Meet You Again

Meet You Again
[S1] 37. Kembali kerutinitas



...Happy reading...


"Lanjut yok lanjut" ucap Lilis mengingatkan.


Botol sprite kembali dibalingkan dan kali ini berhenti kearah kak Putra.


"Kak Putra" "Putra" ucap yang lainnya.


"Aku aku" kak Nanda mengacungkan tangannya.


"Kau lagi suka sama siapa?" Ucap kak Nanda dengan tatap sinis menyelidiki.


"Ga ada" ucap Putra melirik ke arah Eka.


"Yakin ga ada?" Tanya kak Nanda menyelidiki.


"Iya ga ada!" Sergah kak Putra meyakinkan.


"Ya udah biasa aja ga usah ngegas" Sanggah kak Nanda santai.


"Ngajak gelud em?" Tanya kak Putra menantang.


"Ga, cuma kau kok kayak ga jujur gitu" sanggah kak Nanda seperti tak bersalah.


"Sudah sudah" ucap Erni menengahi.


"Mau lanjut ga ni?" Tanya Lilis lagi.


"Udah lah malas aku, ada yang ga jujur" jawab kak Nanda santai.


"Siapa si yang ga jujur, kau ni memang ngajak gelud" ucap kak Putra kesal dan bangkit dari duduknya.


"Lah kok emosi?" Tanya kak Nanda santai.


"Kalian berdua ngapa sih pada rebutan Rani?" Tanya Eka masa bodoh.


"Hah? aku?" Gumamku meringis.


"Yeehh ga ga, enak aja" jawab kak Nanda sinis.


"Ya udah dari pada ribut gini mending kita bakar jagung aja gimana?" Ucap Yuli menyarankan.


"Ya udah mending gitu aja" sanggah kak Putra mulai meredam emosinya.


Aku ,Yuli, dan Eka masuk ke dalam tenda mencari peralatan yang akan digunakan untuk memanggang dan mengupas jagung tersebut, kak Nanda dan kak Putra menyiapkan bara api untuk pemanggangan, Sedangkan Erni dan Lilis membuat kopi.


Cuaca makin dingin namun langit tampak cerah, bintang bertebaran dilangit membuat suasa tampak begitu menenangkan. Jagung yang sudah dibakar diletakkan kedalam nampan yang memang sengaja dibawa untuk keperluan bakar-bakar.


Kami duduk setengah melingkat dipinggir api unggun ditemani jagung bakar dan segelas kopi menatap langit yang bersahabat dengan rencana kami. Kami bercanda tertawa ria bertukar pikiran dan membahas beberapa proker yang belum terlaksana, hingga pukul 23.00 kami bubar ke tenda yang sudah dibagikan untuk beristirahat.


***


Aku keluar dari tenda dan meregangkan semua sendi-sendiku menatap matahari terbit dengan begitu indahnya.


"Udah bangun Ran?" Tanya kak Nanda tiba-tiba berdiri didepanku entah sejak kapan.


"Eh anak ayam" latahku terlontar membuat kak Nanda terkekeh geli.


"Ada apa sih Ran sama anak ayam? Setiap latah yang terucap pasti itu" tanya kak Nanda sambil cengengesan.


"Ga tau kak spontan aja" jawabku seadanya.


"Bangun geh cuci muka kita bikin sarapan" ajak kak Nanda.


"Emm" gumamku mengangguk pelan dan beranjak dari tenda menuruti perintah kak Nanda.


"Mau masak apa kak?" Tanyaku sambil mencepol rambutku.


"Mie rebus aja, lumayan buat menghangatkan badan kan?" Tanya kak Nanda sambil mencuri pandang kearahku.


"Eemm" gumam Rani mengiyakan.


"Kamu ga dingin apa kok pakai baju pendek gitu? ga pakai jaket lagi" ucap kak Nanda, ya aku menggunakan baju lengan panjang tapi dengan mode croptop.


"Dingin sih, tapi ya biar aja" jawabku santai sambil memasukan telur ke dalam panci.


"Pakai baju panjang gih" perintah kak Nanda.


"Iisshh sewot aja" jawabku kesal.


"Buruan" perintah kak Nanda.


"Iya iya" jawabku melengos melewati kak Nanda yang sedang memasukan bumbu kedalam panci mie tersebut.


"Woy kebo bangun" teriak kak Nanda dari luar tenda laki-laki.


"Apa sih?" Jawab kak Putra tak bersemangat.


"Ayok sarapan, dibuatin Eka noh" teriak kak Nanda.


Buru-buru kak Putra keluar dari tenda mencari keberadaan sarapan yang dimaksud oleh kak Nanda, diraihnya semangkuk mie instan dan mulai melahapnya.


"Eka mana?" Tanya kak Putra tiba-tiba.


"Lagi cuci muka, baru bangun" jawabku santai.


"Iiisshh, kau bohongin aku ya, ******" ucap kak Putra menatap kak Nanda sinis namun tak digubris oleh kak Nanda.


Kami duduk setengah melingkar didepan tenda membentuk lingkaran diantara sisa puing puing api unggun yang telah padam. Sarapan bersama, sambil mengobrol ringan pagi itu dan mengambil beberapa foto untuk diabadikan serta cahaya matahari terbit membuat foto-foto kami memiliki cahaya yang bagus.


