
Naila
2
Cindy
3
Nathan
4
***
Di tempat biasa atau di Cafe tempat mereka nongkrong.
Ada sembilan orang yang sedang berkumpul sambil bercanda di satu meja.
"Nai, lo udah gak papa kan?" tanya Diana masih belum yakin.
"Iya gue gak papa, din.. ini yang ke dua puluh kali nya lu nanya begituan cuma satu hari ini doang lho.. udah santai aja gue gak papa.. " kata Naila.
"Ya lagian gue khawatir banget sama lo, " kata Diana.
"Gue mau minta maaf ya sama lo Nai, harusnya sesudah selesai pensi kita langsung ke rumah lo, tapi gue lupa dan langsung pulang, " kaya Syaila.
"Udah gak papa, gue juga pulang langsung tidur, " kata Naila.
Bohong
Sejujurnya, dia menangis berjam-jam dan baru tidur jam dua malam.
Naila melirik ke arah teman-teman nya seperti ada yang kurang...
Cindy yang melihat meminum jus jeruk nya. "Fauzan gak ada Nai, dia lagi jalan-jalan sama pacar baru nya, " kata Cindy merasa ragu jika mengatakan ini.
"Hah? Dia udah punya pacar lagi? Gue gak salah denger nih?" tanya Alvin kaget.
Fauzi mengangguk pelan. Alvin geleng-geleng kepala mendengar nya. "Habis di tolak sama Keysa jadi gila tuh anak, sering ngamuk-ngamuk gak jelas, " kata Cindy.
"Ih, lagian siapa juga yang nyariin dia.. engga ya sorry! gue udah move on, " jelas Naila.
"Ya bagus lah.. lagian lo gak pantes sama dia, " kata Nadia.
"Lo itu bisa cari cowok yang lebih baik lagi dari pada Fauzan.. eh, sorry hehe gue bukannya bermaksud ngatain kakak kalian.. " kata Alvin.
"Gak papa.. gue juga kesel sama dia.. " sahut Fauzi menepuk pundak Alvin.
"Apa lagi gue, " sahut Cindy.
"Rasanya pengen gue bunuh tau gak sj Fauzan itu, " kata Nadia kesal.
"Nah itu yang gue rasain, pas ketemu dia pagi-pagi, rasanya pengen gue injek-injek terus gue buang ke laut biar di makan sama megalondon, " kata Cindy kesal dan marah sendiri.
Teman-teman yang lain hanya tertawa. Naila ikut tersenyum, rasa sesak yang dia dapatkan dari lelaki br*ngs*k itu masih berbekas di hatinya.
Apa aku merindukan senyum dan tawanya? Apa aku merindukan suara nyanyian nya? Baru saja kemarin mereka berpisah... tapi rasanya baru kemarin juga mereka pertama kali bertemu dan saling bercerita, aku harus kuat! Hanya perempuan bodoh yang mau dengan lelaki br*ngs*k seperti Dia
~Naila