My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
USG



Usia kandungan Nadia sudah memasuki usia 8 bulan. Tinggal tersisa sebulan lagi sebelum anak mereka lahir ke dunia.


Selama 8 bulan ini Rafael kesusahan menuruti ngidamnya Nadia yang semakin hari semakin aneh. Bahkan sebelum memasuki 8 bulan, sebulan yang lalu dia meminta memelihara ular kobra dan meminta Alvin untuk memelihara nya.


Saat bertemu di kampus, Rafael selalu menutup telinga nya karena mendengar ocehan Alvin yang semakin geram dan kesal dengan ngidamnya Nadia.


Alvin dkk kepo dengan jenis kelamin bayi mereka berdua. Dan hari ini, Rafael dan Nadia pergi ke rumah sakit untuk melihat hasil USG jenis kelamin bayi mereka.


***


Seperti biasa, dokter Ani menanyakan perihal keluhan Nadia semasa konsultasi terakhir kali dan hal-hal dasar lainnya sebelum Nadia diminta berbaring untuk melakukan pengecekan janin oleh dokter Ani.


"Masih belum ingin mengetahui jenis kelamin nya?" Dokter Ani menawarkan untuk kesekian kalinya pada pasutri itu.


Selama ini, Nadia dan Rafael tidak tertarik untuk mengetahui jenis kelamin bayi mereka. Tapi sepertinya untuk hari ini mereka benar-benar penasaran terutama sang ayah.


"Saya rasa, dia laki-laki dok, " ujar Rafael.


Atas ujaran Rafael, Nadia mengangguk setuju. "Dia selalu aktif sekali menendang perut ibunya, bahkan sebulan lalu dia minta ular kobra dua, minta dicariin katak di hutan Amazon dan sebagainya, " jelas Rafael santai.


Mendengar itu, Dokter Ani kaget sambil tertawa geli. "Ada-ada aja ibu hamil satu ini, ingin melihara ular sama katak Amazon, aduh.. " dokter Ani menggelengkan kepalanya.


"Yang pasti untuk membuktikan kita harus melakukan USG, " lagi-lagi dokter Ani menawarkan. Pasalnya, tidak sedikit orang tua yang menginginkan identitas janinnya tetap rahasia agar menjadi kejutan nantinya. Namun, dokter Ani masih tetap menanyakan barangkali pasangan itu berubah pikiran.


Nadia menatap Rafael yang turut menatap matanya. Tak bisa dipungkiri, Rafael sebenarnya penasaran sekali dengan bayinya, di sisi lain dia ingin membuat kejutan kepada teman-teman nya.


"Bagaimana?" tanya dokter Ani memandang bergantian Nadia dan Rafael.


Nadia menganggukkan kepalanya menjadi jawaban. Setelah mendapat jawaban itu, dokter Ani segera menyiapkan alatnya, USG yang lebih canggih sehingga janin di dalam perut Nadia bisa terlihat lebih jelas.


Pemeriksaan dilakukan perlahan-lahan oleh dokter Ani. Padahal hanya pemeriksaan USG seperti sebelum nya, namun Nadia tetap merasa gugup, lebih dari setengah dirinya menebak itu Rafael dan sisanya hanya bisa menggunakan jawaban nya yang sebenarnya dari dokter Ani. Karena alatnya sudah lebih baik, gambar yang ditampilkan pun lebih nyata.


"Alhamdulillah, dugaan ayahnya benar, selamat ya anak kalian berjenis kelamin laki-laki,"


Senyuman Rafael mengembang setelah mengetahui jenis kelamin calon anak nya itu. Rafael menggenggam tangan Nadia.


"Naahh, ini tangan nya, kakinya, lalu... Ini hidungnya, "


"Kok hidung nya mancung banget ya dok?" tanya Nadia melihat layar monitor.


Dokter Ani tertawa. "Mungkin mirip dengan ayah nya, " jawab dokter Ani.


"Ah masa sih... Tapi saya liat-liat hidung suami saya pesek dok, apa jangan-jangan ini anak orang lain?" sahut Nadia memperhatikan hidung Rafael.


