
Keesokan harinya. Kelas kembali seperti semula dan semua nya tenang. Anak-anak melakukan kegiatan di sekolah seperti biasanya.
Begitupun dengan Nadia dan Rafael yang berada di kelas berbeda tapi mereka sedang chatan di WA.
Bel masuk akan berbunyi sekitar 10 menit lagi, semua kelas mulai ramai dengan obrolan anak-anak. Anak IPA 1 pun tak mau kalah dengan kelas lain, ada yang berdiskusi tentang pelajaran kemarin atau hari ini, ada yang sedang sibuk mengejutkan PR yang tak sempat di kerjakan di rumah, ada yang lagi tiktok-an sampai musik nya menggelegar seisi kelas, ada yang sedang piket tapi bukan tangan yang berkerja tapi mulut, ada yang gibah dan sebagai nya.
Tak kalah berisiknya dengan teman-teman Nadia, saat ini mereka sedang berkumpul di salah satu meja yaitu meja Nadia.
"Eh, kemarin gue hampir menang anj*rt kalau engga di ganggu sama bokap gue, "
"Elu sih, pintu gak di kunci.. jadinya kita kalah lah cok, "
"Ya maaf, lain kali gak lagi deh, hehehe gue janji, "
"Jadi kapan nih kita mabar lagi?"
"Istirahat, kalo bisa sekalian ajak Rafael sama Arvin sih biar tambah seru aja, "
"Naahh bener, "
"Hey, kalian! kalian itu ya ambil barang orang kok gak bilang-bilang, hampir aja gue kemarin laporin ke polisi gue pikir kamar gue ada maling, "
"Eh, mon maaf ya maemunah, kita udah bilang kok ke elo, lu nya aja yang gak denger, "
"Masaaa.. "
"Bodoo, "
"Eh gue seriusan lahh, kalian yang ambil kan?"
"Iya, "
"Haahh syukur lah gue pikir kerampokan, "
"Tapi mana mungkin sih, ada maling yang main ambil skincare sama lipbam terus paperback gue yekan?"
"Ehehehe, gue cuma ikut Naila sama Syaila, "
"Lah kok malah nyalahin kita? bukannya elu juga ikutan ambil squishy punya Cindy, "
"Iya kan, gue cuma ngikut kalian aja, "
"Dasar lu ye, gak mau tanggung dosa sendiri, "
"Hehehe, biarin lah siapa tau amal, "
"Amal amal pala mu, yang ada dosa gue tambah banyak, "
"Kalian kemarin kemana? kok gak ada di kelas?" tanya Nadia tiba-tiba membuat mereka semua terdiam sejenak.
"Kita bolos, gabut, " jawab Diana dengan santainya.
"Hah? Bolos?" ucap Nadia kaget.
Naila dan Cindy segera menutup mulut Diana dengan tangan nya.
"Eee, bukan apa-apa kok nad, Diana ini suka bercanda, " ucap Naila.
"Iya nad, jangan di bawa serius ha-ha-ha, " ucap Syaila paksa tertawa.
Nadia menatap mereka semua dengan muka datarnya. Dan akhirnya mereka semua mengaku.
"Iya kita bolos, " sahut Naila.
"Di ajak sama siapa? siapa yang suruh kalian bolos? ada manfaat nya gak kalo bolos?" tanya Nadia melirii Fauzan dengan sinis.
"Di ajak sama Fauzan nad, " jawab Naila.
"Iya nad, di ajak sama Fauzan, " ucap Diana.
"Laahh, kok jadi gue yang kenaa.. " ucap Fauzan menunjuk dirinya sendiri.
"Tapi kan emang elu yang ngajak kita bolos, " sahut Fauzi tak memihak.
"Tapi kan kalian sendiri yang hayu hayu aja, " sahut Fauzan.
"Faauuzaannn... " ucap Nadia.
"Hah? Maaf nadd, gue... " sahut Fauzan menundukkan kepalanya.
"Kok bolos gak ngakak gue sih hiks.. hiks.. hiks.. gue masih bertanya-tanya nih ya kita itu temen apa bukan sih.. " sahut Nadia sedang wajah sedihnya yang hampir membuat orang luluh.
"Temen nad temen, " sahut cindy.
"Kita temenan kok nad, bahkan gue udah anggap lu itu sahabat sejati gue, " sahut Naila.
"Ya tapi kok gak ngajak, " ucap Nadia.
"Maaff, " sahut Diana.
Buset dah gue kira bakal ngamuk diaa.. - batin Fauzan tak habis pikir.
