
...Happy reading...
"Jawab kak" sergah Rani.
Kak Nanda meraihku kedalam pelukannya, ia memelukku erat hingga tanpa sadar aku meneteskan air mata yang keluar begitu saja dari sudut mataku.
"Jawab kak" pintaku lagi dengan suara lirih.
"Udah jangan banyak pikiran kakak ga maksud gitu ke kamu" ucap kak Nanda melepaskan pelukannya dan menatapku lekat.
Aku menghapus air mataku kasar dan melihat Tiwi berdiri dihadapanku dan tiba-tiba saja kak Nanda kembali memelukku lagi.
"Kak, kenapa?" Tanyaku.
"Begini aja dulu kakak nyaman" gumam kak Nanda pelan, tanpa melepas pelukannya dariku. Tiwi berbalik dan berlalu dari kami berdua menyusuri koridor dan sepertinya turun ke lantai bawah.
"Udah jangan sedih lagi, kakak ga bermaksud ngomong gitu tadi ke kamu jangan dipikirin ya" bujuk kak Nanda lembut, sambil menghapus air mataku.
"Eemm" gumamku mengangguk pelan.
"Besok ke pantai yok?" Ucap kak Nanda tiba-tiba.
"Hah? Kok tiba-tiba banget?" Tanyaku bingung.
"Jangan besok deh weekend aja, soalnya besok kamis kelas kakak full" tutur kak Nanda lagi.
"Eemm" anggukku sambil mengembangkan senyumanku.
"Manisnya" gumam kak Nanda mencubit pipiku pelan.
***
Aku baru saja keluar dari ruang kelas, kepalaku rasanya mau pecah.
"Rani" teriak Yuli di ujung koridor.
"Kapan mau nyicil LPJ Semnas" ingat Yuli.
"Oh ya LPJ Olim juga belum loh" aku teringat seketika.
"Oh iya aku juga baru ingat ya, tapi kok kak Nanda ga ada nagih gitu?" Tanya Yuli.
"Kak Nanda emang ga nagih tapi Lilis chat aku semalam" ucapku frustasi.
"Ya udah kita selesaikan minggu ini juga" ucap Yuli penuh semangat.
"Okeee" jawabku tak kalah semangat.
"Tapi kalo ga selesai minggu depan juga ga papa" ucap Yuli mulai lesu.
"Ehh sudahlah, pokoknya sebelum bedah soal ini dua LPJ harus kelar dah" ucapku pasrah.
"Besok kamu ada kelas ga?" Tanya Yuli.
"Satu matkul itupun siang jam 14.30 selesai" jawabku enteng.
"Ya udah besok kita kerjain ketemu jam 15.00 di gazebo" ucap Yuli.
"Oke ajak Erni sama Eka juga!" Ingatku ke Yuli.
"Lah ngapain?" Tanya Yuli bingung.
"Tukan begoknya mulai kebangetan" ucapku kesal.
"Erni sekretaris Olim, Eka sekretaris Semnas apa kurang jelas!" Ucapku kesal.
"Oh iya lupa, hehe" ucap Yuli menepuk dahinya.
***
Aku, Erni, dan Eka sudah duduk digazebo sejak setengah jam yang lalu namun Yuli belum juga menunjukan ia akan tiba digazebo.
"Yuli mana si" gumamku, sementara itu Erni dan Eka sudah tiba digazebo lebih awal.
"Ya udah lah kita cicil buat Olim dulu" ucap Erni menyarankan.
"Lah trus aku disini ngapain?" Tanya Eka.
"Ya kamu cicil yang Semnas lh" ucapku lirih.
"Oh iya" ucap Eka sembari mengeluarkan laptopnya dari dalam tas.
Satu jam berlalu aku dan Erni sibuk menyelesaikan LPJ untuk Olim sedangkan Eka tampak kebingungan karena Yuli yang paham pasti mengenai review acara tersebut.
"Reviewnya lewatin aja dulu, mending kamu bikin daftar peserta yang hadir dan ga hadir dulu" ucapku menyarankan.
"Haduh gaes maaf banget aku telat" ucap Yuli yang tiba-tiba datang entah dari mana. Dengan nafas ngos-ngosan dan persendian lemah Ia duduk disampingku.
"Habis dari mana?" Tanyaku
"Kena kejar anjing" jawab Yuli masih ngos-ngosan.
"Laahh." "Haha" "haha" tawa yang lain pecah saat mendengar jawaban Yuli.
"Yeeehh malah ketawa, seriusan aku manjat pohon anjingnya nunggu dibawah tadi tu, nah pas tuannya datang bawak dia pulang baru aku turun" tutur Yuli menjelaskan.
"Oh ceritanya nyangkut di pohon" sanggah Erni menahan tawa.
"Lagian kok bisa dikejer anjing si?" Tanya Eka lagi.
"Bisa ga si kalo nanya tu yang berbobot" sergah Yuli kesal.
"Iisshh kok marah" gidik Eka bingung.
"Udah-udah ayok selesaikan LPJ ni biar cepat kelar" ingatku atas perkumpulan ini.