"Sayaaangg, " sahut Rafael cemberut.


Dokter Ani dan Nadia hanya tertawa melihat ekspresi Rafael yang tak terima.


"Bercanda..." ucap Nadia puas.


"Tidak ada masalah pada kandungan mu, suami mu pasti menjaga mu dengan baik, termasuk menjaga pola hidup sehat mu seperti yang disarangkan," fokus dokter Ani beralih pada Nadia yang menatapnya serius.


"Usia kandungan mu sudah masuk minggu ke 26, jaga pola tidur dan makan, jangan sampai lengah, terutama istirahat karena pada usia ini kamu pasti semakin mudah lelah. " jelas Dokter Ani serasa mengisi data pada buku KIA.


"Dan untuk calon ayahnya, mulai rutin jenguk anak kamu ya, karena ini dapat membantu memudahkan persalinan, "


"Tiap hari dok, " celetuk Nadia, membuat Rafael melotot kearah nya.


"Heh! Ayangg..." tegur Rafael.


Dokter Ani tersenyum. "Itu sudah bagus, tapi jangan terlalu sering... " Ujar dokter Ani.


"Tuh jangan terlalu sering... lah ini, pulang ngampus ayaankk aku..."


Dengan cepat Rafael membungkam mulut Nadia dengan tangan nya. "Maaf dok, ternyata istri saya kalo lagi hamil gak cuma sensitif tapi juga suka blak-blakan kalo ngomong, "


"Tidak apa-apa bapak, "


Nadia menyingkirkan tangan Rafael dari mulutnya. "Tuh gak papa, "


"Iya, tapi mulutnya tolong di jaga!"


***


"Iya, Alhamdulillah katanya kandungannya baik-baik aja... Iya mih... Gak papa... Nadia lagi makan malam, iya, siap boss, waalaikumsalam, "


Rafael baru saja selesai menelpon Mami nya. Rafael segera keluar dari kamar dan menyusul istri nya yang sedang makan di ruang makan.


"Mana istri saya?" tanya Rafael kepada salah satu ART.


"Ada di ruang makan tuan, nyonya malam ini lahap sekali makan nya, "


"Iya tuan, "


Saat sampai di ruang makan. Nadia masih santai melahap makanan nya. "Sayaaangg, mau jalan-jalan gak?"


"Kamu gak ada tugas?"


"Udah beres, kalau kamu?"


"Nggak ada, "


"Anak papa, kamu lagi apa sayang?" tanya Rafael sambil mengelus perut Nadia.


"Lagi makan, " jawab Nadia.


"Kamu masih di dalam perut aja, papa udah sayang banget sama kamu, apalagi kamu kalo udah lahir ke dunia Waaahh... Banyak yang sayang sama kamu nak, "


*Cup


Rafael mencium pipi gemoy Nadia. "Mau makan?"


"Nggak, kamu aja, "


"Oke,"


***


Tepat jam 8 malam, Nadia dan Rafael tengah di sibukkan dengan mencari baju bayi, kata bumil baju bayi yang hampir dua lemari kurang... Jadi harus beli lagi.


...Beban Dunia...


Rafael:



Sedang menemani bumil jalan-jalan di mall😎


Fauzan: nggak ajak!


Fauzi:



Apel dulu dong Shay ke rumah ayang awokawok #nyindir🤣


Nathan:



Nemenin istri lagi sakit 🥺


Fauzan: nj*r di sini gua harus ngasih pap apaan? bini gua lagi di Bali


Nathan: mangkanya sono balik ke Bali


Fauzan: bini gua yang nyuruh gua ke Jakarta ya gua mah nurut aja:v


Rafael: ati-ati nanti selingkuh loh


Fauzan: kagak bakalan, orang gua selalu ngawasin dia


Fauzi: kok bisa? Kan dia di Bali sedangkan elu di Jakarta


Fauzan: biasalah, orang suruhan


Rafael: O


Nathan: O


Fauzi: O


Alvin:



Masak bareng ayang


Alvin: sorry gue telat baca


Alvin: O