
...Happy reading...
Aku mengucek mataku ku lihat dering ponselku tertera video call atas nama kak Nanda, membuatku bangkit dan segera mengkondisikan wajahku.
"baru bangun ya?" tanya kak Nanda dari seberang sana.
"iya kak" jawabku sambil menyembunyikan wajahku dibalik selimut, ku dengar dia cekikikan melihatku.
"kenapa kak kok pagi-pagi udah vc?" tanyaku.
"aku kangen" ucap kak Nanda.
"kaaak masih pagi ih jangan bikin baper.
"mandi sana bentar lagi aku jemput kita ngampus bareng" ucap kak Nanda.
"siap bosquu" ucapku.
"matiin gih" ucapnya sambil senyum-senyum menatap ke layar ponselnya, membuatku ikut tersenyum juga.
"kakak aja yang matiin" ucapku.
"jangan-jangan kamu mau show video mandimu ke kakak ya?" godanya.
"gaakkk" teriakku.
"ih Rani udah mulai berani ya" godanya lagi.
"gaakk, udah ya aku matiin dulu bye" ucapku langsung memutuskan vc antara aku dan kak Nanda.
Aku meraih handukku kemudian melangkah ke kamar mandi. selesai mandi aku bersiap-siap dengan polesan make-up yang benar-benar tipis, walau bagaimanapun aku juga ingin terlihat cantik dihadapan orang yang kucintai.
setelah semuanya selesai aku duduk didepan kamarku tak lama setelahnya kak Nanda tiba, aku langsung melangkah dan menaiki sepeda motornya melaju ke kampus.
"kakak kelas jam berapa?" tanyaku.
"jam 08.00" jawabnya enteng.
"sekarangkan masih jam 06.50 kak, yang bener aja kakak 1 jam dikampus nungguin kelas" ucapku menyayangkan kejadian pagi ini.
"tenang kakak mau ke dekan ada urusan, jangan sungkan gitu ih" ucapnya disela perjalanan kami.
kami tiba diparkiran kampus, kak Nanda memarkirkan sepeda motornya dan kami berjalan ke gedung kampus. kami berpisah di hall, aku menuju ruang kelas sedangkan kak Nanda menuju gedung depan kearah ruang Dekan
***
"Ran" sapa Ratna, setelah kelas usai.
"Ran nanti sore main ke pusat kota yok" ajak Indri.
"boleh aku udah lama gak main sama kalian" ucapku.
"habis kelas nanti langsung otw aja ya, pakai mobilku" ucap Indri.
aku mengacungkan jempolku dan kulihat kak Nanda sudah menungguku didepan pintu kelas.
"aku duluan ya" ucapku dan menemui kak Nanda.
"nunggu dijemput ya baru mau keluar kelas?" tanya kak Nanda
"gak kok tadi udah mau keluar tapi temen-temen ngajakin main ke pusat kota nanti sore" ucapku.
"trus kamu mau?" tanya kak Nanda lagi, sambil berjalan beriringan denganku menyusuri koridor kampus.
"iyaah udah lama ga main bareng mereka" jawabku, kak Nanda hanya manggut-manggut.
"kebetulan aku nanti sore juga ada janji, jadi ga bisa nganterin kamu pulang maaf ya" ucapnya.
"gak papa santai nanti aku dianter sama indri dan yang lainnya" ucapku.
"baguslah" ucap kak Nanda.
"btw kakak nanti mau ke mana? sama siapa?" tanyaku beruntutan.
"satu-satu Ran nanyanya" sanggah kak Nanda tersenyum.
"ayo jawab" ulangku menatap sinis.
"sama temen, ngajarin dia materi kuliah" jawab kak Nanda santai.
"oalah jadi asdos private ya sekarang" ucapku, tanpa terasa kami tiba digazebo dan duduk disalah satu kursi.
"ya gak, suka rela aja sih. oh ya besok malam ada rapat bedah soal, jgn sampai lupa, aku jemput ya?" tanya kak Nanda.
"kakak ga keberatan ngantar jemput aku terus?" tanyaku.
"gaklah, orang aku seneng kok jadi bisa ketemu kamu terus" jawab kak Nanda sumringah.
kami hanya duduk-duduk mengobrol sambil menunggu waktu kelas berikutnya.
***
"Ran ayok" ucap Indri dan kulihat Uci dan Ratna mengekori dari belakang Indri.
