
Kita kembali ke rumah pasutri :D
***
2 minggu kemudian
Malam 10 jam itu membuat Nadia merasa cukup, jika Rafael menyiksanya seperti itu lagi Nadia tidak akan memberikan nya jatah!
"GAKK!"
"AAAA SAYANG!"
"BUAT AJA 10 JAM DI KANDANG AYAM, CARI AYAM BETINA, SANA, ATAU BUAT SAMA SI KUCHENG, NGIAUWW!"
"ISHH NAD!"
"Gak! Sebulan lalu kita buat 10 jam, kamu mau aku mati? Gak! Gak!" Nadia menolak permintaan Rafael yang ngelunjak meminta 15 jam, sebulan lalu Nadia sampai tidak bisa jalan karena Rafael, Nadia kapok dan minta ampun.
"Nad?"
"Kalau maksa tidur di luar!" tegas Nadia membuat Rafael manyun bebek.
"Ish nad-"
"1 jam paling lama!!" ucap Nadia.
"Ya udah lah sikat!" Rafael langsung mengangkat tubuh nya tapi Nadia meronta-ronta sampai dirinya kembali turun.
"Gak hari ini, besok, besok, besok, besok, besok, besok gak tau kapan!"
"Kapan?"
"Terserah!!"
"Ish ngambek ah!" Rafael melipat tangan nya di depan dada sambil manyun bebek lantas melihat ke arah lain dan sesekali mengintip istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Ya udah sana ngambek, dari pada aku mati! Kamu sih enak, 10 jam, besoknya kerja.. lah aku! Jalan aja gak bisa!" jelas Nadia langsung pergi.
"AAAAAAA mau di hibur, kok di tinggal sih ayank? Mommyyyyyyy!"
"Gak!" Nadia masuk ke kamar meninggalkan Rafael yang dia ruang sofa.
***
Pagi ini Nadia sudah bangun membuat sarapan, pagi ini dia dengan pakaian kemeja panjang nya, karena Rafael yang posesif tidak mau istrinya berpakaian pendek.
Tiba-tiba tangan seorang pria melingkar ke depan dan membuat kancing kemeja atas, Nadia menoleh, Rafael menarik baju Nadia lalu menopang dagu di bahu hanya Nadia.
Sesaat Nadia menundukkan kepalanya dan melihat sebuah tangan melilit ke perutnya dengan Posesif.
"Rawr!" Nadia tersenyum kecil.
Sesekali Rafael mengecup pipi Nadia membuat Nadia sendiri terkekeh geli.
"Yank!"
"Ayank, I want a cuddle!" kata Rafael. Nadia tertawa mendengar nya.
"Ha? Kadel? Kadal? Yang kayak cicak itu? Yang nempel di dinding?"
"Bukan! Itu kadal, ini cuddle!"
"Cuddle teh naon?"
"Gini lho peluk, "
"Emang ini bukan cuddle?"
"Mau bear hug!"
"Emang kayak gini kurang?"
"Kurang!"
"Yang bener gimana? Maunya apa yank?"
"Maunya aku merengkut daksa mu!"
Deg.. deg.. deg...
Ah Rafael, curang, sukanya main jantung orang! Sampai-sampai jantung istri sendiri di bikin berdebar tak karuan.
"Yank, bajunya Nadi benerin lah, "
"Gak mau!"
"Kenapa?"
"Aku berhak atas aset kamu, aset yang belum aku sentuh sejak menikahi kamu setahun yang lalu, "
"Mm, enak ngomong! waktu 10 jam itu apa?"
"Itu sebulan yang lalu ayank, bulan ini belum.. "
"Kamu mau perkosa aku ya?"
"Gak!"
"Ayoklah ayank!"
"Dosa yank! Istri sendiri di perkosa terus-terusan, "
"Ya udah I want a cuddle!"
Nadia mengembangkan pipinya dan melompat naik ke ke pelukan Rafael, lalu memeluk suaminya itu, Rafael mengelus punggung Nadia sesekali menyembunyikan wajahnya di leher sang istri.
***
"Hai Nadiaaa.. "
"Hai Syaa!"
Nadia memeluk Syaila kuat, Alvin yang ada di belakang tersenyum melihat mereka berdua.
"Kapan lo halalin Syaila?"
"Nanti lah nad, sekarang kalau gue nikahin, makan baru? haha, gue gak kayak suami lo.. Kaya tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh belokan, gue satu tanjakan aja gak sampe, "
"Ahaha, bisa ae lu kadal, "
"Astagfirullah, "
"Semangat terus, jangan kelamaan, perempuan butuh kepastian, ngomong-ngomong kelas kalian di mana?"
Note : Nadia, Rafael, Syaila dan Alvin masuk universitas yang sama.
"Gue sekelas sama lo, " jawab Syaila.
"Hah? Seriusan?" Kaget tak percaya.
Alvin sekelas lagi dengan Rafael. Rafael yang bosan sampai minta pindah kelas ke dosennya. Tapi sayang itu tidak bisa.
***
Di kelas sembari menunggu dosen datang dengan random nya murid di kelas yang dibelakang berteriak, sebut dia Doni.
"GUYS KASIH SARAN NAMA ANAK INISIAL Q, AYO!"
Satu persatu nama ngawur keluar, terutama dari Syaila.
"Gue punya yang bagus!"
"Bagus sya, sebutkan!"
"Qorona Qomicron 2022" Gelak tawa mereka pecah termasuk Nadia yang sedang asik membaca buku. Teman-teman yang lain mulai memberikan ide.
"Ini aja Qiamat sudah Deqat!"
"Keren gini Rio, Qaqe Sugiono!"
"Qeong aja gimana?"
"Qucing meong?"
"Qutang mamak, keren weh!"
"Kalau cowok namanya Qomat kalau cewek Qamit, sepasang? Qomat-Qamit!"
"Gini lebih keren, cewek Qolang, cowok Qaling, panggil nya? Qolang-Qaling!"
2 nama terakhir itu mengundang cekakak-cekikik dari mereka semua.
"Aduh calon nama anak gue sama Nadia terkotori, " kata Doni berteriak.
"Iya kan ayank?"
Bertepatan dengan itu, dosen masuk. Pria itu berjalan ke belakang menggulung kemeja panjang nya dan mendekati Doni.
"Suka bikin keributan?" tanya dosen.
"Aduh pak, gak usah serius-serius!"
"Berdiri di bawah, di tengah-tengah tepat di bawah sinar matahari!"
"Yhaaa jangan lah pak!"
"Sekarang atau bertambah?"
"Iya iya!"
"Buset galak bener dosennya, " bisik Syaila. Nadia hanya diam seperti tidak terjadi apa-apa.
***
NAH LHO SENYUM-SENYUM LAMA-LAMA KU PISAHIN JUGA MEREKA KAYAK NAILA SAMA FAUZAN😏
FAUZAN SAMA NAILA DI PISAHKAN UNTUK SEMENTARA WAKTU KARNA MERESAHKAN