Meet You Again

Meet You Again
Pelakor!



"Biasakan bicara seperlunya saja. Ini demi kebaikan kita bersama."


Dengan gampang kata-kata itu lolos dari mulut seorang Riley Gulzar Wijaya. Orang yang selalu di bangga-banggakan anaknya. Orang yang selalu di puji sang istri karena ke romantisannya. Ternyata semua itu hanyalah tipu muslihat. Di balik figur Ayah dan suami yang baik, ternyata Riley adalah seorang pengkhianat kelas kakap.


"Dia sekertaris di Trifam, namun bukan di bawah kendaliku. Lebih tepatnya dia di bawah kendali Baskoro. Papah Fatur."


"Sudah berapa lama?, gimana kalau tante Vivi tau?, atau Lian tau?."


Dia menyerngitkan kening"Nggak akan ada yang tau selagi saksi nggak membuka mulut."


"Tupai yang pandai melompat pun bisa terjatuh!!."


"Tapi sayangnya aku bukanlah seorang tupai!!" Riley ia terus berkilah. Membuat Kaila semakin jijik berhadapan dengannya.


"Bagaimana jika saya meninggalkan Lian?."


"Apa hubungan semua ini dengan Lian?. Aku nggak akan mempengaruhi hubungan kalian kan" raut wajahnya nampak masam. Kepanikan nampak menghinggapinya.


"Buah kan jatuh nggak jauh dari pohonnya om!."


"Hei!!. Jangan memandang Lian ku seperti itu!" hardiknya. Tak ada lagi wajah tenang yang sedari tadi dia pasang di wajahnya.


"Eisshhh!!..Jadi om berlagak perduli degan Lian?. Dua tahun belakangan om mikirin Lian sama tante Vivi nggak?."


"Oke deh nggak usah mikirin tante Vivi, mungkin rasa cinta om udah terkikis waktu. Setidaknya ingat Lian aja deh om!!."


"Bayangin gimana kecewanya dia jika tahu bahwa orang kebanggannya ternyata mengkhianati sang Mamah."


Riley diam seribu bahasa. Lidahnya kelu.


"Ayo 9m ngomong!!" bentak Kaila.


Melihat gadis yang bersama kekasihnya membentak orang yang di cintainya, Melinda  menyusul ke meja mereka.


"Apa hak kamu memaki kekasihku?!."


"Ouwhh, tiba-tiba gerah" Kaila mengibaskan kerah bajunya, mengipas-ngipaskan tangannya di ceruk leher.


"Heh!!, aku ngomong ya" hardik melinda.


"Tau kok, terus??" tatap Kaila tajam.


"Udah La, malu di liat orang" pinta Riley.


"Hello!!. Berduaan dari tadi sama ni cewek om nggak malu?. Pegangan tangan di tempat umum sama yang bukan istri om nggak malu?."


BRAK!!!, Melinda emosi dan menggebrak meja makan.


Kepalan tangan Kaila nyaris melayang, namun dia harus bersabar"Kamu ngajak berkelahi?. Ayo maju!!".dadang Kaila.


"Kamu siapa hah!."


"Nggak usah tau, jijik aku menghadapi kalian berdua. Yang satu PELAKOR yang satu PECUNDANG. Klian berdua adalah sampah masyarakat."


"kAILA!!" habis sudah toleransi Riley.


"APA!!" tantangnya geram.


"Kamu nggak berhak menghakimi dan mencaci kami seperti ini. Kamu hanya sekedar calon anggota baru di keluarga ku kelak."


"Oh, jadi maksud om saya nggak berhak ikut campur dalam masalah ini?. Tenang aja om, saya sudah terlanjut muak melihat tampang om" Kaila menarik napas panjang. Dia mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor seseorang.


"La!!" sentak Riley.


Kaila tersenyum memamerkan nama yang rertera di layar ponselnya" My boy."


"La??" hardiknya lagi.


"Ya Sayang" suara Lian terdengar jelas. Kaila menyalakan speaker ponselnya. Seketika wajah Riley kaku. Dia menangkupkan kedua tangan kepada Kaila.


"Lagi ngapain Sayang?" tanya Kaila seolah berbincang santai kepada kekasihnya.


Melinda terlihat geram. Dia hendak menghantam Kaila namun lekas di tarik Riley menjauhi Kaila.


"Lagi makan siang sama Mamah. Kamu udah makan?."


"Nak Kaila, kamu tau dampaknya jika Kamu ninggalin Lian?."