Naila, Cindy dan Syaila memeluk Nadia dengan wajah sedih mereka yang tak tega melihat Nadia yang manyun bebek dari tadi.
"Eeehh, ada ketos, ada apa ketos? Ada keperluan?" tanya Fauzan basa-basi.
"Iya ada, saya ke sini mau mencatat siapa saja yang kemarin bolos kelas... " jawab Rafael sambil menatap tajam ke arah Fauzan, Fauzi, Naila, Syaila, Cindy dan Diana.
Seketika mereka berenam diam tak bisa berbicara, kalau sudah berurusan dengan ketos Rafael sudah... selamat datang di dunia militer.
"Kalian berenam ikut gue.. lu juga Arvin, " sahut Rafael.
Mereka bertujuh ikut Rafael ke ruang bk dan mendapatkan hukuman yaitu :
Membersihkan masjid sekolah
Menyapu halaman depan dan belakang sekolah
Membereskan barang-barang yang ada di gudang
Bantu membersihkan peralatan olahraga
Membersihkan ruang kepala sekolah.
Menjadi petugas upacara bendera bersama OSIS yang sudah di pilih hari Senin 23 September 20xx
***
Jam istirahat pertama.
Setelah mendapatkan hukuman, mereka memutuskan untuk mulai bekerja nanti setelah istirahat. Mereka bertujuh terlihat sangat lesu setelah mendapat hukuman yang sangat WAW dan sangat tidak ngotak dari guru bk.
"Buset dah, gue belum mulai kerja tapi udah capek duluan, " ucap Diana.
"Samaa.. " sahut Fauzi menyenderkan tubuhnya ke dinding yang dingin.
"Gue harus gimana? gue males banget kalo sampe harus ikut jadi petugas upacara, AAAHHH... kesel gue kesel gak sukaaaa, " gerutu Naila.
"Haahh, mana bagian gudang gue sama Syaila lagi.. gak ngotak emang tuh guru, " ucap Cindy yang mendapatkan bagian membersihkan gudang bersama Syaila.
"Dan ini semua salah FAUZAN!!" teriak mereka berenam kecuali Nadia dan Rafael sibuk makan baso.
Fauzan yang kaget melotot ke mereka semua. "Napa jadi salah guaa... gue salah apaa?" tanya Fauzan yang tak jadi makan.
"Salah apa salah apaa.. capek gue ngomong sama lo, " sahut Naila malas debat.
"Diihh, "
"Dah dih dah dih lu, " ucap Diana kesal.
"Jujur aja ya, gue gak masalah soal dihukum ngebersihin seisi sekolah pun gue gak masalah, masalah nya cuma satu kenapa gue juga harus ikut jadi petugas upacara sih HAH?! ih males banget gue, " jelas Syaila yang diangguki oleh mereka semua.
"Gue gak mau zan, lu harus tanggung jawab, " sahut Naila.
"Gue harus tanggung jawab apa lagi sih nai? Hah?" tanya Fauzan melihat Naila dengan mata hitam pekat nya itu.
"Tumben lembut ngomong nya biasanya juga kasar, ngegas, " gumam Cindy yang mengipas dirinya dengan buku yang dua bawa.
"Gak tau ah, lupa gue mau ngomong apa, " sahut Naila memutar bola matanya.
"Selamat bekerja sahabat-sahabat ku sayang, " ucap Nadia berdiri dan pergi begitu saja dengan Rafael.
"Mau kemana kalian?" tanya Syaila.
"Mau ke perpus lah, kemana lagi.. " jawab Nadia.
"Tumben lu jam segini ke perpus, " ucap Diana.
"Mau ngadem lah apa lagi, kan di perpus ada AC jadi dingin, " jawab Nadia.
"Ck. Dasar pasutri, " gumam Fauzi yang di denger oleh Arvin.
Pasutri? maksudnya apa sih? apa ada sesuatu yang gue gak tau sola Nadia? gue harus cari tau soal ini... - batin Arvin.
"Ey, hey, vin.. Hey.. WOY DONGE LO!!" teriak Syaila yang membuat Arvin tersadar dari lamunan nya.
"APA? KENAPA?" teriak balik Arvin.
"EH KOK MALAH NGEGAS!!"
"ELO YANG DULUAN NGEGAS!!"
"EEEHHH... "
"HAH?!"
"Stress.. " gumam Fauzi menutup telinga nya dengan headset.
"Fiks, mereka pasangan yang serasi, " ucap Diana yang di angguki Naila dan Cindy.