
Sampai makan malam, Rafael tak kunjung pulang. Bahkan Mami Mila sudah menelpon guru Rafael. Papi Bagas menyuruh bodyguard nya untuk mencari putra nya itu.
Sementara di lantai satu sedang resah. Dengan seenak jidatnya Nadia malah rebahan di kamar sambil mendengarkan musik dari ponsel nya.
tok... tok... tok...
"Masuukk.. " kata Nadia dari dalam kamar.
cklekk
Pintu terbuka, dan Bi Iyah datang masuk ke dalam sambil membawa nampan berisikan makanan dan minuman yang Nadia minta.
"Ini minum sama makanan ringan nya Non, " kata Bi Iyah menaruh nampan di atas meja kecil dekat kasur.
"Iya bi, makasih yaa... "
"Iya non, kalo gitu Bibi ke bawah dulu ya, "
"Iya bi, "
Bi Iyah keluar dari kamar dan tak lupa juga menutup pintu kamar nya kembali. Setelah Bi Iyah keluar dari kamar, Nadia melihat WA nya ada beberapa pesan yang belum di balas oleh teman-temannya dan salah satu nama yang sudah membuat warga rumah ini sibuk mencari dirinya.
"Ck, meresahkan, " gumam Nadia berdecak kesal.
ting...
Ada sebuah notifikasi dari ponsel Nadia. "Apa lagi sih? baru juga di taro, udah tang ting tang ting ajaa, " kata Nadia bicara sendiri.
Nadia pun mengambil HP nya yang tak jauh dari makanan nya.
*Suami laknat*
*suami laknat: Ada apa? kenapa lu spam?*
*Nadia: Bacot lo!!! Lo sekarang ada di mana?*
*suami laknat: gue ada di depan rumah, belum masuk... kenapa?*
*Nadia: masuk sekarang... kalo gak masuk gue gak izinin lagi lu tidur berdua sama gue*
*suami laknat: iya gue masuk*
Setelah membalas chat itu, Nadia kembali jadi bete, yang tadinya mau santai-santai sambil menikmati makan dan minum yang sudah tersedia... malah gak mood gegara Rafael lagi Rafael lagi...
Sudah hampir 1 jam lebih Nadia menunggu Rafael di dalam kamar. Dari dalam kamar terdengar jelas kalau Mami sama Papi sedang menasehati Rafael yang pulang tak tepat waktu dan tak ngasih kabar.
.
.
.
cklekk..
Pintu kamar terbuka. "Assalamu'alaikum, " ucap Rafael memasuki kamar.
Takk (sapu melayang menghantam tembok)
Bukannya di sambut dengan hangat atau bagaimana, Rafael malah di lempar dapur, untungnya sapu itu meleset jadi Rafael aman gak masuk rumah sakit.
Rafael melihat ke bawah kekuasaan arah sapu tadi yang hampir mengenai nya. Setelah nya Rafael melihat ke depan, ada Nadia dengan wajah yang sangat marah.
Nadia yang melihat Rafael segera berjalan pergi ke arah kasur dan rebahan kembali.
"Lu marah sama gue?" tanya Rafael masih jaga jarak.
"....... "
Nadia tak menjawab, dia hanya fokus bermain HP. Rafael membuka lemari dan berganti baju di kamar mandi sekalian mandi maksud nya.
Setelah selesai. Rafael ikut rebahan di samping Nadia.
"Ngapain lu deket-deket sama gue?" tanya Nadia dengan raut wajah tak suka.
"Ya apa masalah nya? kan udah sering tidur bareng ini, " jawab Rafael dengan ekspresi bingung.
"Oohh, iya... sering tidur bareng... hari ini, lu tidur di luar, " kata Nadia dengan lembut sebenarnya ingin marah.
"Hah? kok tiba-tiba?"
"Tiba-tiba? lo yang tiba-tiba ilang gak ngasih kabar! pokonya gak mau tau lo hari ini tidur di luar!" jelas Nadia.
Nadia turun dari kasur dan mengambil bantal, guling dan selimut yang sedikit tebal dan menaruhnya di sofa dekat TV.
