
Pagi ini di kelas masing-masing. Mereka di bedakan menjadi beberapa kelas. Bahkan Nadia dkk beda kelas. Walau Naila berada di urutan 23 setelah Nadia tapi tetap saja dia ada di kelas sebelah. Dia bahkan sekelas dengan orang-orang yang tak dia kenal.
Waktu pengerjaan telah di mulai 20 menit yang lalu, semua sibuk mengerjakan ulangan dengan serius.
kringg....
Suara bel istirahat telah semua anak-anak segera keluar kelas dan pergi menghampiri kelas lain. Nadia masih setia di kelas nya, bukan dia yang akan pergi mencari teman tapi teman-teman nyalah yang akan mencarinya.
"NADIAAAA.. "
Sudah terjadi. Nadia melirik ke arah pintu, Cindy dkk datang bersama Rafael dkk menghampiri Nadia yang masih duduk di meja nya.
"Nad, jujur anj*r gue gak bisa tadi ulangan.. Hahah.. " kata Cindy drama nangis.
"Masa sih, kalau kata gue b aja, " kata Diana.
"Yakan elu mah beda, " kata Naila.
"Hemm, masa sih, perasaan yang paling jago soal ulangan tadi harusnya elu, " kata Diana ke Cindy.
"Beda soal anj*r gue mau demo ke guru, " kata Cindy.
"Gimana ulangan nya?" tanya Rafael.
"Biasa aja, " jawab Nadia.
"Tuh, Nadia aja bilang itu biasa-biasa aja, itu mah elu nya aja yang lebay, " kata Diana.
"Iya atuh dak, aku mah beda sama kalian.. " kata Cindy drama indosiar.
"Hidihh, " kata Naila duduk di atas meja.
"Napa nih anak?" tanya Syaila baru datang setelah bermenit-menit pacaran dengan Alvin.
"Kalian tau gak sih! Teater yang dua minggu kalian bicarain?"
Mereka semua mengangguk. "ITU YA! huuh... Ternyata buat nanti perpisahan g*blok!" kata Naila sedikit menekan beberapa kata.
"Ya santai dong, gak usah ngegas juga, " kata Cindy.
"Laaah... sapa yang ngegas mbakk.. " kata Naila melihat Cindy.
"Ya tadi apa.. " kata Cindy tak mau kalah.
"Ya amp--"
"Apa judul teater nya?" potong Syaila.
"Apa yah... dak tentang monyet gitu, " jawab Naila lupa.
"Gua anj*ng yang jadi monyet.. G*blok!" sambung Fauzan menggebrak meja.
Brak
"Ya apa judul nya?" tanya lagi Syaila.
"Gak tau lupa.. " jawab Fauzan, Naila barengan.
"Setan!"
"Anj*ng!"
"Riweh di duluin, ai ditanya apa judul nya enggak tahu.. " kata Alvin kesal.
"Nyebelin memang kalian!!" kata Cindy.
Fauzan dan Naila hanya cengengesan mendengar umpatan teman-teman nya.
"Oh ya Cin, mana Nathan?" tanya Nadia.
"Ekhem, "
Cindy melirik Rafael yang tadi pura-pura batuk. "Emm, gue sama dia lagi marahan, " jawab Cindy tiba-tiba lesu.
"Bacot!" kata Cindy.
"Kenapa kamu gak bilang ke aku?" tanya Diana kesal.
"Mau, cuma gak di bolehin sama nih anak, " jawab Fauzi.
"Emang kapan lu nangis? kok gue gak tau, '" tanya Fauzan.
"Hemm, apa sih yang engga lu tau.. segala nya elu mah emang gak tau, " kata Naila.
"Gue kan nanya ke Fauzi kenapa lu yang sewot, " kata Fauzan kesal.
"Nyenyenye, " ejek Naila.
Nadia berdecak. "Bacot kalian, keluar ah! bentar lagi bel, " kata Nadia.
"Ngusir?" tanya Naila.
"Iya!" jawab Nadia.
"Oh ya udah, oke bye!"
"Bye!"
Teman-teman Nadia pun kembali ke habitat mereka masing-masing, dan benar saja tak sampai Nadia melihat punggung teman-teman nya keluar dari kelas, bel sudah berbunyi.
Ulangan ke dua di mulai dengan sangat tenang, tapi tidak dengan kelas sebelas, seperti yang kalian denger semua murid di kelas Naila seperti sedang demo.
"AYOOLAH BUUU... KUNCI JAWABAN 1-30 AJA BUUU... "
"ENAK AJA KAMU! ENGGAK! KERJAKAN SEKARANG!!"
"BUUU.. "
"SEKARANG!"
"BU, IBU KASIH JAWABAN NYA KE SAYA AJA BU! NANTI SAYA KASIH COKLAT DUA TREK!"
"JANGAN BU! DIA MAH NGOMONG DOANG GAK PERNAH NEPATIN JANJI!"
"SOK TAU LO!"
"GUE EMANG TAU! KAN GUE MANTAN LO! BAMBANG!"
"ENGGAK! IBU GAK BISA DI SOGOK SAMA BEGITUAN!"
"ANJ*NG BAPAK GUE DI BAWA-BAWA"
"NANTI AKU KASIH BONEKA BOBA YANG BUWESARR!"
"MMOH.. "
"BU NOMOR 34 APA ISINYA BU?"
"TINGGAL KAMU PILIH A B C D E NYA!"
"SUSAH BU! ASTAGFIRULLAHALAZIM!"
Pengawas yang sedang berjalan-jalan mengawasi mereka, berdecak pelan. "Berisik banget! Gak liat ini lagi ulangan, " kata nya.
Nadia yang merasa terganggu mengangkat tangan. "Pak! Maaf, tapi bapak bisa gak ke kelas sebelah? saya gak bisa fokus pak!" kata Nadia yang diangguki semua murid di kelas.
"Hem, oke tapi kalian juga jangan berisik! Bapak ke sana sebentar, jangan menyontek!!"
"Mau gimana nyontek pak, kan di belakang sama di depan ada CCTV, " sahut salah satu siswa.
"Oh iya, ya sudah bapak tinggal.. "
"Iya pak!"