My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
KUCING JELEK



Tok.. tok... tok...


"Astaga, pintu di kunci lagi. Udah aku bilang jangan di kunci sebelum aku pulang, "


Rafael baru saja pulang menyambangi rumah sekitar jam 4 sore. Sedangkan Nadia nampaknya sudah pulang 2 jam lebih dulu.


Dari pada harus berteriak, Raga mengalah dan lebih memilih masuk lewat jalan pintu belakang. Dengan menaiki tembok kolam renang taman di rumahnya.


Setelah beberapa menit bergelut di pintu belakang. Rafael kali menyambangi rumah nya dan di sambut oleh Mang Roki komoy


"Den Rafael! Ini Kumoy!"


Langkah Rafael terhenti, yang mungkin niat awalnya ingin mencari Nadia lebih dulu. "Kenapa si Kumoy?"


(Oh iya, lupa ngasih tau, beberapa adegan belakangan ini Rafael beli kucheng⤵️)👍



"Dia abis tercebur di kolam renang, jadi sekalian tadi baru saja saya mandiin, "


"Kok bisa kecebur di kolam renang?"


"Di tendang sama istri Den Rafael, " jawab Mang Roki.


Rafael langsung melototkan kedua matanya saat mendengar hal itu. "Kok bisa di tendang?"


"Katanya dia capek lihat Kumoy mirip ayam, takutnya dia gak bisa bedain mana kucing mana ayam, "


"Anj!" umpat Raga mengepalkan tangan nya, jiwa bullying nya terhadap istri semakin menjadi-jadi.


"Cup-cup Kumoy, lo jangan cemas. Gue bakal kasih pelajaran sama mamoy kamu ya, enak aja kucing cantik gini kok di tendang, " tutur Raga mencium kepala Kumoy


Rafael memasuki lift ke lantai tiga tepat di mana kamar nya dan istri nya berada. Saat keluar dari lift, Rafael menghentak kan kaki nya sampai terdengar suara sampai kamar.


cklekk..


"NADIA.."


BUKK..


"BISA GAK SIH KALO JALAN ITU BIASA AJA! JANGAN DI HENTAK-HENTAKIN SEGALA...! KENAPA?" tanya Nadia dengan mata melotot. Niat mau marah, tapi kemarahan sang istri lebih menakutkan. Terlihat jelas di wajah Nadia dia masih kesal dua Minggu lalu dia membeli kucing tanpa bulu itu.


Rafael menggeleng memegang bantal yang baru saja Nadia lempar barusan. Nadia berjalan ke arah lemari, Rafael baru sadar kalo ada dua asisten yang ada di kamar yang sedang memasukan baju-baju Nadia ke dalam koper.


"Ada apa ini? kenapa semua baju di masukin ke koper?" tanya Rafael.


"Saya tidak tau tuan, saya hanya mengikuti perintah nyonya, " jawab salah satu dari mereka.


"Keluar kalian, saya mau bicara berdua dengan istri saya. " kata Rafael. Kedua asisten itu pergi dari kamar dengan kepala masih menunduk.


"Kamu mau kemana?"


"Gue mau tinggal di rumah mamah, udah gak betah gue tinggal sama Lo!"


"Lah, emang gue salah apa sama Lo?"


"Anj-- itu kucing bukan babi... bisa gak sih Lo jangan manggil kucing cantik itu babi.. "


"Buka mata Lo lebar-lebar...!!! Lo nganggep kucing jelek itu cantik? gue pernah nanya sama Lo, gue cocok gak pake baju ini waktu pernikahan Fauzan... tapi Lo apa? Lo malah muji-muji si babi itu dari pada istri sendiri..!!" jelas Nadia panjang lebar dia menutup koper nya dan siap untuk pergi.


"Jangan pergi... " cegah Rafael. Rafael menutup pintu kamar dan memegang tangan istrinya.


Rafael menghela napas pelan, dia membuka baju nya satu persatu dan melemparkannya ke sembarang arah tempat.


"Nad, maaf, " ujar Raga memelas.


Nadia hanya membuang pandangan saat mendengar itu. Tangan nya masih setia di pegangi Raga.


Rafael tanpa malu mengeluarkan puppy eyes nya. "Maaf... Hiks... "


"Terserah, udah sana, "


"Gak mau babe. I'm so sorry... Pwease... " tambah Raga dengan nada yang semakin manja ke istrinya.


"Ayang... Maaf, " ucap Rafael sekali lagi. Ia melingkarkan tangan kekarnya di pinggang mungil Nadia.


Nadia berdecak, ia sepontan menepis tangan Rafael dari sana. "Apaan sih, walaupun mau Lo urus tuh kucing sendiri, kasih makan sendiri.. tetep aja gue gak suka sama kucing tanpa bulu itu..!!"


"Gue tau, tapi.. "


"Kalo tau, kenapa di beli?"


"Ayang.. maaf.. " kali ini Rafael bergerak lebih intim, dengan bersandar di pundak Nadia seraya memeluk nya.


Nadia perlu waktu untuk menyetujui permintaan maafnya. "Iya-iya, di maafin, "


"Jangan tinggalin gue, ya?!"


"Apaan sih?!" balas Nadia mengangkat sebelah alisnya. "Prik banget Lo!"


"Bilang dulu, jangan tinggalin gue, " sambung Rafael lagi semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya, gak ditinggalin, "


Rafael kali melirik ke arah Nadia, ditatapnya manik mata istri nya itu dengan nanar. "Lo bohong, kan?!"


"jangan bohong, babe."


"Ya udah terserah, gue mau marah lagi, awas! gue mau ke rumah mamah!" ujar Nadia sudah mulai stress dengan sikap rondomnya.


"Jangan, pwease... " lirih Rafael lagi. "Hiks.. hiks.. gue tau gue salah, Nad.."


Kedua mata Rafael terlihat terbinar-binar. "Maaf, pwease... Lo boleh nampar gue, tapi jangan marah lagi setelah ini, ya?!"


"Mau cuddle lagi.. hiks.. "


Dan ya begitulah, kehidupan mereka akhir-akhir ini. Semenjak datangnya Kumoy di rumah itu, kehidupan Rafael dan Nadia jadi kacau balau.