My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Ayam warna-warni



Saat ini, Rafael sedang berada di kampus karena ada kelas bersama dengan Alvin.


"Gimana pamil, hamil enak?"


"Yang hamil bini gua bukan gua anj--"


"Iya-- intinya gimana ngidam nya?"


"Alhamdulillah, makin sini makin meresahkan, "


"Alhamdulillah, saya ikut senang mendengar nya.. xixixi"


Rafael menghembuskan nafasnya pelan. "Oh ya, gimana peliaran bini gua? Aman kan?" tanya Rafael menaik-turunkan alisnya.


Alvin yang mendengar hal itu berhenti makan mie ayam nya dan tersenyum terpaksa. "Alhamdulillah, aman, malah mereka sekarang udah bertelor.. huuhh, Untung aja bokap nyokap gua suka hewan, " kata Alvin. Rafael mengangguk-angguk kepalanya.


Drrtt drrtt


Merasa handphone bergetar, Rafael langsung mengambil dan membuka ponselnya.


"HALO FELL!"


Rafael menjauhkan ponselnya saat teriakan Nadia terdengar di sebrang sana.


"Kenapa sayang ku?"


"Lama banget jawabannya! Pasti lagi selingkuh ya!"


Sungut Nadia membuat Rafael mengusap dadanya sabar selain ngidamnya yang bertambah ekstrim wanita ini juga sangat sensitif.


"Ya Allah, sayang, ngomongnya... Aku lagi di kampus,"


"Iya di kampus lagi nyari selingkuhan, "


"Sayang, kamu nonton sinetron tangisan istri lagi ya? Udah dibilangin juga--"


"Bodo! Fell aku mau di beliin sesuatu boleh?"


"Eeee... Emang istri nya Rafael mau minta apa? Emang baby lagi pengen apa?"


Alvin hanya menyimak, masih menikmati mie ayam nya.


"Eh, aku mau kamu beliin aku anak ayam yang warna-warni yaaaaaa"


Rafael mengerjakan matanya berulang kali mendengar permintaan Nadia yang tidak masuk akal.


"Emang ada anj*r ayam warna-warni?" tanya Arvin.


Rafael menjauhkan ponselnya. "Coba lo telpon Nathan, Fauzi kek atau siapa lah, tolong bantuin gue, " bisik Rafael ke Alvin.


"Oke, " jawab Alvin.


"Fell, kamu denger gak sih!"


"Aku gak tau bentuknya, gimana sayang... Cari yang lain aja ya, "


"POKOKNYA AKU MAU ITU TITIK! AYAMNYA HARUS WARNA BIRU, UNGGU, MERAH, PINK SAMA KUNING! BYE!"


Tuutt tuutt tuutt


Rafael menghela nafas nya sabar, karena orang sabar ganteng nya nambah sekarang yang harus di pikirkan bagaimana cara nya dia bisa mendapatkan anak-anak ayam itu yang Allah.


"Gimana? Apa katanya?" tanya Rafael.


"Katanya, ada, karena dulu tetangganya melihara ayam begituan, " kata Alvin mematikan ponselnya.


"Kata siapa?" tanya Rafael.


"Nathan, " jawab Alvin.


"Lo ikut gue ke cari ayam warna-warni, sekalian telepon Nathan, Fauzan dan Fauzi suruh ikut!"


"Laahh... Kok jadi gue ya--"


"Bacot cepetan!"


Rafael menarik kerah baju Alvin dan menyeretnya keluar dari kampus.


"Mana Tan, gak ada, " kata Rafael melihat ke sekeliling pasar.


Nathan malah bingung sendiri, dia baru tidur langsung di ajak cari anak ayam.


"FELL! GUA NEMU KANG AYAM NYA NIH!" teriak Fauzan heboh sambil menggenggam satu anak ayam di tangan nya.


"NAH TUH FELL DI SANA!" teriak Nathan.


Mendengar itu Rafael hanya berdecak frustasi tolong loh ini di pasar mereka jadi bahan tontonan. "Nggak usah teriak-teriak bangs*t!*


"Ih anjer bisa-bisa nya ayam warna-warni begini, " sungut Alvin melihat banyaknya anak ayam dalam berbagai warna di sana.


"Lucuuu banget sumpah kiyowo, " gemash Nathan rasanya dia juga ingin memelihara ayam ini.


Nathan segera menelpon istri nya, untuk mendapat izin.


"Gimana mas mau yang mana?" tanya penjual ayam tersebut.


"Saya mau warna merah, biru, kuning, pink sama ungu, " jawab Rafael mengabsen warna yang di inginkan istri nya.


Mendengar itu penjual ayam tersebut langsung mempacking ayam-ayam yang di inginkan.


"Bawa ke mobil semua, " suruh Rafael pada ke empat temannya membuat ke empat pemuda itu menggerutu kesal.


"Kenapa lagi nih anak?" tanya Fauzi ke Nathan dengan wajah cemberut.


"Gua gak di izinin melihara ayam..." Jawab Nathan.


"Sabar, "


"YA ALLAH FELL AYAMNYA PADA LEPAS ASTAGFIRULLAH!" Seru Alvin heboh di dalam mobil.


"Alvin any*ng bungkusin lagi nggak!" amuk Rafael melihat dari kaca mobilnya anak-anak ayam itu sudah lepas dari kandang.


"HUAAA GUA GAK TAHU GIMANA RAFAEL!!" histeris Fauzan yang ikut membantu Alvin, tapi sayang dia juga sama sekali gak berguna.


"ANJ*NG MOBIL GUAAAAAA"


***


Rafael membuang nafasnya banyak-banyak menatap dinding ruang tamu rumah nya, dia sudah di sambut oleh para asisten rumah tangga. Dia menggerutu kesal mendengar suara anak-anak ayam yang saling bersautan, satu jam lalu dia memang berhasil mendapatkan ayam itu di pasar induk, dan gara-gara ayam itu lepas di tengah jalan membuat mobilnya harus ternodai karena kotoran ayam-ayam tersebut.


"Ih, lucu banget sih kamu, " greget Nadia menatap anak ayam berwarna kuning di genggamannya.


"Kamu aku kasih nama Rafael gimana? Bagus kan" ujar Nadia lagi membuat Rafael melotot.


"Sayang, itu kan nama aku! Kenapa jadi di kasih ke ayam!" sungut Rafael tak terima.


"Kenapa sih! Rafael kan bukan kamu doang!" ketus Nadia.


"Yaudah yang ungu berarti namanya Delicya, " celetuk Rafael membuat Nadia membulatkan matanya.


"Enak aja! Nama aku nggak bisa di kasih ke ayam!" sungut Nadia tak terima.


"Kan biar serasi jadi Rafael sama Delicya, " sahut Rafael.


"Oh ya udah nanti biru namanya Nathan, biar nanti kalo si kuning mati jadi si ungu sama si biru,"


Mendengar itu membuat Rafael merasa kesal. "Yaudah nggak udah di namain!" kesalnya


Menghembuskan nafas gusar Rafael memilih bangkit untuk siap-siap pergi.


"Mau kemana kamu?" tanya Nadia.


"Mau ke warung yang Deket sama sekolah SMA dulu, "


"Ikut!"


"Nggak boleh bahaya, "


"Pokonya ikut!"


"Nggak boleh sayang, kamu lagi hamil, "


"Ikut ikut ikut ikut ikut! IKUT!" sentak Nadia membuat Rafael bungkam.