My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Penggemar Hello Kitty



"Ada apa mih ke sini?" tanya Rafael.


"Gak ada apa-apa kok, kalian sekarang pindah ya, tunggal di rumah, "


"Gak mau, orang kamar aja banyak kelopak bunga, "


"Eeehh, nih anak mirip banget sama bapaknya, udah di beresin tenang aja, sekarang kalian ambil tas sama baju terus pulang ke rumah, mami nanti nyusul, " jelas mami Mila.


"Oke, " jawab Rafael pergi dadi dapur dan di ikuti oleh Nadia dari belakang.


"Eh ndak, biarin kan gue angkut anak lo?" tanya Mila.


"Gak papa akut aja, lagian di sini juga mereka jadi beban, " jawab Nanda sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Mm, sebelum ke sini gue mampir ke tempat mereka, tapi gak ada yang nyahut, terus gue tanya aja ke meja resepsionis katanya kamar atas nama Rafael gak balek-balek ke sana lagi, " jelas Mila.


"Yaaa.. Salahin aja sono Marcell suami gue, dia yang nyuruh Nadia sama Rafael datang ke sini terus nginep beberapa hari, baru juga rumah tenang tentram, eh datang mereka, "


"Mm.. Bukan maen kalo Marcell yang nyuruh, "


"Mah.. Miihh, " panggil Nadia.


"Apa sayang? Mama sama Mami masih ada di dapur, " sahut Mama Nanda.


"Nahh, mah kita pindah rumah dulu ya, " pamit Nadia menyalami Mama nya.


"Iyaa,, Hati-hati ya, kamu juga Rafael hati-hati bawa mobilnyaa jangan ngebut jangan meleng, kalo ada truk di depan ikutin aja dari belakang, " sahut Mama Nanda melihat Rafael datang setelah Nadia.


"Iya mah iya, tenang aja, Rafael udah punya SIM kok, " jawab Rafael dengan anggukan singkat dan salim kepada orang tua nya.


"Bukan masalah udah punya atau belum nya, Mama cuma khawatir sama Nadia sama kamu jugaa, "


"Iya mah, kita pamit dulu ya, assalamu'alaikum, " pamit Rafael.


"Waalaikumsalam, " jawab Nanda dan Mila barengan.


"Mih kita pulang ya, " ucap Nadia melihat Mami Mila masih duduk.


"Iyah, " jawab Mami Mila sambil tersenyum.


"Mami gak sekalian mau bareng aja sama kita?" tanya Rafael.


"Gak usah, mami bawa mobil sendiri, kalian duluan aja, " jawab Mami Mila.


"Iya mih, " sahut Rafael.


Nadia dan Rafael pun berlalu dari rumah orang tua Nadia menuju ke rumah orang tua Rafael.


Awalnya Nadia merasa biasa-biasa aja tapi kali ini dia merasa gugup, dan ini adalah kali pertama dia datang ke rumah Rafael setelah bertahun-tahun tak bertamu. Mungkin sudah hampirrr yaa 5 tahun atau mungkin lebih.


Di dalam perjalanan menuju rumah Rafael. Nadia menyalakan musik agar tak terlalu hening.


"Rumah lu gak berubah ya, " ucap Nadia melirik singkat ke Rafael yang sedang membuka bagasi mobil.


"Ya gitu deh, " sahut Rafael.


Setelah Rafael menurunkan koper dan tas milik nya dan istri nya. Rafael mengajak Nadia untuk masuk.


"Yuk masuk, " ucap Rafael dan di tanggapi dengan anggukan kecil dari Nadia.


Saat masuk ke dalam rumah. Tempat itu masih sama seperti dulu, tak ada yang berubah.. Ee mungkin hanya satu, lukisan keluarga besar Rafael yang berpindah dari dinding dekat sofa pindak ke dinding dekat pintu mereka masuk.


Nadia tersenyum melihat ke sekeliling rumah Rafael. Saat sampai di tangga, Nadia mengingat ke jadian di mana Rafael jatuh dari tangga ulah dirinya sendiri dan dia malah menyalahkan Nadia. Pada saat kejadian itu, Nadia jadi jarang ke rumah ini, dan setiap minggu atau hari libur Rafael datang ke rumah nya untuk bermain bersama.


Dan kini, Nadia sudah menjadi istri sah nya Rafael. Yang dulunya nyebelin gak bisa di atur, banyak ngomong, suka bikin orang tertawa, ngelucu... Sekarang suasana itu sudah berubah entah apa yang merubah Rafael menjadi cuek dan dingin. Tapi Nadia yakin bahwa dirinya bisa mengembalikan itu semua ke Rafael dalam seiring waktu berjalan.


***


Di kamar Rafael.


Rafael membuka pintu kamarnya dan benar saja kamar nya kembali seperti semula. Saat Nadia memasuki kamar Rafael dia terkejut dengan kamar suami nya itu. Rafael dulunya suka banget sama hello kitty, bahkan dia mengoleksi boneka dan mainan hello kitty tak masalah jika dia sering sekali di ejek oleh teman-teman seumuran nya. Tapi kini kamar nya sangat dominan dengan karakter orang yang sudah menjadi suami nya itu.


***poto***


"Ini beneran kamar lo?" tanya Nadia.


"Ya lu pikir ini kamar siapa?" tanya balik Rafael.


"Gue kira masih sama kayak dulu, " jawab Nadia.


"Maksudnya?"


"Lu kan dulunya suka banget sama karakter hello kitty, " jawab Nadia sambil tertawa.


Wajah Rafael berubah menjadi merah mengingat dulunya tergila-gila oleh karakter yang sukai oleh anak perempuan.


"I-itu kan dulu, masa iya gue masih suka sama hello kitty gak masuk akal, "


"Ya siapa tau lu nyimpen sesuatu di kamar ini, "


Mendengar nya Rafael berhenti bergerak. "E-engga lah, ngapain juga gue nyimpen begituan, alay, "


Nadia hanya menyahut tanggapan Rafael dengan satu anggukan kecil. Nadia menghampiri Rafael yang sedang menggantung seragam sekolah miliknya dan Nadia.


"Hey, kalo baju-baju gue sama baju lo di hotel gimana?" tanya Nadia.


"Soal itu biar gue yang urus, lu istirahat aja, " jawab Rafael.


"Okeyy, "


Pada malam hari, Nadia sudah bertemu dengan Papi Bagas, Papi Bagas sangat senang melihat Nadia datang ke rumah miliknya itu. Setelah mereka makan malam, Nadia dan Rafael pamit untuk kembali ke kamar.