My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Arvin.



Saat bel berbunyi nyaring. Nadia dkk atau sekelas IPA 1 tak langsung ke kantin tapi mereka kali ini pergi ke perpus untuk belajar karena ulangan tadi merasa tak bisa fokus gara-gara teriakan dadi kelas sebelah.


Di perpustakaan.


Nadia dkk memilih duduk di pojokan sambil membaca buku seperlunya saja. Saat Nadia sedang berjalan mencari buku yang dia cari dia melihat seseorang yang sedang membaca buku yang dia cari itu.


"Hey, lu udah selesai belum baca buku itu? gue mau pinjem, " ucap Nadia tanpa malu sedikit pun.


Lelaki itu mendongak ke samping sambil mendorong kecamatan nya.



"Oh, nih, " sahut lelaki itu menyerahkan buku yang dia pegang ke Nadia dengan santai nya.


"Thanks... eh bentar, lu cowok tadi kan?"


"Mm? Eh elo, iya.. kenalin nama gue Arvin Alfidho, "


"Gue Nadia, Nadia Delicya Putri Alfarizky, "


"Alfarizky... " gumam Arvin.


"Salam kenal, "


"Iya salam kenal juga, "


Mereka berdua bersalaman. Tak lama kemudian datang pengganggu. "Vin, lu di panggil sama kepala sekolah ke ruangan nya... " ucap Rafael menghampiri Arvin.


Siapa sangka Rafael akan bertemu dengan istri nya di sini. Dan... Tunggu! apa ini.. kenapa Arvin memegang tangan Nadia?


Rafael menatap tajam ke arah tangan mereka berdua yang masih saling bersentuhan itu. Nadia yang sadar, segera melepaskan tangannya dan menjaga jarak dengan Arvin.


Rafael pun merasa puas akan hal yang di lakukan oleh Nadia.


"Kenapa fel?" tanya Arvin.


"Lo di panggil ke ruang kepala sekolah, " jawab Rafael jadi malas.


"Oh oke, gue pergi dulu ya nad, nanti kita ngobrol lagi, " pamit Arvin.


"Hah? ngobrol? perasaan gue gak ngajak dia ngobrol deh, " gumam Nadia.


Arvin pun berlalu. Nadia kini dalam masalah besar, "Udah, "


"Hah? udah apa?"


"Udah kenalan sama anak barunya?"


"Oh itu, hehe iya udah, " jawab Nadia malu.


"Kenapa lu malu-malu kayak gitu? lu suka sama dia?"


"Eeehh sembarangan kalo ngomong, tuh Syaila yang suka bukan gue, "


"Hm, "


Seketika hening. "Hey kalian berdua.. lagi ngapain?" tanya Syaila datang menghampiri Nadia dan Rafael yang saling jaga jarak.


"Nggak kok.., " jawab Nadia.


Syaila memegang pundak Nadia dan menariknya ke belakang. Kini dirinya sedang berhadapan langsung dengan Rafael si ketos rese+nyebelin.


"Lo.. ngapain di sini? ada perlu sama Nadia?" tanya Syaila.


"Gak ada, tadi Arvin kebetulan ada di perpus jadi gue manggil dia buat pergi ketemu sama kepala sekolah, "


"Arvin?" tanya Syaila bingung.


"Itu si anak baru, " sahut Nadia.


"Oohh, jadi dia namanya Arvin?"


"Hooh, "


"Ya udah kalo gitu gue pergi dulu, takut nya tuh anak ada masalah, gue pergi dulu ya sya, nad, "


"Yoo, "


"Oh iya, sya gue minta sama lu sama yang lain tolong awasin nih istri gue yang satu ini.. biar dia gak main nempel-nempelin tangan nya ke sembarangan cowok, "


"Siap boss, "


Rafael mengangguk dan pergi dari perpus. Merasa kalo Rafael sudah pergi Nadia pun pergi dari samping Syaila dan bergabung bersama yang lain


"Gak ada, "


"Masaa.. tapi tadi Rafael bilang, "


"Aahh paling tuh anak takut aja kalo gue di pegang sama cowok lain, "


"Hemm, Eh tunggu nad, gue mau ambil buku dulu, "


"Jangan lama-lama, bentar lagi bel, "


"Iya, "


***


Di dekat pintu kepala sekolah. Rafael sedang menunggu Arvin keluar dari sana. Sebenarnya gak masalah kalau Rafael tak menemani anak baru itu tapi karena kasian gak dapet temen cowok malah cewek-cewek yang deketin akhirnya Rafael yang jadi temen pertama buat Arvin.


Dalam pikiran Rafael saat ini adalah. Kalau lu udah dapet temen cowok yang banyak gue gak mau lagi temenan sama lu titik. Enak aja lu main pegang-pegang tangan istri orang.. (Kira-kira begitu isi nya).


Cklekk..


Blam..


"Udah?"


"Iya udah, "


"Ayoo balek ke kelas, "


Rafael dah Arvin berjalan berdampingan menuju kelas mereka. Saat menuruni anak tangga.


"Tadi lu kenal sama cewek tadi?" tanya Arvin.


"Siapa?"


"Yang tadi, "


"Yang mana?"


"Yang di perpus tadi, gue habis kenalan sama dia namanya Nadia terus lu datang pas lu liat kita lagi salaman tiba-tiba muka lu jadi masam, "


Buset dah, tinggal nyebutin latar tempat nya doang ribet, mana rinci pula penjelasan nya.. - batin Rafael.


"Ohh itu, iya gue kenal kenapa?"


"Bukan apa-apa, gue merasa menarik aja gitu pas dia deketin gue cuma buat pinjem buku, "


Mendengar itu, Rafael merasa sangat kesal. "Lu jangan deket-deket sama tuh cewek, "


"Emang kenapa?"


"Dia itu udah punya sua-- pacar, nanti pacar nya ngamok kan berabe urusan nya, "


"Emang pacarnya ganteng ya?"


Ya lu pikir lah gue ganteng apa enggak.. awas lu! - batin Rafael.


"Ya pasti ganteng lah, kalo gak ganteng kan gak mungkin bisa dapet cewek secantik itu, " sahut Rafael.


"Iya juga ya, gue bisa dapet nomor hape cowok nya gak?"


"Buat apaan?"


"Gue mau sogok dia buat putus dari Nadia, sama gue juga mau tau seganteng apa dia terus juga mau minta tutorial buat dapetin hati nya, "


"HEH! Sembarangan lu, gue cowoknya, "


"Naahh kan ketahuan.. "


"Anj*rt jebakan, "


"Ahahaha.. tenang aja lah fel, gue gak akan rebut dia kok dari lu, gue cuma mau temenan doang sama dia sama yang lain nya juga, "


"Mm, nanti istirahat ke dua lu ikut gue ke kantin, '


"Mau ngapain?"


"Katanya mau kenalan sama yang lain.. ya udah ikut aja, "


"Oke, "