Meet You Again

Meet You Again
[S1] 47. Jadian sungguhan



...Happy reading...


"Aku ingin kita lebih dari sekedar teman, aku cinta sama kamu Ran" ucap kak Uncum lirih, mataku menatapnya lekat, aku ingin memastikan bahwa ia benar-benar mengajakku pacaran, aku takut kejadian waktu itu terulang lagi.


Aku terdiam bersama semua overthinkingku, sejujurnya aku takut membuka hati untuk siapapun termasuk kak Uncum namun setelah aku melihat kesabarannya mendekatiku selama hampir dua tahun ini, akhirnya aku memutuskan mencoba untuk menerima orang baru disisiku. Walaupun sejujurnya aku sendiri belum memilki perasaan apapun padanya, apa salahnya aku mencoba mungkin seiring berjalannya waktu dan kami terus bersama aku akan bisa menerimanya, seperti kak Nanda dulu.


"Maksudnya?" tanyaku berpura-pura tak mengerti, kak Uncum menghela nafas kasar dan kulihat ia resah dan apa yang ingin disampaikannya padaku


"Aku cinta sama kamu Ran, mau gak jadi pacar aku?" tanyanya mengulangi.


"Apa sih kak, ngomong tapi kok ga kedengeran suaranya" godaku, kulihat wajahnya mulai merah padam dibawah lampu jalan dengan cahaya remang-remang.


"Ran aku serius, kamu mau gak jadi pacarku?" tanya kak Uncum lagi, aku hanya mengangguk.


"Artinya apa tu, kok cuma ngangguk?" tanya kak Uncum balik menggodaku.


"Iya aku mau" cicitku pelan.


"Apa? gak kedengeran!" teriaknya.


"Kaaakk!" teriakku balik karena kesal dengan tingkahnya yang membalikkan keadaan.


"Iya-iya" angguknya mengacak-acak rambutku.


"Kaaakk!" teriakku lagi.


"Habis kamu lucu Ran" gumamnya pelan, aku hanya tersenyum menatapnya lekat.


Kak Uncum mulai mendekat kearahku, aku mulai was-was dengan posisinya yang makin lama semakin membuat jarak antara kami tanpa celah, bisa ku tebak dia ingin menciumku namun seketika ucapan kak Nanda terngiang dibenakku.


"Berhentilah menjadi perempuan murahan yang mau disentuh laki-laki disana sini"


Dengan sigap kutempelkan jadi telunjukku dibibirnya, kak Uncum terdiam menatapku, dan aku menggeleng sambil balik menatapnya lekat. Ia mulai menjauh dariku dan tersenyum kaku, aku mengerti mungkin ia kecewa hanya saja aku belum siap untuk melakukannya lagi setelah perlakuan kak Nanda yang benar-benar mengecewakanku.


"Maaf Ran aku khilaf" gumamnya pelan bahkan hampir tak terdengar ditelingaku.


"Gak papa kak, aku masuk dulu ya" pamitku.


"Okeh, maaf ya kalau aku udah buat kamu ngerasa ga nyaman" ucapnya kepadaku lagi.


"Iya gak papa tenang aja, jangan lupa jemput aku besok ya" ingatku memecahkan kecanggungan diantara kami.


"Aku masuk dulu ya, daaa" dan aku berlalu meninggalkan gerbang kos,


Aku masuk kekamarku aku berdiri menghadap cermin, menatap diriku apakah aku seksi? mengapa kak Nanda bisa menciumku tanpa memiliki perasaan kepadaku? dan kak Uncum juga baru jadian ia langsung ingin berciuman dneganku. Padahal tubuhku tak terlalu berisi mengapa bisa demikian, aku rebahkan tubuhku dikasur mencari posisi terbaik untuk tidurku.


***


Tok tok tok


"Sebentar!" teriakku, dan tergopoh-gopoh meraih gagang pintu dan kulihat kak Uncum berdiri disana.


"kak Uncum" gumamku.


"Ayok berangkat" ajaknya, aku langsung geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang benar-benar konyol ini, bagaimana bisa dia masuk ke kos putri dan tak merasa bersalah sedikit pun.


Buru-buru ku raih totebagku dan segera menyeret kak Uncum menuju gerbang, bahkan sepatuku hanya kujinjing dan ku kenakan setelaj kami tiba digerbang.


"Kamu kenapa sih Ran?" tanyanya kesal.


"Eehh kos kosku itu kos putri, untung ga ada yang liat kakak masuk ke pekarangan kos" ucapku menghela nafas kasar.


"Trus kalo ada yang liat kenapa?" tanyanya sambil melipat lengannya didepan dada.


"Astagaaa, kakak bakal disidang sama anak-anak kosanku" ucapku kesal.


"Bagus dong, lumayan bisa liat cecan dikosmu, mana tau ada yang kecantol dengan kegantenganku" ucapnya dengan percaya dirinya.


