Meet You Again

Meet You Again
[S1] 48. Adu Keromantisan



...Happy reading...


"Jangan diliat balik, aku ga mau kakak diambil orang" tanpa kusadari kalimat tersebut keluar dari mulutku.


"Tiwi sayang, ayok masuk" ucap kak Nanda dan menggandeng lengan Tiwi.


Aku terdiam melihat tingkah kak Nanda yang tak tanggung-tanggung memanggil Tiwi dengan sebutan sayang dihadapan para panitia Comsit yang jumlahnya paling banyak dibanding dengan panitia kegiatan yang lainnya. Aku menyeret kak Uncum agar kami masuk kedalam sekre, kak Nanda benar-benar membuatku geram, sehingga aku berniat ingin membalasnya.


"Kak Uncum nanti habis rapat kita mamam dulu ya emm?" tanyaku mengedip-ngedipkan mataku dan tersenyum selebar mungkin.


"Heoolll" ucap kak Uncum, ia meletakkan punggung tangannya didahiku.


"Kamu ga sakitkan Ran gara-gara film yang horor yang tadi kita tonton?" tanya kak Uncum sambil menyunggingkan senyum liciknya.


"Kalian habis nonton?" tanya Yuli menyela, namun tak direspon baik dariku maupun kak Uncum.


"Gak kok sayang aku cuma butuh perhatian dari kamu ajah" jawabku tak mau kalah menyebalkannya.


"Kalian habis nnton film apa tadi?" tanya Yuli lagi-lagi menyela.


"Malam besok kita nonton ya Tiwi sayang, film romantis biar tambah lengket" balas kak Nanda ikut panas dengan suasana.


"Iya kak boleh banget" jawab Tiwi kegirangan.


"Minggu depan kita ke pantai ya Ran" ajak kak Uncum tak mau kalah.


"Woy aku ngomong nih dari tadi, tapi ga ditanggepin, emangnya aku batu apa!" teriak Yuli.


"Jomblo diam" balasku, kak Uncum, Tiwi dan kak Nanda berbarengan.


"Sudah sudah, ayok kita mulai rapatnya" ucap Olivia memberitahukan.


Rapat dimulai.


Semua panitia fokus pada topik pembahasan, sedangkan kak Nanda kuperhatikan sibuk menggenggam tangan Tiwi sampai tak sedetikpun dilepaskannya. Aku yang panas melihat tingkahnya, kuraih tangan kak Uncum dan ikut kugenggem juga, kak Uncum tersenyum menatapku dan sesekali kak Uncuk mencium pinggung tanganku.


Suasana semakin panas, posisi dulu Tiwi dan kak Nanda yang semakin rapat belum lagi ditambah kurang kondusifnya panitia yang berebutan teman duduk dibis dan temen tidur saat dihotel nanti.


"Rani duduk dibis sama siapa? sama kak Uncum ya?" tanya Olivia.


"Iya dong masak pacarku duduk sama cowok lain" ucap kak Uncum terang-terangan.


"Pacar? kapan kalian jadian?" tanya Olivia menahan nafasnya sejenak.


"Udah sekitar semingguan" jawab kak Uncum santai.


"Wah bener-bener yah, kadivku jadian ga bilang-bilang, PJnya mana nih?" Goda Olivia yang kebetulian Olivia sendiri berasal dari devisi jaringan dan komunikasi posisinya sebagai staff disana. Kak Uncum hanya tersenyum menanggapi godaan dan cuit-cuitan panitia lain.


"Kalo kamar dihotel kamu sama siapa Ran?" tanya Olivia lagi.


"Sama aku" jawab kak Uncum terkekeh.


"Enak ajah, ga boleh ga boleh" protes Olivia, aku hanya tersenyum melihat tingkah kak Uncum yang memang sedari awal aku tau dia orang yang ceria.


"Aku sama Yuli aja Liv" ucapku, dan Yuli mengangguk menyetujui.


Memang sedari awal Yuli tak suka dengan Tiwi, ia terkesan murahan karena sering bergelantungan dibahu kak Nanda, sedangkan aku? tentu aku benci, ia sudah merebut kak Nanda dariku, walaupun sekarang aku sudah memiliki kaj Uncum tapi tetap saja dilubuk hatiku paling dalam menyimpan kebencian untuk Tiwi.


"Ya udah" jawabku berbarengan dengan Yuli.