"Kalau nggak Lian yang mati, Kaila yang mati!" jawabnya tegas. Riley tahu betul bagaimana cinta dan sayangnya Lian terhadap Kaila. Lian pasti akan sangat terpukul jika Kaila pergi meninggalkannya dengan alasan perselingkuhan sang Papah.


Membayangkan hal itu membuat Riley panik.


Sementara Melinda berontak di belakang Riley. Dia sangat geram dan ingin mencabik-cabik Kaila. Siapa sih dia hingga berani sekali mengancam hubungan mereka. Selain uang, Melinda memang benar-benar menyukai Riley. Kehangatan dan kelembutan hatinya benar-benar menakhlukan hati Melinda. Wanita ini bukan sekedar mengincar hartanya.


"Hai tante" panggil kaila lagi. Lian spontan menyerahkan ponsel kepada Mamahnya.


"Berdua aja tan?, Om Riley nggak ikutan?."


kedua mata Riley terbelalak. Terasa nyeri ketika namanya di sebut.


"Kayanya makan siang di luar Sayang. Kata Lian dia nggak ketemu papah Riley di kantor, mungkin dia ada pertemuan di luar."


Kaila mencibir kepada Riley. Tatapannya semakin sinis. Wanita selembut Vivi menjadi korban pelakor, cih..sangat memuakan!!.


Seakan mengharap simpati, Riley menggelengkan kepala kepada Kaila. Tangannya kembali menangkup memohon kepada Kaila.


Tak berapa lama panggilan selesai.


"Om dengar bagaimana yakinnya tante Vivi sama posisi om. Aisshhh!, Kaila tiba-tiba eneg. Kalian berdua sangat menjijikan!!"


"Jaga mulut kamu!. Saya bukan orang sembarangan ya."


"Eheyyy, saya juga bukan orang sembarangan!. Yang pasti derajat saya jauh di atas seorang pelakor kayak kamu."


Mati matian Riley menahan lengan Melinda yang hendak menampar Kaila.


"Jinakin om gadis menornya!. Ckckckck, jadi begini selera berpakaian gadis simpanan om. Oh Tuhan, ke-anggunan tante Vivi kalah dengan pakaian kurang bahan ini. Hahahah" Kaila tergelak tawa.


Emosi Melinda benar-benar sudah di ubun ubun.


BYURRR!!. Segelas air putih membasahi wajah Kaila.


PLAK!!. Tamparan Riley mendarat di wajah Melinda..Drama mereka semakin menyita perhatian para Netizen maha benar. Melihat hal itu Riley menyeret Melinda keluar restoran dan mendorong nya masuk ke dalam mobil. Beberapa menit dia kembali ke hadapan Kaila.


"Om mohon La, jangan sampai mereka tau."


Kaila menaikan bahunya.


"Tolonglah Kaila."


"Tinggalin itu cewek. Om, kurang apa tante Vivi??" Kaila kembali menyabet tisu dan mengeringkan wajahnya


Sodoran saputangan yang Riley berikan di tolak mentah-mentah oleh Kaila.


Riley terdiam. Di matanya Vivi memang cantik dan juga seorang istri yang sangat baik. Tapi semenjak kehadiran Melinda yang seksi dan menggoda, kapal yang dia naiki bersama Vivi mendadak oleng.


"Cetek sekali perasaan cinta Om."


"Saya mencintai Vivi. Sangat mencintainya".


"Saking cintanya om sampai berpaling darinya, begitu?" sarkas Kaila.


Riley benar-benar terpojok. Dia duduk di meja lagi, menenangkan kekalutannya.


Kaila memandang getir kepada Riley. Beginikah wujud cinta abadi yang Lian banggakan dari kedua orang tuanya?. Riley sukses mengecoh dua orang yang sangat mempercayainya. Sukses membuat mereka seperti orang bodoh yang berseru riang gembira di balik perselingkuhannya.


Perasaannya yang baru saja yakin akan sebuah hubungan pernikahan, tiba-tiba goyah kembali. Ada perasaan takut di khianati juga. Seorang Vivi yang cantik, kalem, anggun dan pintar mengurus rumah tangga saja tak luput dari getirnya di selingkuhi. Bagaimana kelak dengan dirinya??


"Om, Kaila jadi takut menikah."


"La, jangan gegabah. Tolong jangan kecewakan Lian."


"Bukan Kaila Om, tapi Om sendiri yang sudah mengecewakan Lian!!."


To be continued...


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like Vote dan Komen ^,^


Salam anak Borneo.