My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
perpisahan 2



Sebulan kemudian. Hari ini adalah hari perpisahan Nadia dkk dengan Naila Farisya Putri Malik. Dia akan kuliah di AS.


"Kabarin ya kalo udah nyampe, " kata Nadia memeluk Naila.


"Ehehe, iya nad.. pokok nanti kalo gue udah balik harus udah ada ponakan gak mau tau gue!" balas Naila.


"Ya ampun, gini amat dah punya temen, " kata Nadia kesal.


"Tenang aja, gak lama juga bakal ada buah cinta, " sahut Rafael.


"Heh, apaan sih kamu, " kata Nadia malu.


"Ahahaha, gak papa lah sayang, biar mereka jadi tante, " kata Rafael tertawa.


"Gue tunggu, " kata Naila terkekeh.


"Kamu jangan nakal ya di sana, jangan suka nyusahin nenek kamu... mentang-mentang cucu Satu-satunya, " kata Mama Rara.


"Iya mah, gak akan.. InsyaAllah Naila di sana mandiri, " kata Naila.


"Jaga diri kamu baik-baik ya, kalau ada apa-apa langsung telpon Ayah atau Chat atau kirim surat kalau kamu gak ada kuota, telpon lewat telpon umum!" kata bapak Agung sambil mengusap rambut Putri nya.


"Ehehe, iya Ayaaahhh... "


"Mm.. "


Orang tua Naila pergi lebih dulu. Sejam lagi, pesawat Naila akan lepas landas. Naila berpamitan untuk terakhir kalinya kenapa para sahabat nya.


"Jangan lupa kirim pesan boss.. " kata Nathan.


"Siap ntan.. "


"Kalo pulang bilang! gue titip oleh-oleh, " kata Alvin.


"Ahahaha, iya iya... gue tunggu juga undangan pernikahan kalian ya, "


"Siap bu boss, " kata Syaila tersenyum.


"Nanti gue kabarin kalo si Fauzan menderita, " kata Cindy terkekeh.


"Ahahaha.. setuju gue, telpon yee biar gue denger kabar nyaa.. "


"Assalamu'alaikum teman-teman, jaga diri kalian yaa... " kata Naila menyeret kopernya dan melangkah pergi.


"Iyaaaa.. " sahut semuanya.


Dalam perpisahan ini, Fauzan tidak ada. Ini adalah permintaan Naila agar Fauzan tak perlu tau kalau temen pelarian nya atau pelampiasan nya sudah pergi jauh.


***


Sedangkan di tempat lain dan di waktu yang sama.


"Ini apartemen nya?" tanya Tina saat memasuki lingkungan apartemen itu.


"Iya, bagus ya? sultan bukan sembarangan Sultan, " kata Fauzan.


"Iya, bener.. "


Saat mereka berdua sampai di depan pintu. Tina tiba-tiba menarik tangan Fauzan kebelakang. "Kenapa?" tanya Fauzan.


"Aku takut, " kata Tina masih ragu.


"Siap?" tanya Fauzan. Tina menarik napas dan mengangguk.


Sudah 10 menit berlalu Fauzan terus menekan-nekan bel rumah Rafael tapi tak ada yang membukakan pintu. "Ck, kemana sih mereka?" gumam Fauzan.


"Ayy, mungkin mereka lagi keluar, " kata Tina berdiri dari duduknya.


"Iya kali, jadi gimana?" tanya Fauzan.


"Besok aja lah, "


"Coba aku telpon ya, "


tuutt.. tuutt.. tuutt..


Maaf nomor yang Anda tuju--


Fauzan berdecak kesal. Fauzan kemudian menelpon Nadia. Tapi hasilnya tetap nihil. Mau Rafael atau pun Nadia mereka berdua seperti merasa enggan mengangkat telpon dari dirinya. Sudah hampir selama sebulan ini, diri nya dengan teman nya jarang berkomunikasi.


"Ayy pulang yuk, aku capek.. "


"Hem, ya udah ayoo, "


Fell, lu gak kayak adik-adik gue kan? mereka udah gak peduli lagi sama gue, lu jangan sampe kayak gitu - batin Fauzan.


***


Cindy pulang dengan Nathan. Ini sudah seperti biasa bahkan Nathan sudah melamar Cindy dua minggu yang lalu.


"Mau minum apa by?" tanya Cindy.


"Maauuu.. Teh, " kata Nathan menyimpan ponsel nya di atas meja.


"Oke bentar ya, " kata Cindy tersenyum.


"Oke by, "


Di dapur.


Cindy bernyanyi sambil bergumam. Saat Cindy mau mengambil gula di wadahnya tiba-tiba tangannya di pegang oleh seseorang dari belakang.


"Dari mana lo?" tanya Fauzan.


"Apa sih lo, ganggu aja, "


"Gue tanya sama lo cin!"


"Gue habis jalan sama Nathan, kalo gak percaya sana lo tanya Nathan dia ada di depan.. " kata Cindy menuangkan air panas ke gelas.


"Naila ngeblokir gue, lo tau apa alasan nya?" tanya Fauzan melihat ponselnya.


"Ya mana gue tau! itu kan urusan lo bukan urusan gue! lagian ngapain sih lo masih nanya-nanya soal Naila, lo kan udah punya pacar si Tina, "


Fauzan terdiam. "Minggir, gue mau ngasih minum ke calon suami gue, " kata Cindy. Fauzan menepi melihat Cindy yang lewat begitu saja.


"Cindy, Fauzi, Diana, Nathan, mereka berempat kenapa jadi dingin sih ke gue? emang gue salah apa?" gumam Fauzan.


"Ck, Nadia lagi di telpon gak di angkat-angkat, padahal kan Tina mau minta maaf. Sialan!"