"Weh pada ngumpul ni yah" sapa kak Nanda.
"Pada ngapain sih kok serius amat?" Tanya kak Nanda duduk disalah satu kursi kosong disebelahku.
"Ini lagi LPJan" jawabku seadanya.
"Oh pantesan, LPJ ya" gumam kak Nanda.
"LPJ Olim mana Ran?" Ucap kak Nanda seketika teringat.
"Hehehe, ini" tunjukku ke arah laptopku.
"Astaga udah hampir dua bulan belum juga kelar" sergah kak Nanda murka.
"Aku jamin kak sebelum bulan depan udah ACC" ucapki meyakinkan.
"Apa lagi yang belum?" Tanya kak Nanda acuh tak acuh.
"Tinggal realisasi anggaran sama nempelin bukti transaksi aja" jawabku masih fokus ke laptopku.
"Oke hari ini kamis, pokoknya senin udah masuk rektorat" perintah kak Nanda.
"Hah? Gila" ucapku frustasi, kak Nanda berlalu meninggalkan gazebo dan tinggalan kami berempat yang tengah menyelesaikan target gila yang baru saja kak Nanda ucapkan.
***
- kak Nanda
Ran udah siap belum?
Aku didepan kosanmu.
Buru-buru aku keluar dan mengedarkan pandanganku kearah gerbang dan kutemukan kak Nanda sedang duduk termenung diatas sepeda motornya menunggu kedatanganku.
"Mau kemana? Rapi banget" Tanyaku bingung.
"Lah sih ke pantai lah, kan kakak udah bilang waktu habis seminar kemarin" ucap kak Nanda melemah.
"Tapi kak dikosanku ada Yuli, Erni, sama Eka. Gimana dong?" Tanyaku bingung.
"Tinggalin aja, lagian ngapain sih hari libur ke kosmu" ucap kak Nanda enteng.
"Heh, kakak sendiri yang ngasih deadline gila itu ke kita, LPJ harus masuk rektorat hari senin makanya mereka bela-belain ke kosku. Harusnya kakak yang mikir" omelku kesal.
"Oh iya aku lupa. Udahlah tinggalin aja dulu ga papa selasa juga ga papa kok" ucap kak Nanda.
"Sono gih ganti baju kita berangkat" perintah kak Nanda.
"Hah?" Tanyaku bingung.
"Kok malah hah heh hoh, sana ganti baju" perintah kak Nanda lagi.
Aku kembali ke kamarku memilih pakaian ganti dan menggantinya didalam toilet, cukup lama aku didalam dan sepertinya mengundang tanya dari yang lainnya.
"Mau kemana?" Tanya Yuli.
"Nemenin kak Nanda" jawabku enteng.
"Kemana?" Tanya Eka.
"Mantai" jawabku singkat.
"Heh? Kita disuruh nyelesaikan LPJ tapi kamu malah diajakin mantai, ga adil ih" ungkap Erni kesal.
"Mana Nanda kampret tu, ku kepret juga lama-lama" ucap Yuli bangkit dari duduknya.
"Jangan ngerusak suasana ya Yul" ucapku sambil tersenyum ke Yuli dan mengedipkan sebelah mataku.
"Nanti kunci kamarku titip ke Lesi aja kalo ga ke Adel ya" ingatku dan berlalu meninggalkan kamarku.
"Ayok" ucap kak Nanda menyerahkan helm kepadaku dan aku mengenakannya.
"Udah belum?" Tanya kak Nanda.
"Ini gimana kok ga masuk?" Tanyaku yang kesulitan menyatukan pelindung dagu.
"Sini" ucap kak Nanda menarik tengkukku dan menghubungan pelindung dagu.
"Udahkan?" Tanya kak Nanda lagi memastikan.
"Emm" gumamku mengangguk.
Kami melaju ke arah tujuan kami menempuh jarak yang cukup jauh, aku menatap langit tampak cerah namun panasnya tidak terlalu terik. Setelah satu jam kami menempuh perjalanan ke pantai dan tibalah kami dipantai.
"Mau makan dulu?" Tanya kak Nanda.
"Boleh" jawabku singkat.
Kami duduk disalah satu tenda tempat penjual makanan, sambil menunggu pesanan datang aku sibuk menggulir layar ponselku.
"Ran aku ke toilet bentar ya" pamit kak Nanda dan berlalu dariku.
Drrrttt drrrtt drrrttt. Hp Nanda yang tergeletak di atas meja terus berdering bertanda telepon masuk dari seseorang.
"Tiwi?" Ucapku membaca nama yang tertera pada layar ponsel kak Nanda, dan tak lama kemudian hp itu berhenti bergetar menandakan panggilan telah diakhiri.
Drrttt,
Dengan ragu-ragu aku menggeser layar hpnya, aku bimbang harus melihatnya atau tidak demi mengobati rasa penasaranku atau aku akan dianggap tidak sopan karena memeriksa barang pribadi milik kak Nanda, dan akhirnya aku memberanikan diri untuk membaca chat yang masuk ke hp kak Nanda.
- Tiwi
Kak, dimana? Aku udah siap ni.
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...