"ayookk" jawabku bersemangat.
kami berjalan menuju parkiran, setelah menemukan mobil indri kami belaju ke pusat kota. tiba dipusat kota Indri memarkirkan mobilnya dan mulai berjalan menyusuri trotoar.
"Jangan lupa lumpia" ucap Ratna mengingatkan, dan kami berhenti didepan grobak penjual lumpia yang pernah ku singgahi bersama kak Nanda malam itu.
"okeh" ucap penjualnya kemudian menyiapkan pesanan kami.
"eh mbak, mas ganteng yang kemarin mana?" tanya penjual itu kepadaku, mata Ratna, Uci dan Indri langsung tajam menatapku.
"oh jadi udah punya pacar tapi ga bilang-bilang?" ucap Uci.
"gak, gak gitu, ini mas" ucapku menyerahkan uang 20k sekalian membayar lumpia milik teman-teman kampretku kemudian menyeret mereka menjauh dari grobak lumpia itu.
"siapa cowoknya?" tanya Ratna.
"Yang mana?" tanya Indri.
"ganteng ga?" tanya Uci.
"satu-satu dong nanyanya aku pusing mau jawab yang mana dulu ni" ucapku.
"mending duduk dulu tuh" ucapku menunjukkan bangku kosong dan kami berempat berlarian menuju bangku itu.
"oke aku dulu, siapa cowok itu?" tanya Ratna.
"kak Nanda" jawabku.
"yang mana anaknya?" tanya Indri menimpali.
"kepala devisiku" jawabku.
"mana sini liat, ada fotonya gak?" tanya Uci,
"ini" ucapku menyerahkan beberapa foto yang kucuri diam-diam saat kami makan di pantai.
"oh ini aku pernah liat" ucap Ratna.
"dia satu kelompok sama aku waktu lapinsar tahun lalu" ucap Ratna lagi.
"dan dia yang waktu itu di stand" ucap Ratna lagi, dan aku mengangguk-angguk mendengar jawaban Ratna.
"wah gila sih Rani ga pernah cerita apa-apa, taunya udah ada pacar aja" ucap Uci.
"Iya pacarku" ucapku sumringah.
"baik gak anaknya?" tanya Indri penasaran.
"baik kok tenang" jawabku.
"semoga awet yaa" ucap Ratna.
"ke ramayani yok ada diskon noh" ucap Uci menunjuk ke sebuah pusat perbelanjaan yang memasang eksbanner didepan pintu masuknya.
kami berempat berjalan kearah yang ditunjuk oleh Uci dan melihat beberapa pakaian yang tergantung. Ratna dan Uci mencoba beberapa baju sedangkan aku dan Indri sibuk dibagian celana.
setelah memilih beberapa produk yang kami inginkan kami berjalan menuju kasir, tiba-tiba langkah Uci terhenti.
"ini boleh ni beli 3 gratis 1" ucap Uci didepan baju kaos warna-warni yang tergantung didekat meja kasir.
"wah pas banget ni" ucap Ratna.
"aku mau warna pink" ucap Indri.
"aku biru" ucapku.
"aku hijau" ucap Ratna.
"aku abu-abu" ucap Uci.
setelah memilih baju tersebut kami hitung-hitungan, maklum anak akuntansi uang seribu aja jadi perkara.
setelah selesai dari kasir kami langsung pulang berhubung besok kami ada jadwal kuliah pagi, jadi lebih baik beristirahat dari pada harus keliling kota.
***
"udah pulang Ran?" tanya kak Nanda disambungan vc.
"udah kak ini lagi siap-siap mau tidur" jawabku.
"yah cepet banget" ucap kak Nanda.
"eh kak aku mau cerita loh, tadi kan kami ke pusat kota nah ketemu sama yang jual lumpia waktu itu trus dia bilang keteman-temanku kalo aku pernah beli bareng cowok" ucapku.
"trus gimana?" tanya kak Nanda.
"ya aku bilang, aku pergi sama pacarku waktu itu" ucapku.
"eemm pacar ya?" ucap kak Nanda tersenyum sumringah
"iya, kakak tidur gih aku ada kuliah pagi, jadi harus tidur awal biar ga kesiangan" perintahku.
"oke matiin ya" perintah kak Nanda.
"gak mau, kakak aja yang matiin" ucapku.
"ya udah kalo gitu biarin aja sampai ketiduran ucap kak Nanda" ucap kak Nanda, aku hanya tersenyum mendengar jawabannya.
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...