My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Pacaran di Toilet



Setelah beberapa jam di kelas mengikuti pelajaran, kini jam bel istirahat berbunyi. Pada awalnya banyak guru yang kebingungan atas gabungan kelas ini, tapi kini mereka telah mengerti dan hanya untuk hari ini kedua kelas itu mendapatkan pelajaran double.


Di kantin.


"Gimana kalian belajar bareng anak IPA 2 itu?" tanya Syaila.


"Biasa aja, " jawab Nadia.


"Masaaa.. " ucap Diana tak percaya.


"Iya gak ada yang spesial juga, " sahht Naila.


"Mm.. Oke oke, "


"Enak ya kalian ya di kelas belajar, adem ada AC, sedangkan kita yang di hukum panas-panasan mana gak di bolehin istirahat lagi, " sahut Fauzan.


"Kalau menurut gue, kalian selamat bisa di luar kelas dan gak belajar matematika tadi, " sahut Naila.


"Lah kok malah muji kita yang dihukum, ada apa ini?" tanya Cindy.


".... Gue lagi gak mau bahas, " jawab Nadia.


Tak lama kemudian datang Arvin dan Rafael menghampiri mereka, tanpa menyapa atau berbicara mereka langsung duduk masing-masing di samping Nadia.


Fauzan dkk yang melihat itu melirik teman-teman nya secara bergantian. Mereka melihat ada sesuatu yang ganjal di antara Nadia, Rafael dan juga Arvin entah karena mereka kecapean atau memang ada hal yang perlu mereka selidiki.


Hening...


"Em, kalian mau pesen apa?" tanya Cindy membuka obrolan.


"Gue lagi gak mau makan, kalian aja deh, " jawab Nadia.


"Oh, kalah kalian gimana?" tanya Cindy melirik yang lain.


"Gue sebenernya laper, cuma mulut gue tiba-tiba males ngunyah makanan jadi gak usah lah, " jawab Fauzan.


"Sama gue juga lagi males makan, minum aja yang ada di depan mata males gue buat minum nya, " sahut Fauzi.


"Mm.. "


"Aahh ya udah, kalau gitu kita hari ini mogok makan aja, cuma masalah Nadia yang lagi gak makan jadi nular ke kalian juga, " sahut Cindy kembali duduk.


"Enggak bukan karena Nadia cantik, cuma kita tuh capek, "


"Gue juga capek tapi laper, kalau kalian gak makan gue makan aja sendiri, jangan salahin gue kalo kalian mau makan juga, "


"Ya udah iya, "


"Byee, "


Arvin yang mendengar kericuhan itu hanya tersenyum tipis sambil sesekali dia mencuri pandang ke arah Nadia yang ada di samping nya.


Saat Arvin melihat Rafael, dia tengah sibuk membaca buku yang dua bawa tadi. Dah teman-teman yang lain sedang sibuk berdebat cuma karena masalah mau makan apa engga nya.


"Lo kenapa? sakit?" tanya Arvin yang bisa didengar oleh Rafael tapi tidak dengan sekumpulan anak monyet yang lain.


".... enggak, cuma lagi gak mood aja buat makan, " jawab Nadia tanpa melihat Arvin.


"Oh gitu, kalau mau makan roti atau gorengan atau apa gitu, buat ganjel perut dulu, kita sekolah sampai sore kan ya?" tanya Arvin dan diangguki oleh Nadia.


"Nah ini kan istirahat pertama nanti istirahat ke dua kamu makan ya.. jangan sampe gak makan lho, nanti mag kamu kambuh, "


Nadia yang mendengar ada kata aku-kamu merasa jijik dia memegang tangan Rafael yang sedang memegang buku itu. Rafael yang dapat merasakan sentuhan dari Nadia, segera menutup bukunya.


"Mau balik ke kelas?"


"Lu gak makan?"


"Enggak, lagi gak mau aja, gue harus banyak baca buku soal matematika yang di kasih sama Pak Mamat tadi, banyak yang salah gue, "


"Oh, "


"Mau balik? atau mau tetep di sini?"


"... ke teman belakang aja gimana?


"Boleh, ayoo, "


Nadia dan Rafael berdiri tiba-tiba yang membuat Arvin juga ikut berdiri.