"Please ya ga gitu konteksnya badrul" jawabku bingung harus menjelaskan dengan kalimat yang bagaimana.


"Badrul siapa? selingkuhan kamu ya?" tanyanya bingung.


"Terserah dah, ayok berangkat" ajakku langsung naik kesepeda motornya.


"Oke, sekarang jelaskan siapa badrul?" tanyanya lagi, masih berdiri dihadapanku.


"Kaaakk!" teriakku, kak Uncum terkekeh melihat tingkahku, ia naik kesepeda motornya dan kami berlalu dari kosanku.


***


Sudah hampir seminggu kejak kejadian itu aku tak pernah datang ke gazebo lagi, setiap kali aku berpapasan dengan kak Nanda aku selalu melewatinya, setiap mata kami saling bertatapan aku selalu membuang wajahku. Aku seorang perempuan tidak sewajarnya dia mengatakan aku murahan padahal aku baru berciuman dengannya saja, bahkan tiga tahun aku berpacaran dengan Doni, Doni tak pernah mau menyentuhku sekalipun kami hanya sedang berduaan.


Kuedarkan pandanganku disekeliling hall kulihat kak Uncum asik dengan ponselnya sepertinya dia sedang main game, aku melangkah mendekatinya dan tiba-tiba saja duduk disampingnya.


"Udah selesai kelasnya Ran?" tanyanya lembut.


"Udah" jawabku cuek.


"Sekarang hari apa ya?" tanyaku basa-basi.


"Ayok nonton" ajaknya sambil menaruh ponselnya kedalam saku celananya.


"Gercep amat" jawabku tersenyum menatapnya.


"Aku peka Ran, kamu kodein aja aku udah tau maksudmu" jawab menggenggam tanganku.


"Bentar, kayaknya nanti malam ada rapat" ucap kak Uncum mulai berdiri dan aku ikut berdiri, ia meraih kembali ponselnya dan menggulir layar ponsel kemudian memasukkannya kembali.


"Oke, kita cari film yang selesai sebelum jam 7 ya" ucapnya, dan menyeret tanganku bersama genggamannya berlalu dari hall.


"Berarti nanti malam rapatnya ga mandi dong?" tanyaku padanya, kak Uncum melirikku sambil menyunggingkan senyumnya, sumpah manis banget aku ga bohong.


"Kok malah senyum?" tanyaku heran.


"Aku antar kamu pulang dulu nanti jam 4 aku jemput" kata kak Uncum, kulihat arlojiku masih menunjukkan pukul 3 sore.


"Satu jam cukup kan buat siap-siap?" tanyanya lagi.


"Cukup kok, emangnya aku mau luluran dulu apa nonton sama kakak" jawabku sewot,


"Kan mana tau selagi nungguin kamu dandan aku keburu lulus S2" ejeknya sambil mengerutkan hidungnya.


"Lebay" sergahku dan kak Uncum tertawa melihat tingkahku, kami tiba diparkiran dan ia mengantarkan aku pulang ke kosan.


***


Tok tok tok.


Kuraih gagang pintu, dan buru-buru kukunci pintu dan mengeret lengan kak Uncum berlalu dari depan pintu kamarku.


"Kebiasaan, udah dibilang jangan masuk" ucapku kesal.


"Yah mana tau ada cewek seksi didalam" jawabnya sambil cekikikan, aku meliriknya sinis dan memukul lengannya.


"Ga ada yang seksi, aku yang paling seksi dikosan ini, ayok berangkat" aku merajuk dan membuang muka darinya.


"Rani Rani, kamu tu gemesin banget sih" ucapnya menarik ujung hidungku sambil tersenyum ia memasangkan helm dikepalaku.


"Dasar manja" gumamnya, mulai duduk dan menstater sepada motornya.


"Tapi kakak sayang kan kan kan?" tanyaku menggodanya meletakkan daguku dibahunya.


"Minggir, jangan terlalu kedepan duduknya nanti kamu diliat orang, aku ga mau bagi-bagi" ucapnya mendorong kepalaku dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya fokus pada gas. Aku hanya tersenyum dibelakang punggung bidangnya, entah mengapa aku merasa caranya memperlakukanku jauh lebih istimewa dari pada kak Nanda dulu.


***


Setelah pulang dari mall kami langsung melaju ke sekre, aku dan kak Uncum sedang berjalan berdampingan dari parkiran menuju sekre. Kak Uncum menggenggam tanganku hingga kami tiba disekre, kulihat mata kak Nanda tertuju pada genggaman tangan kami, aku berusaha melepaskannya namun kak Uncum menahanku, disisi lain kuliat Tiwi memperhatikan kak Uncum dengan intens.


"Jangan diliat balik, aku ga mau kakak diambil orang"


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...