
***
Rumah kediaman Naila.
Bapak Agung sedang pusing dia terus menelpon Naila yang belum pulang dari tadi. Mama Rara yang juga pusing terus menelpon teman-teman nya Naila tapi sayang tak di angkat.
"Halo Nanda.. Lu liat Naila gak? Anak guaa... "
"Hah? Jadi Nadia juga gak ada di rumah?.... Di rumah Mila juga gak ada? Yang bener aja lu!.... Seriusan? Berarti sama dong kayak Naila berangkat nya jam. 10 ... Oh ya udah. Ya thanks, "
"Apa kata nya?"
"Nadia juga gak ada di rumah, di rumah mertua nya juga gak ada, "
"Astagfirullah... "
"Aduh sayang gimana dong... naila itu kan anak satu-satu nya mana perempuan pula tuh... "
"Aku juga pusing sayang, aku cari sekarang ya?"
"Eh jangan... Nanti kamu ilang lagi, nanti aja sekitar jam 4 atau jam 5-an ... "
"Hemm.. Ya udah, sekarang kamu tenangin diri kamu dulu yaaa.. "
"Gimana bisa aku tenang gung! Naila gak ada di rumah! Anak perempuan kita gung! Lu itu sayang gak sih sama anak!" teriak Mama Rara kebawa emosi.
"Iya aku tahu aku juga khawatir sama anak kita Naila.. tapi mau gimana lagi, kita udah berusaha, kita tunggu aja ya, "
"Huuhh.. Oke, "
(Gak usah di ceritain ya di keluarga lain juga sama)
***
Jam 03.50
Brakk
"Fell!!! Rafael! Woyy! Bangoonn.. "
Papi Bagas menendang pintu kamar Rafael dan berteriak untuk membangunkan Rafael anak nya.
"Mmm... "
"Bukan mm mm an... sekarang juga kamu balek ke Jakarta!!"
Rafael pun membuka mata nya dan bangun dari tidur nya. "Hah? Kenapa tiba-tiba? Baru juga nyampe masa sekarang di suruh pulang, " kata Rafael bingung.
"Udah kamu jangan banyak omong, sekarang juga kamu pulang ke rumah!"
Papi Bagas membawa koper-koper Rafael turun ke bawah dan menyuruh supir pribadi nya untuk memasukkan nya segera ke bagasi.
"Kenapa buru-buru sih pih?" tanya Rafael masih duduk di kasur.
Papi Bagas masuk kembali ke kamar Rafael. "Yawloh, masih belum mandi juga... itu Nadia belum pulang dari kemarin malam, kata Mami kamu dia pergi jam 10 malem terus belum pulang sampai sekarang! Keluarga kita lagi panik banget nih!" jelas Papi Bagas.
Rafael meloncat dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan gosok gigi setelah itu berlari menuruni tangga dan masuk ke mobil.
"Assalamu'alaikum!" teriak Rafael.
"Waalaikumsalam, " jawab Papi Bagas.
Mobil yang di tumpangi Rafael pun pergi.
"Yaahh sendiri lagii, " kata Papi Bagas.
"Hemm, ya sudah tolong siapkan mobil lagi untuk saya siap pergi ke kantor, "
"Baik bos, "
***
Sesampainya Rafael di jakarta, di rumah nya terlihat dua motor yang sedang terparkir acak-acakan (maksudnya di mana aja)
"Mih! Mih! Mana Nadiaaaaa... " teriak Rafael berlari kecil masuk ke dalam rumah.
"Naahh datang juga! sana kamu cari Nadia, " perintah Mamih.
"Otwe, " kata Rafael berlari lagi ke luar rumah dan mengendarai motor nya agar cepat.
Di setia cafe, Rafael berhenti dan bertanya kepada pegawai yang ada, tapi hasil nya nihil.
Setelah berkeliling beberapa putaran dan berhenti di beberapa cafe atau restoran. Ada yang menelpon Rafael di jam 4 pagi.
drrtt.. drrtt.. drrtt...
"Nathan is calling"
"Hallo, napa than?"
"Eh, lo di mana?"
"Gue lagi ada di jalan nyari Nadia kenapaa?"
"Gue udah nemu nih istri lu sama yang lain juga, "
"Di mana lu sekarang?"
"Di tempat karaoke jalan xxxx "
"Gue otwe sekarang! lo tolong jangan pergi dulu sebelum gue sampe, "
"Hmm"
tuutt.. tuutt.. tuutt...
"Astagaaa, tempat karaoke, " gumam Rafael mengusap wajah nya.
Rafael menaiki motor nya menuju tempat karaoke yang tadi di beritahu.