"Lu ngapain ke ikut berdiri juga? mau ikut?" tanya Rafael.


"Emang kalian mau kemana?" tanya balik Arvin


"Mau pacaran di toilet, " jawab Rafael asal.


Seketika hening melanda tempat duduk mereka, sekumpulan anak monyet titu berhenti berdebat setelah mendengar ucapan Rafael tadi.


krikk... krikk.. krikk.. krikk..


"Kenapa?" tanya Rafael melihat Fauzan dkk secara bergantian.


"Lo mau ngapain pacaran di toilet? Hah?" tanya Fauzi kaget.


"Jangan macem-macem ngapa sama sahabat gue yang satu ini, " sahut Diana.


"Awas lu kalo main masuk aja, " ucap Diana.


"Mohon kepada pasangan kita Nadia dan Rafael jangan terlalu berlebihan, lakukan dengan sewajarnya sajaa, " sahut Fauzan.


"Nah bener tuh kata si kadal, " sahut Naila setuju.


"Ya ampun, mana mungkin gue ngelakuin kayak begituan, gue cuma bercanda.. Gue sama Nadia mau ke taman belakang sekolah mau nyantai di sana, " jelas Rafael. Sementara Nadia hanya terkekeh pelan.


"Oohh, " sahut semua nya.


"Awas lu ya kalo apa-apa-in Nadia.. Gue injek leher lu!" ancam Syaila.


"Sembarangan kalo ngomong, gue masii ngelakuin hal yang wajah ya, otak ku masih polos, " sahut Rafael.


"Naj*s, " gumam Cindy.


"Eh beneran, otak gue masii polos, " sahut Rafael.


"Iya deh terserah, " sahut Cindy capek debat.


"Hem, "


"Gue pamit dulu ye, bye bye, " sahut Nadia menarik tangan Rafael untuk berjalan.


"Byee, " sahut semuanya kecuali Arvin.


"Awas lu kalo di cari tiba-tiba ada di toilet, " sahut Diana.


"Salahin aja Rafael nya jangan gue, " sahut Nadia sambil melirik singkat ke arah Rafael.


"Kok jadi gue yang kena, " sahut Rafael.


Nadia menjulurkan lidah nya ke arah Rafael dan mereka pun berlalu dari kantin. Setelah kedua itu berlalu, Naila dkk memutuskan untuk kembali saja karena tak ada kerjaan.


"Eh balik yuk, gabut gue kalo di sini, " ucap Naila melihat sekitar kantin yang sudah mulai sepi pengunjung.


"Maksud lo bolos?" tanya Fauzan salah mengartikan.


"Eh sembarangan, bukan.. maksud gue ayo balik ke kelas, " jelas Naila melirik Fauzan singkat.


"Ooh, gue kira bolos, " sahut Fauzan sambil sesekali memetikkan gitar nya.


"Yah engga mungkin lah, gue ini anak teladan, " sahut Naila.


"Kalo mau bolos gue mah hayuu, " sahut Diana.


"Mau bolos? hayu lah gaskeun, " tanya Fauzi semangat.


"Kalian ini ya, bolos kelas kok gak ngajak, " sahut Cindy.


"Gue juga ikut dong, " sahut Syaila.


"Lah lah, jadi gue di tinggal sendirian nih kalo kalian semua pada bolos?" tanya Naila.


"Kalo lo mau ikut aja, " sahut Fauzan.


"Yaudah deh, gue juga ikut... Tapi inget ya, gue terpaksa, " sahut Naila.


"Iya iya terserah, " sahut Fauzan berdiri.


"Eh, vin lo mau ikut bolos gak?" tanya Syaila.


"Mm... boleh deh, gue juga gak ada kerjaan kali-kali gue bolos kelas, " jawab Arvin sambil mengangkat kedua alisnya ke atas ke arah Syaila.


"Naaahh, ini baru temen guee.. " sahut Fauzan sambil bersalaman dengan Arvin dan Arvin tersenyum dan ikut berdiri.


"Yaudah kuy ambil tas masing-masing, " sahut Fauzi.


"Yuukk, " sahut semuanya.


Naila dkk dan Fauzan dkk pun pergi ke kelas masing-masing untuk mengambil tas.