My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
The power of Bendahara



Saat nya kembali ke kelas, tapi seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk masuk ke kelas mereka.


"Nad, kok berenti?" tanya Diana yang ngekor bersama yang lain di belakang Nadia.


"Kok perasaan gue gak enak ya sama kelas sendiri, " ucap Nadia.


"Maksud lu?" tanya Cindy menghampiri Nadia.


BAYAART WOY! UTANG LU NUNGGAK 3 TAHUN!!!


NGGAK BAYAR GUE DO'AIN MOGA UANG LU DI COLONG BABI NGEPET!


Weh! MAU KABUR KEMANA LU! Sekolah udah mau tamat utang masih aja nunggak 2 tahun!"


Suara teriakan dari dalam kelas IPA 1 mengundang para siswa-siswi yang kepo. Nadia dkk dan Fauzan dkk ada di samping pintu belum masuk untuk melihat apa yang terjadi.


BRAKK


Tak lama, keluarlah salah satu teman mereka, dia berlari seperti di kejar setan. "Lah ngapa tuh si Anjai?" tanya Fauzan melihat Ranjai yang lari terbirit-birit.


"Nama nya Ranjai zan bukan anjai!" koreksi Fauzi.


"Iya itu maksud gue, " kata Fauzan.


"Nggak tau gue juga, padahal gue pen mabar anj*r sama dia, " kata Fauzi.


Nadia mengintip sedikit ke dalam. Ternyata Oh Ternyata. Sang Bendahara kelas ngamuk.


"Ey! NADIA!" teriak Danu Bendahara.


Nadia mah masuk aja karna dia sering bayar uang kas dan semacam nya. Danu menghampiri Nadia dkk dan melihat Fauzan.


"ZAN! BAYAR UANG KAS LU! UDAH NUNGGAK 1 TAHUN!" teriak Danu.


"Yaelah donat, nanti aja ya, kalo gue udah punya duit, " kata Fauzan berani melawan.


"OH MELAWAN! gue tagih nanti ke rumah lu! LU JUGA SAMA OGEP!" kata Danu ke Fauzi yang mengendap-endap untuk kabur ke luar lewat pintu belakang.


Fauzi berhenti. "Eheheh, gue kan sering bayar kasih gue diskon kek, "


"Lu pikir gue ini jualan baju apa! BAYAR GAK! BAYAR GAK! OH GAK MAU BAYAR!" kata Danu memegang sapu dan siap di layangkan.


"Eehh iya iya iya,, gue bayar, berapa?" tanya Fauzi.


"Lu nunggak 4 bulan, jadi 16rebu, "


"Lah! Hari minggu pun lu itung?"


"Bacot! Bayar aja napa!"


"Iya iya nih, LUNAS!"


"Iya thank, "


"Sekarang giliran elu! Mau kapan lu bayar?" tanya Danu ke Fauzan.


Nadia dkk sudah duduk di meja masing-masing kecuali Fauzan dan murid-murid lain yang punya masalah bayar utang.


"Lebar duit, " kata Fauzan.


"Bacot! gue do'ain hidup lu gak bakalan tenang!" kata Danu pergi dari hadapan Fauzan menuju siswa lain yang punya hutang.


"Ck, do'ain aja terus! nanti gue laporin lu ke bapak lu!"


"Laporin aja sana! LAPORIN KE KUBURAN! BIAR DIA BAWA LU JUGA!"


Fauzan terdiam, dia lupa kalo Ayah Danu sudah tidak ada. "APA? KENAPA? SANA KE KUBURAN!" kata Danu.


"Sorry bro, lupa, " kata Fauzan diam dia pun berjalan ke meja nya dan... tidur.


"SERAH... !" kata Danu.


Kelas pun menjadi tenang kembali setelah pacar Danu datang membawakan bekal buah mangga kesukaan nya.


"Baru aja rame, kok sepi sih, kelas nih gak ada hiburan sama sekali, " lanjut Naila melihat ke sekeliling kelas IPA 1.


"Yaahh, bacot nai! mending lu tanya lagi tuh ke si Danu, ada apa aja di teater, " kata Diana.


"Danu nya lagi makan sayang, " kata Naila.


"Bukan si Donat yang ada di kelas kita anj*r! tapi si donat satu nya lagi... kelas IPA 4, " kata Diana.


"Oh, nanti ahh, males gue, " kata Naila.


Diana geleng-geleng melihat kelakuan bestie nya yang satu ini. Dia pun kembali fokus mengerjakan PR yang belum.


"Eh iya nad! lu pulang sama ayank lu?" tanya Naila.


"Engga, katanya dia sibuk ngurusin teater, jadi gue di suruh pulang naik taksi, " jawab Nadia menaruh ponsel nya di atas meja.


"Pulang bareng kuy, " ajak Naila.


"Hayu, " kata Nadia.


"Gue gak di ajak nih? gak seru amat, " kata Diana yang mendengar.


"Boleh kok beb, siapa juga sih yang enggak boleh buat kamu mah, " kata Naila mengikuti cara bicara Fauzi ketika membujuk Diana.


"Aaiihhh, apa sih, " kata Diana senyum-senyum.


Fauzi yang sedang bermain game online dengan temannya melirik Diana dkk. "Eh nanti kita makan dulu kuy, atau karaoke-an, " kata Naila punya ide.


"Gak bisa sayang! nanti gue di marahin, " kata Nadia.


"Yaaahh, gak asik lu! mentang-mentang dah punya suami, kapan lu ngasih gue ponakan?" kata Naila.


"Nanti aja, kalo gue dah siap, " kata Nadia.


"Kelamaan, keburu gue bikin sendiri sama pasangan hidup gue, " kata Naila.


"Halah pasangan hidup pasangan hidup, lu pacaran aja baru 5 menit langsung di putusin, " kata Diana.


"Bacot lu!"


"Elu yang bacot egop!"


"Udah weh! nanti minggu main gas, " kata Nadia.


"Gasss, " seru Naila dan Diana barengan.


***


Sapulang sekolah. Rafael sudah memesankan taksi untuk nya. Agar tak keluyuran kemana-mana. Padahal Naila ingin bareng dengan Nadia tapi ya sudah lah! dia terpaksa naik abang ojol.


"Ck, kenapa sih harus di pesenin segala, " kata Naila kesal ketika melihat taksi.


"Sabar, lu bareng aja kayak biasa same Fauzan, " kata Cindy memegang pundak Naila.


"Ogah! bau Kambing dia, " kata Naila menolak.


"Gimana lu aja! capek gue ngomong sama lalat!" kata Fauzan memakai helm dan langsung pergi begitu saja.


"Ck, mereka itu saling suka gak sih? capek gue liat drama mereka mulu, " kata Diana.


"Kagak tau gue, " kata Cindy.


"Lama-lama gue nikahin juga tuh, " kata Syaila yang sama kesal nya dengan kedua sahabat nya ini.


Nadia dan Naila berasa jauh dari mereka bertiga jadi tidak terdengar. Satu persatu teman mereka pergi... ke rumah bukan ke alam lain.


"Udah belum?" tanya Nadia yang masih setia menunggu ojol Naila datang.


"Belum.. nah udah! dia ada di depan.. " kata Naila.


"Ya udah ayo, " ajak Nadia. Mereka berdua ke depan gerbang sekolah. Naila melihat ojol nya pamit pulang ke Nadia. Nadia pun masuk ke dalam taksi dan pergi.