My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kebalik



"Hem, yaudah terserah, sekarang mana si kembar? Emak gue udah ngebac0t, " kata Nadia.


"Ayo ke atas, " kata Naila menuju kamar nya di lantai dua.


Sesampainya di kamar Naila. Ternyata si kembar sedang bermain dengan Fauzan. Leo duduk di lantai yang di padang mantras berwarna abu-abu sedangkan Leona di pangku Fauzan sambil minum susu.


"Hallo ponakan nya tante, " sapa Nadia menghampiri mereka berdua.


Leo dan Leona seperti sudah kenal dengan suara Nadia. Mereka berdua menengok ke Nadia dan Rafael yang ikut duduk, dan tak lama Leo dan Leona ikut menghampiri sambil tertawa.


Pasangan pasutri itu dengan senang hati menyambut kedatangan mereka berdua. Leo ke Nadia, sedangkan Leona ke Rafael. Rafael segera berdiri setelah mendapat pelukan dari Leona. Rafael pun berjalan ke arah pintu balkon untuk menghirup udara segar. Insting seorang ayah tiba-tiba saja keluar Rafael merasa kalau dia sudah siap menjadi seorang ayah dari anak-anak nya nanti.


Tak kalah dengan Rafael, Nadia terus mencium pipi Leo kasing gemeshnya. Naila dan Fauzan hanya tersenyum melihat tingkah pasutri itu sudah seperti Ayah dan Ibu yang merindukan anak mereka.


Setelah nya. Nadia dan Raga izin pamit pulang ke rumah dan membawa Leo dan Leona pulang. Fauzan juga pamit untuk pulang karna masalah sudah selesai.


Saat di depan gerbang. Rafael memasukkan Leo dan Leona ke dalam mobil. Menunggu Nadia dan Fauzan yang masih mengobrol dengan Naila.


"Udah ya, masalah nya udah beres, " kata Fauzan.


"Iya, makasih, " kata Naila.


"Tapi lain kali harus di inget zan, lo gak boleh bohong soal kita punya anak, " kata Naila.


"Iya gue minta maaf, "


"Lo boleh nolong gue tapi mohon jangan pake ada nama anak di antara kita, gue jadi gak enak kan sama Kiky sama istri nya, " kata Naila.


"Iya Naila iyaaa, " kata Fauzan menunduk bersalah.


Nadia hanya menyimak. "Kalian berdua berhutang penjelasan ke gue, " kata Nadia.


Di saat Naila dan Fauzan sedang melamun. Di saat itulah mereka sadar kalo ada Nadia di antara mereka.


"Iya nad, besok di sekolah gue ceritain semua nya, " kata Naila.


"Emang, " kata Nadia.


"Yaudah kalo gitu, kita pulang dulu ya nai... eh lo mau di anterin sampe mana?" kata Nadia. Fauzan langsung di beri pertanyaan.


"Sampe rumah, " kata Fauzan.


"Oke, " kata Nadia.


Saat mereka semua sudah masuk mobil dan Naila siap menutup gerbang depan nya. Tiba-tiba....


"Lho, Leo sama Leona mau di bawa kemana?"


Suara itu... oh no!


Fauzan di kala itu masih membuka jendela mobil segera melihat ke arah spion mobil di samping nya.


"Nai, Leo sama Leona mau di bawa kemana? bukannya dia itu anak kalian?" tanya nya lagi.


Naila sudah tidak sanggup melihat wajah seseorang yang sedang bertanya kepada nya. Fauzan segera turun dari mobil Rafael dan menghampiri Naila yang tengah kebingungan.


"Leo sama Leona mau ketemu sama kakek nenek nya, " jawab Fauzan asal yang penting mereka percaya.


"Oh, tapi kenapa ada dua orang di mobil?" tanya Ayu melihat Nadia dan Rafael yang hanya diam mereka juga bingung siapa Ayu dan Kiky ini.


"Aaahh... Mereka itu cuma babysitter sama supir aja kok, " kata Fauzan.


Fauzan memberi kode ke Nadia dan Rafael agar turun dari mobil. Melihat itu pasutri itu turun dan menghampiri keempat orang yang sedang mengobrol.


"Babysitter? sama Supir? tapi kok.... " Kiky seperti punya perasaan tak baik soal Nadia dan Rafael.


"Gak mungkin! tadi aku nanya ke kalian, katanya kalian gak punya babysitter atau pun supir, tapi kok kenapa tiba-tiba?" tanya Ayu masih ingat.


Naila yang sudah kehabisan kata-kata untuk berbohong memejamkan matanya berharap semua selesai dalam sekejap. Fauzan menempelkan dada nya ke kepala Naila agar tak terlihat berapa kebingungan nya gadis satu ini.


"Jawab!" tegas Ayu. Tak kalah seramnya dengan Ayu, Kiky terus melihat Rafael dan Nadia yang berpenampilan mencurigakan. Padahal mereka hanya berpenampilan biasa saja.


"Se.... Sebenarnya mereka mau pinjem Leo sama Leona!" teriak Naila dalam pelukan Fauzan.


Fauzan, Nadia dan Raga bahkan pasutri itu kaget mendengar nya. Fauzan kemudian melepaskan pelukan nya.


"Mereka berdua mau minjem Leo sama Leona katanya ada orang yang mengira kalo mereka itu suami istri dan sudah punya anak, " kata Naila asal sambil menutup mata.


"kok rasanya kayak kebalik ya... " bisik Nadia ke Rafael.


"Syuutt... udah biarin aja, nanti besok kita nagih penjelasan, " bisik Rafael.


"Ya tapi kan kasian si kembar, " kata Nadia melihat ke mobil, Leo dan Leona sudah tepar.


"Udah diem dulu, kita tunggu aja, " kata Rafael. Nadia mengangguk.


"Ya ampun! Kurang kerjaan banget! Minjem anak orang! Makanya kalo gak repot jangan sok-sokan jadi suami istri deh! Mana di tambah udah punya anak lagi!" kata Ayu.


Jleb..


Kata-kata itu sebenarnya menusuk ke Naila dan Fauzan. Nadia dan Rafael mah ya bodoamat karna memang mereka itu sudah sah jadi suami istri.


"Bener-bener ya kalian! Kasian lho Leo sama Leona... " kata Kiky yang menatap tajam ke arah Nadia dan Rafael.


Ya ampun, mon maaf bapaaaakkk ibuuu... Leo sama Leona ponakan saiyaaaa... Yang harusnya dapet tatapan itu mereka berdua noh... - batin Nadia kesal.


Untung lebih tua, kalo lebih muda dari gue jangan harap nama lo tersisa di bumi.. - batin Rafael tak kalah kesal nya.


Selama hampir 5 menit Ayu dan Kiky menceramahi Nadia dan Rafael. Kata-kata mereka tak menusuk ke batin+mental Nadia-Rafael tapi masuk ke batin+mental Naila-Fauzan.


Setelah urusan Ayu dan Kiky selesai. Mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan tidur menanti hari esok.