"Oke waktu kita tinggal tiga minggu lagi, kuharap kalian laksanakan tugas-tugas kalian dengan baik agar kegiatan kita nantinya dapat berjalan dengan lancar" ucap Olivia mengingatkan.


Tugasku? Semuanya sudah selesai bahkan lebih awal dari deadline yang ditentukan oleh panitia inti, semua itu berkat kak Uncum yang membantuku menyelesaikannya, sehingga setelah ini aku hanya perlu menghadiri rapat saja tanpa perlu kesana-kemari dikejar deadline memenuhi tugas perseksi.


***


Aku duduk di salah satu kursi caffe, aku dan kak Uncum sedang weekend dimall, perbedaan kak Uncum dan kak Nanda benar-benar kontras, kak Uncum lebih suka mengajakku ketempat seperti mall, bioskop, atau swalayan sedangkan kak Nanda lebih suka menikmati keindahan alam. Sejujurnya aku seorang introvert yang selalu menghindari tempat keramaian, namun sejak memiliki hubungan dengan kak Uncum semua kebiasaanku perlahan berubah.


Aku tengah asik menikmati es creamku, sedangkan kak Uncum duduk dihadapanku bersama dengan es cream miliknya. Aku lebih menyukai es cream dari pada coklat sehingga kak Uncum lebih sering mengajakku makan es cream dari pada memberiku coklat.


Ketika mataku dan mata kak Uncum saling menatap, kudapati ia sedang memperhatikanku dengan seksama, dan tersenyum manis dan menunduk malu-malu.


"Apa sih kak?" Tanyaku bingung.


"Kamu cantik Ran" cicitnya, aku hanya tersenyum mendengar perkataannya.


Saat suasana diantara kami sedang indahnya, sepasang insan lewat melalui kami, kutatap dua orang itu dan mereka masuk ke caffe yang sama dengan kami. Aku hanya menyengir melihat pasangan sok romantis yang berada dipojokkan sana, bagaimana tidak setiap perempuannya ingin menggandengan tangan laki-laki itu ia selalu menepisnya.


"Liat tuh" tunjukku kearah sepasang kekasih gadungan disudut ruangan, kak Uncum langsung menoleh kearah yang kumaksud.


"Udah selesai makannya kan Ran?" tanya kak Uncum.


"Iya, aku udah" jawabku mengelap bibirku dengan tisu.


"Ayok pergi dari sini dari pada nanti kita gerah liatnya" ejek kak Uncum, Aku tersenyum sambil mengerutkan hidungku.


Dengan sengaja kak Uncum mengajakku melalui sepasang kekasih itu, tepat dihadapan mereka kak Uncum menghadap kearahku dan sepertinya ingin mencium pipiku, namun karena aku ikut menoleh terjadilah kecelakaan diantara kami. Ya kak Uncum mencium bibirku, aku membulatkan bola mataku dan kulihat kak Nanda dan Tiwi tercengang melihat kejadian beberapa detik yang lalu.


"Kaaakk" teriakku histeris, sambil memukul lengannya yang sedang kugandeng.


"Maaf Ran salah sasaran" jawab kak Uncum meringis menatapku, aku hanya tersenyum kaku dan kami berlalu dari kak Nanda dan Tiwi yang masih seperti patung.


Niatnya mau pamer kemesraan dihadapan mereka eh malah kecium haduh, aku gusar dan sesekali mengacak rambutku frustasi. Kak Uncum yang sepertinya memperhatikan tingkahku merasa bersalah.


"Maaf Ran seriusan aku gak bermaksud tadi itu" ucap kak Uncum.


"Iya gak papa, tadi itu kecelakaan" ucapku menenangkan diri.


"Sekali lagi boleh gak Ran?" tanya kak Nanda, mataku langsung melotot kearahnya dan bibirku manyun karena kesal.


"Ih gitu ih kayak bebek, imut banget tauu" ucap kak Uncum, aku mengabaikan ucapannya dan terus berjalan.


Kak Uncum meraih lenganku dan membuatku berbalik menghadapnya, ia sedikit membungkuk dan mensejajarkan wajahnya dengan wajahnya yang kebetulan tinggiku hanya sedagunya. Dia mengacak-ngacak rambutku kemudian menarik ujung hidungku, mencubit pipiku dan tersenyum kearahku, entah apa maksudnya tapi mengapa aku merasa lebih baik sekarang.


Aku berbalik dan berjalan cepat menjauh darinya, bisa kurasakan wajahku benar-benar panas sekarang.


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...