***


"Eka tolong rapiin tendanya ya" perintah kak Nanda yang sibuk membereskan peralatan memasak.


"Oke siap" jawab Eka sambil beranjak dari duduknya.


"Aku bantuin ya?" Ucap kak Putra meraih tenda dan melipatnya tanpa menunggu persetujuan Eka.


"Ran peratan makan udah semua?" Tanya Lilis mengecek kembali.


"Udah Lis" jawabku.


"Udah semua kan ya?" Tanya kak Nanda lagi.


"Udah" jawab Yuli.


"Oke ayok jalan" ajak Nanda mengisyaratkan.


Sore itu kami kembali ke kota karena kami memang berencana menginap semalam saja mengingat hari senin harus KRS jadi kami harus segera kembali ke kota sebelum malam agar biasa beristirahat yang cukup.


***


- Uci


Perpajakan 2 ngambil R berapa?


^^^- Rani^^^


^^^Aku ngambil di R.03 semua.^^^


"Akhirnya selesai" Aku mengela napas lega merebahankan tubuhkj dikasur setelah persetanan dengan kelas pilihanku. Kalau terlambat konsekuensi aku akan dapat kelas sisa dan biasanya isinya kating yang mengulang matkul tersebut, dan yang mengajar biasanya Dosen kiler.


Drrttt.


"Sekarang apa lagi?" Gumamku meraih hpku.


- Yuli


Jangan lupa Lusa udah mulai rapat Semnas.


"BEM lagi BEM lagi" keluhku kembali merebahkan tubuhku di kasur.


"Kapok dah, tahun depan aku ga mau ikut yang beginian lagi, pengen rebahan" ucapku mengomel sendiri seperti orang kesetanan dan berguling kesana kemari diatas kasurku.


***


Aku sedang duduk menatap langit malam didepan sekre sambil menunggu waktu rapat dimulai.


"Hai Ran, apa kabar?" Sapa kak Uncum ramah.


"Emm seperti yang kakak lihat sekarang" jawabku seadanya dengan muka datar.


"Gimana muncaknya?" Tanya kak Uncum lagi.


"Seru" jawabku singkat.


"Raanniii" sapa kak Nanda dari kejauhan.


"Hai kak" sanggahku dengan senyum mengembang yang membuat kak Uncum tampak iri.


"Belum mulai rapatnya?" Tanya kak Nanda.


"Belum, Yuli sama Eka lagi ngeprint presensi" jawabku.


"Emm" gumam kak Nanda manggut-manggut.


"Ya udah yok masuk" ajakku.


"Hei Uncum apa kabar?" Tanya kak Nanda namun kak Uncum malah melengos masuk kedalam sekre tanpa menghiraukan sapaan kak Nanda.


"Cih kumat dah" gumam kak Nanda.


"Ayok masuk-masuk kita rapat" teriak Yuli dari kejauhan meminta para panita masuk ke sekre bagai menggiring anak ayam untuk masuk kedalam kandang, tangannya dikibas kibas diudara.


Para panitia masuk dan rapat berjalan dengan hikmat, pukul 21.00 rapat selesai tepat waktu dan panitia dipersilahkan meninggalkan sekretariat.


"Balik sama siapa Ran?" Tanya kak Uncum.


"Belum tau" jawabku menunggu kak Nanda.


"Ayok Ran pulang" ajak kak Nanda.


"Aku balik dulu ya kak" pamitku ke kak Uncum, namun tak digubris dan kak Uncum langsung melengos berlalu meninggalkanku dan kak Nanda.


***


Semua panitia sibuk mondar mandir melakukan segala persiapan seminar yang akan dilaksanakan pagi ini.


"Benernya dipasang" perintah Yuli, panitia yang laki-laki melaksanakan perintah.


"Meja pematerinya diseger kekiri dong biar lebih luas ruang buat pemateri nanti menyampaikan materi" perintah kak Nanda.


"Udah?" Tanya Eka.


"Sip" sanggah kak Nanda.


"Snacknya udah dikabarin belum?" Tanyaku.


"Udah kok Ran" jawab Erni.


"Yul jangan lupa kata sambutan pantia jangan sampai lupa" ingat Lilis.


"Udah kok" jawab Yuli.


Semua panitia sibuk mulai dari penyusunan kursi, menyetel alat pengeras suara serta microfon, konsumsi, serta peralatan pelengkap seperti bunga-bunga di mimbar yang menambah kesan indah pada ruangan tersebut dan tampak lebih hidup.


***


"Isi yang depan dulu ya" ucap salah satu mengingatkan peserta yang memilih kursi dibelakang padahal kursi yang didepan masih banyak yang kosong.


"Kak Nanda" sapa Tiwi menghampiri kak Nanda di ambang pintu, yang tengah menyambut kedatangan peserta.


"Tiwi" jawab kak Nanda.


"Apa kabar kak?" Tanya Tiwi basa basi.


"Baik" jawab kak Nanda singkat.


"Kakak panitia?" Tanya Tiwi lagi.


"Ga, aku penanggung jawab" sanggah kak Nanda seadanya.


"Oh" Tiwi mengangguk paham.


"Permisi mbak, silahkan duduk dikursi yang sudah disediakan jangan mengahalangi jalan peserta yang mau masuk" ucapku memasang muka datar.


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...