Meet You Again

Meet You Again
Menggoda Juwita



Sepulangnya dari jalan jalan di pinggiran kampung Jova dan Vino selalu saja meledek Wita.jelas mereka membicarakan pertemuan mereka dengan Wahab.otomatis Si Wita bakal di bully lagi dong sama mereka.


"Tur..kalo di lihat dari postur badan nih...hm..oke lah."Ujar Vino memberikan pandangan.


"Kalo di lihat dari lengannya sih..cukup ber otot lah".tambahnya.


"Eh..kalo mau bandingin otot jangan sama aku.sama Lian noh."Celetuk Fatur.


"Dih..kok aku sih.eh ngemeng ngemeng kapan jadinya si Wita??besok kita balik ke kota kan."


"Iya bener tuh..."Sahut Vino.


Para lelaki ini pun lanjur bergibah ria tentang si Ustadz...


"Kan bakal nikah sama Ustadz nih ya..malam pertama nya gimana tuh??".


Lian memandang Vino dengan Alis beradu.."ampe ke sono kamu mikirnya Brooo!!".


"Eh..mumpung para ciwik ciwik nggak ada nih.aku penasaran udah lama lho Tur.."Vino mulai merangkul Fatur dan Lian agar lebih mendekat.


"Jangan yang aneh aneh ya Vin!!"Hardik Fatur.


"Sinian aja deh...".tariknya pada baju Fatur.


"buruan!!ntar keburu ada yang datang!!"Seru Lian.


"Kamu...sama Wita waktu masih suami istri beneran nggak pernah nge teh??".


"Somplak!!beneran ember kamu Vin".sebuah pukulan mendarat di kepal Vino.


"Jawab aja deh Tur!!biar bobo nya tenang".Ujar Lian lagi.sebenarnya dia juga penasaran sih.tapi karena si Fatur sangat sensi kalo ngomongin si Wita jadi nggak ada yang berniat menanyakan kebenarannya.


"Nggak ada Vin!!suer✌✌✌".Jawab Fatur yakin.


"Sekali pun ☝️''.


"Fatur mengangguk memberikan jawaban kepada Lian.


"Mantap dong bibit kamu!!sekali tembak langsung jadi..ckckckc".


Fatur melirik Lian yang menggeleng mendengar jawabannya.


"Otak kamu eror nih.ato gegara nggak kesampean tadi malam ya Lian??".tuduh Fatur lagi.


"Ih jangan di ingetin deh.sampe nggak nyenyak tidur ku!!".sungut Lian.


"Ngapain emang"Si pakar bercinta belum mengetahui perihal Lian tadi malam.


"Gagal nge teh bro!!".jelas Fatur.


"Kwkwkkwk merana banget itu mah."sentak Vino.dia puas mentertawakan Lian.


"Udah udah.mumet kalo mikirin itu lagi.balik tema awal deh".bujuk Lian..


"Iya yah..Berarti nih..si Wita janda ting ting tuh.si Ustadz beruntung tuh."Vino balik kepoin Wita sama Wahab lagi.


"Bener tuh"sahut Lian membenarkan perkataan Vino.


"Ibarat kata nih perawan berkedok janda!!".tambahnya lagi.


"Wuaahhh...otak kalian selama ini ya..ternyata menyimpan bermacam dugaan terhadap Wita.bravo 👏!!".Seru Fatur.


"Jangan keras keras.!!"Hardik Lian.


"Katanya Pas lahiran Miya di Sc Kan..?".


"Sc apan??"selidik Vino.


"Secara caesar!!.dih otak kamu di asah dikit dong mberr!!".jawab Lian.dia menoyor jidat Vino pelan.


"Jangan Maen fisik dong panci..mulut boleh memaki tapi tangan jangan menyakiti".ujarnya membenarkan sisiran rambutnya.


Lian dan Fatur nyengir nyengir liatin Vino.


"kan..brrt nggak jauh beda sma ciwi ciwi kita bro.orang lahiran nggak lewat bawah kok.ckck..memang rekejinya pak Ustadz 👍.


dia lanjut lagi..


"bisa bener dugaan kamu vin..sungut Lian.


Di kubu para ciwi ciwi yang sedang gotong royong memasak.


Wita meminta pelayan yang biasa membantunya memasak agar menemani Miya bermain saja.


"Cakep lho calon laki nya ".ujar Jova berkedip kedip mata menatap Wita.


"Jangan gitu.ntar kedengaran Vino ".sahut Wita mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Jangan bawa bawa Vino.tema kita hari ini CALON LAKI WITA!"sahut Mey lagi.


"Tapi inget ya..mulut boleh bergibah,tapi tangan harus tetap bekerja.ntar di gorok sama para cowok cowok di sana tuh".tambahnya lagi.


"Mumpung belum jadi bini Ustadz.puas puasin bergibah dulu Wit!!.saran Kaila.


Gelak tawa mereka terdengar cowok cowok di  pelataran rumah Wita.