Sesampainya Rafael di tempat itu. Ada banyak motor dan mobil yang terparkir. Rafael pun turun dari motor nya setelah memikirkan nya di tempat yang sama.
"Pak, atas nama Nadia di ruangan berapa?" tanya Rafael ke Om Riswan.
"Ruangan empat mas, tadi juga banyak cowok yang ke ruangan itu, "
"Iya terimakasih, "
Rafael berlari ke ruangan empat dan membuka pintu dengan terburu-buru.
"Nadiaaa.. " teriak Rafael saat masuk ke ruangan itu.
"Angkut tuh istri lu, " kata Nathan.
"Mana Nadia?" tanya Rafael celingah-celinguk.
"Tuh di samping Syaila, " kata Fauzan menghampiri Rafael.
Rafael berjalan menuju Nadia di sana Arvin sedang sibuk membangunkan Syaila yang memperihatinkan.
"Syaaa bangun syaa... Helloowww syaa, " kata Arvin.
"Ya ampun, gue punya istri ngilang tau-tau ada di tempat haram, " gumam Rafael.
"Nadia, Nadia... Eeyyy... bangun sayang cantik ku, jiwa ku, jantung ku, " kata Rafael sambil menepuk-nepuk pipi Nadia.
"Sekalian lambung ku, " kata Nathan.
"Berisik kalian, " kata Rafael.
"Okey bos, kita diem, " kata Fauzan.
"Mmm... Eeehh suami ku sayang udah pulang.. " kata Nadia saat membuka mata dan dia langsung memeluk Rafael.
"Iya udah pulang nih, lu ngapain sih ke sini? pulang yuk, " kata Rafael.
"Heppy heppy, " jawab Nadia.
Rafael melepaskan pelukan dan melihat Nadia, filing nya benar kalau Nadia masih dalam keadaan mabuk.
Rafael pun menggendong Nadia, mereka pun berlalu.
"Puaahh bangun woy! Bangoonn.. " kata Nathan memicrat-micrat kan air ke wajah Cindy (mm sebentar, apa sih nama nya, asa bukan memicratkan deng, comen dong lupa nih)
"Apa-apaan lu?" tanya Fauzan.
"Biar bangoon, " kata Nathan.
"Sayang bangun sayang, lemak ku, jantung ku, hati ku, lambung ku, cinta ku, ayaaang kuuu, " kata Nathan.
"Napa lu jadi ikutan Rafael?" tanya Fauzan.
"Siapa tau bangun, tadi aja Nadia bangun kan.. " kata Nathan.
"Hemm, " gumam Arvin.
Karena Cindy dan Syaila tak bangun bangun juga, terpaksa Arvin dan Nathan menggendong nya, untung Nathan dan Arvin membawa mobil bukan motor seperti Rafael.
Di sana tertinggal Naila dan Diana. Fauzi sudah pasti akan menggendong Diana tapi Fauzan terus menghalangi Fauzi agar tak meninggalkan nya berdua dengan Naila di tempat karaoke.
"Eeehh mau kemana lu?" tanya Fauzan.
"Mandi, ya pulang lah, gue mau anter dulu nih Diana, " jawab Fauzi.
"Ya tapi kan... "
"Udah bareng aja, lagian rumah mereka juga deket, "
"Mm.. Ya udah deh, " kata Fauzan setuju.
Mereka berdua pergi bersama-sama menuju mobil sambil menggendong masing-masing cewek.
***
Di rumah kediaman Rafael.
Motor Rafael terparkir di depan rumah, di sepanjang perjalanan, Nadia masih setengah sadar jadi Rafael tak perlu takut kalau Nadia terguling atau terjatuh dari motor.
"Nad, ayoo masuk, " kata Rafael menepuk-nepuk tangan Nadia yang memeluk pinggang nya.
"Mm? Oh iyaa, gendong, " kata Nadia sadar dan meregangkan tangan nya.
Saat Rafael turun, Nadia sudah melebarkan tangan nya. Rafael pun dengan terpaksa harus menggendong Nadia di punggung nya untuk masuk ke dalam.
Saat mereka di dalam rumah, Mama Nanda, Ayah Marcell dan Mami Mila langsung menghampiri mereka berdua dan bertanya segala macam.
Ayah Marcell hanya khawatir kalau Nadia terluka apa lagi tak pulang dari malam. Dan yang lebih parah nya lagi Ayah Marcell malah menawarkan minuman vitamin buat Rafael agar semangat.
Rafael tak peduli dengan ucapan mertua nya itu, dia segera menaiki tangga dan masuk ke kamar dan menidurkan Nadia dengan lembut.