"Sana keluar, " ucap Nadia.
Rafael yang masih bingung hanya diam saja tak bergerak. Nadia yang kesal, berdecak beberapa kali dan kali ini Nadia menggusur Rafael keluar dari kamar dan menyerahkan bantal dan yang lain nya ke tangan Rafael.
"Lo malam ini tidur di luar!! gue gak mau tau, " kata Nadia.
Blamm..
"Nadiaaa jangan kayak gitu dong, kan kita udah nikah... jangan gituuu... " (Rafael dengan puppy eyes nya)
"Masa gue di suruh tidur di luar... dingin... butuh pelukan, "
Rafael semakin menjadi-jadi. Tapi Nadia tak kunjung membukakan pintu.
"Nadiaaa.. " Rafael menggaruk-garuk pintu seperti guguk kecil yang ingin masuk ke dalam rumah.
"Bodoamat tidur di luar gak mau tau guee, " kata Nadia sedikit berteriak.
Rafael pun berhenti menggaruk-garuk pintu dan turun ke bawah ke ruang keluarga u tuk tidur.
Sesampainya di ruang keluarga. Papi yang sedang menonton bola di TV melihat putra nya membawa bantal, guling dan selimut merasa bingung.
"Mau kemana? pindahan?" tanya Papi.
"Gak!" jawab Rafael agak tegas dan duduk di samping Papi ikut nonton.
"Trus?"
"...... "
"Aaa papi tau inii.. kamu di usir ya sama istri mu? kasian, jangan lama-lama marahan nya kasih tau Nadia... kamu juga jangan lupa minta maaf nanti kalo mau bikin baby gak di kasih lho, yang rugi siapa? ya Papi sama Mami sama mertua kamu juga, " jelas Papi Bagas.
"Papi bela siapa sih? kok dari tadi bela sana bela sini.. " tanya Rafael melihat Papi nya.
"Netral, " jawab Papi.
Dih, punya bapak kok begini, - batin Rafael.
"Lagian kamu juga yang salah, siapa suruh kamu main pergi pergi aja dari rumah tanpa ngasih kabar, " kata Papi.
"Kamu itu udah besar, masa iya Papi sama Mami harus ngasih kamu adik biar dewasa.. kan gak lucu, " lanjut Papi.
Rafael yang mendengar kata 'adik' segera berbicara "Nggak nggak nggak nggak, Rafael nggak mau punya adik.. adik jelek gak suka, " jelas Rafael cepat menolak.
"Sok... " kata Papi.
"Hiihh, "
Bisa darah tinggi gue lama-lama, - batin Rafael.
"... Oh iya pih, Mam---"
"GOOOLLLL.... GOOLL!!! WOOHH!" teriak Papi Bagas membuat Rafael kaget.
"FELL GOOLL FELLL!!!" teriak Papi di depan wajah Rafael dan tak sengaja air liur nya sampe muncrat ke wajah Rafael.
Papi Bagas yang tak peduli. Mengangkat tangan Rafael dan mengajak nya untuk joget karena tim yang di dukung menang.
Setelah Papi Bagas berteriak, datanglah Mami Mila yang membawa teko berisi air panas, gelas dengan bubuk kopi (cerita nya mau di seduh)
"Gol?! Gol pih?!" tanya Mami.
"IYA mih GOOLL... " jawab Papi teriak.
"Woooo" Mami Mila tak kalah heboh dengan Papi. Dia bahkan mengangkat-angkat teko yang berisi air panas beserta gelasnya.
Tuhan... saya capek mempunyai keluarga seperti ini, - batin Rafael.
****
maaf ya guys aku sekarang jarang update, akhir-akhir ini aku banyak urusan jadi susah punya waktu untuk kembali menulis... maaf banget yaa🙏
**JANGAN LUPA LIKE COMEN AND VOTE YA GUYS...
do'akan juga semoga urusan aku selesai dengan cepat agar bisa kembali update seperti biasanya.. makasih juga buat kalian yang selalu mendukung cerita inii.. loveyou buat kalean<333**