"Hm..pasti ngomongin Pak Ustadz tuh.dasar perempuan..nggak bisa liat yang cakep dikit langsung jejeritan deh".


"Sama sih"ujar Fatur menyahut perkataan Vino.


"Kan kita juga ngomongin Wita.ya biarin lah mereka ngomongin Calon lakinya..,kira kira dia bakal sayang sama Miya nggak ya??"Fatur jadi mikirin si kecil Miya.di tatapnya gadis kecilnya yang sedang bermain dengan pembantunya.


"Kalo macem macem kamu ambil aja si Miya."anjuran Lian mengundang kerlingan mata Vino.


"Jangan macem macem deh.mikir yang baik baik aja!!".


"Hm...eh aku ngajakin Miya jalan jalan deh.kata Wita si Miya senengannya ice krim di warung dekat masjid."


"hmm..pergi deh sana.borongin ya...kita kita juga pengen kali say".Goda Lian.


Fatur mencibir Lian..dia mengendong Miya ke dalam.mungkin berpamitan sama Wita.tak berapa lama dia mereka pun melenggang meninggalkan kediaman Wita.


Penuh semangat Miya berjalan bergandengan tangan dengan Fatur...celotehnya kesana kemari berlagak menceritakan keadaan di perkampungan itu.


"Nah..itu pah!!".Serunya ketika mereka hampir sampai di sebuah mini market.Si kecil Miya berlarian kecil.


"Iya iya..jangan lari sayang."Seru Fatur.


"A'a dijah"Ujar Miya ketika memasuki market.dia memanggil seorang gadis remaja berkedung putih.


"Eh..dede Miya >,<.."Pekik Khadijah gemes.namun niatnya mendekati Miya tertahan karena ada Fatur.


"Eh..assalamualaikum".sapanya sopan dengan senyum manisnya.


"Waalaikumsalam".sahut Fatur.


"Papah miya ".celoteh Miya memperkenalkan Fatur kepada Khadijah.


Mbak kasir jadi kepo mendengar ucapan Miya.


"Duh...baru sekarang lihat papahnya Miya."Ujar kasir yang bernama munah itu.


"Baru sekarang ada waktu mampir ke sini "Sahut Fatur.


khadijah terpana menatap Fatur.spontan dia membandingkan Fatur dengan bang Wahab nya."hm..abang kalo jadi orang kota juga bakal sekeren ini mungkin".bisik hatinya.


"Jah..ini aja belanjaannya.."Tegur Munah yang membuyarkan lamunannya.


"Iya ka.."Sahutnya lagi."Miya mau beli apa nihhh".ujarnya gemes mentoel pipi Miya.


"Es klim 😊😊".sahut miya.suaranya kecilnya begitu manis terdengar.


"Hehehhe..dihhh..jadi gemes deh."Khadijah greget banget sama Miya.dia memang sangat menyukai anak kecil.apalagi sama Miya yang selalu ingin tau dan banyak bicara.rasanya pengen di benyek benyek pipinya sama khadijah.


selesai membayar di kasir khadijah permisi kepada Fatur dan Miya.dia pulang ke rumah dengan bermacam cerita yang akan dia kisahkan kepada sang Umi.


Miya pun begitu senang ketika Fatur banyak memborong ice krim.


"Ini buat bunda Mey juga Lho..buat ounty ounty sama uncle uncle juga ya".


"Iya papah"Sahut Miya polos.


"Eh udah punya bunda yah"Si kasir munah langsung menyambar ucapan Fatur.


"Iya sudah ada bundanya"Sahut Fatur lagi.


"akh...pasti nggak kalah cantik sama mbak Wita ya.."Si kasir munah mencoba bercanda kepada Fatur.


"Hus!!"Tegur mbak kasir 2.dia menegur ke lancangan Munah yang terlalu kepo dengan urusan orang lain.terlebih orang itu baru di kenal.


"Maaf atas ketidak nyamanan nya pak."Si kasir 2 langsung meminta Maaf.


"Nggak papa..santai aja!!".ujar Fatur dengan senyum tergantengnya.


setelah selesai berbelanja mereka pun kembali ke villa.berapa pasang mata menatap Ayah dan Anak itu melenggang di pinggir jalanan kampung.


"Orang kota juga tuh..bapaknya kali??"ujar Netizen 1.


"Tadi pagi juga ada berdua yang dari kota.nginap di tempat dede Miya itu juga"netizen 2 angkat bicara.


"Bening bening ya mereka.makan apaan ya??"


"Minum pemutih kali"Sahut netizen 2 menjawab perkataan netizen 1.


"Hihihi...kalo cuma minum pemutih mah aku juga bisa.tuh banyak kan bayclin di market nya haji dolah."Gumam netizen 2


"Itu buat mutihin baju.kalo minum itu yang ada keok kamu.."Ujar netizen 3.


mereka mentertawakan netizen 2 yang kuper dan kudet.


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like vote dan komen ^,^.